Peristiwa Daerah Tragedi Stadion Kanjuruhan

UINSA, UIN Maliki, dan PTKIS Se-Jatim Gelar Doa dan Tahlil untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

Jumat, 07 Oktober 2022 - 22:26 | 20.24k
UINSA, UIN Maliki, dan PTKIS Se-Jatim Gelar Doa dan Tahlil untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Malang
Acara doa dan tahlil untuk korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang yang digelar secara daring oleh UINSA Surabaya, UIN Maliki Malang, dan PTKIS Se-Jatim, Jumat (7/10/2022). (Foto: UINSA Surabaya for TIMES Indonesia)
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pimpinan dan civitas akademika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dan Perguruan Tinggi Keislaman Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah IV menggelar doa dan tahlil untuk korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Jumat (7/10/2022).

Acara yang diikuti oleh ratusan civitas akademika ini dilakukan secara daring dan dimulai pukul 19.30.

Acara ini merupakan wujud solidaritas PTKI se-Jawa Timur terhadap korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang.  Wakil Rektor III UINSA Surabaya Prof Ahmad Zainul Hamdi membuka sambutan, dan dilanjutkan oleh dua rektor, yakni Rektor UIN Maliki Malang Prof M Zainuddin dan Rektor UINSA Surabaya Prof Akh. Muzakki.

Dalam sambutannya, kedua rektor menekankan makna persaudaraan dan pentingnya solidaritas kepada saudara sebangsa dalam menanggung kedukaan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa tahlil yang dipimpin oleh Wakil Rektor IV UIN Maliki Malang Dr KH M. Isyroqun Najah. Acara tahlil ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr KH Abdul Aziz, Rektor Universitas Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo, yang juga Ketua Forum Pimpinan PTKIS se-Jawa Timur.

Dalam acara ini juga dibacakan pernyataan sikap oleh ketiga rektor tersebut secara bergantian. Tepat pukul 20.30 WIB acara Doa dan Tahlil untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Malang usai setelah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Prof KH Saiful Jazil, Kepala Ma’had UINSA Surabaya.

Pernyataan Sikap Tragedi Kanjuruhan Malang

Pimpinan dan civitas akademika UINSA Surabaya,UIN Maliki Malang, dan PTKIS di lingkungan Kopertais Wilayah IV juga mengeluarkan pernyataan Tragedi Kanjuruhan (1 Oktober 2022) bukan hanya tragedi sepak bola.

“Lebih dari itu, ia adalah tragedi kemanusiaan. Tragedi Kanjuruhan dengan korban jiwa sebanyak 125 orang, 406 orang luka ringan, 30 orang luka sedang, dan 29 orang luka ringan (berdasarkan keterangan Kadiv Humas Polri per 4 Oktober 2022 adalah tragedi yang mengoyak nilai-nilai kemanusiaan kita semua,” kata Rektor UINSA Surabaya Prof Akh. Muzakki.

Menurut Muzaki, tidak ada satu event sepak bola yang memakan korban dengan jumlah yang begitu fantastis sepanjang sejarah sepak bola tanah air, bahkan dunia.

Sekalipun demikian, lanjut dia, tragedi dan kesedihan ini tidak akan melemahkan dan memecah belah kita sebagai bangsa. Sepak bola adalah olahraga yang selama ini telah berhasil menyatukan kita sebagai bangsa di tengah dorongan segelintir orang yang hendak memecah belah dengan isu-isu agama, ras, suku, dan golongan.

Ada saat-saat di mana kita berhadapan antara satu dengan yang lain untuk memperoleh kemenangan. Namun, semangat persatuan kita sebagai bangsa pada akhirnya memanggil kita untuk bergandengan tangan saling menguatkan di saat saudara-saudara sebangsa kita sedang dirundung duka dan kemalangan dalam Tragedi tersebut.

“Di sini, kami bersama menyatakan, pertama, duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarganya, baik yang meninggal  maupun yang luka-luka,  atas tragedi yang menimpa. Karena itu, tidak ada sepakbola yang lebih berharga dari nyawa manusia,” tegasnya.

Berikut ini isi pernyataan sikap tersebut:

  1. Menyerukan kepada semua pihak untuk memperkuat solidaritas dan memberi  dukungan dan bantuan terhadap korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
  2. Menyerukan kepada pihak-pihak tertentu untuk tidak memanfaatkan tragedi ini demi kepentingan sempit dan sesaat bagi kelompok tertentu, di mana hal itu merupakan perilaku “mengail keuntungan di atas kesedihan orang lain” yang sungguh nista.
  3. Meminta kepada pihak-pihak terkait untuk memperbaiki manajemen sepak bola secara profesional dengan menempatkan sepak bola sebagai bagian dari komitmen membangun persatuan dan martabat bangsa.
  4. Memberi kepercayaan dan dukungan kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan ini dan mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam rangka tegaknya kebenaran dan keadilan bagi semua pihak.
  5. Tragedi ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Sepak bola atau olah raga apapun harus sportif. Sportivitas merupakan kesadaran yang selalu melekat, bahwa “lawan” bertanding adalah kawan yang diikat dalam pesaudaraan keolahragaan. Sportivitas juga merupakan sikap mental yang menunjukkan martabat ksatria seorang olahragawan.

“Semoga kita selalu dalam hidayah dan bimbingan-Nya, di tengah hiruk pikuk dan kegaduhan dunia saat ini,” tutup Rektor UINSA Surabaya Prof Akh. Muzakki. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES