Peristiwa Daerah Tragedi Stadion Kanjuruhan

Aremania Jombang Meninggal Saat Tragedi Stadion Kanjuruhan, Orang Tua Sempat Melarang

Minggu, 02 Oktober 2022 - 20:05 | 20.58k
Aremania Jombang Meninggal Saat Tragedi Stadion Kanjuruhan, Orang Tua Sempat Melarang
Muhammad Irsyad Arjuned salah salah satu anggota Aremania asal Kabupaten Jombang yang meninggal akibat Tragedi Stadion Kanjuruhan telah dimakamkan. (FOTO : Rohmadi/TIMES Indonesia)
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Meninggalnya Muhammad Irsyad Arjuned salah salah satu Aremania asal Kabupaten Jombang Jawa Timur meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sebelum tragedi Stadion Kanjuruhan, orang tuanya sempat mempunyai firasat buruk hingga sempat melarang untuk berangkat ke stadion Kanjuruhan Malang.

Mempunyai firasat tidak enak, Bapak 4 anak itu juga sempat melarang Irsyad untuk berangkat melihat laga Arema FC Vs Persebaya di Malang. Namun, karena korban tragedi Stadion Kanjuruhan ini dimintai tolong untuk menemani 2 saudara sepupunya dari Kabupaten Tulungangung akhirnya diperbolehkan.

"Iya, saya sempat melarangnya untuk berangkat. Saya bolehkan karena bersama dua saudaranya dari Tulungagung," kata Mochmmad Arif Junaedi (48) ayah dari almarhum Irsyad Arjuned, korban tragedi Stadion Kanjuruhan usai pemakaman, Minggu (2/10/2022).

Sangat disayangkan, kedua saudaranya juga tak sempat diselamatkan. Mereka berdua juga bernasib sama dengan Irsyad, meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan tersebut.

"Hikal dan Astrid yang masih saudara sepupu Irsyad juga tak bisa diselamatkan. Lebih dulu kakaknya ditemukan, kalau Irsyad ditemukan sebelum subuh di rumah sakit," jelasnya.

Mochmmad-Arif-Junaedi.jpgMochmmad Arif Junaedi (48) ayah dari almarhum Irsyad Arjuned korban Tragedi Stadion Kanjuruhan. (FOTO : Rohmadi/TIMES Indonesia)

Suami dari Kesi Ernawati itu juga sempat melihat janazah anaknya. Menurutnya, ada bekas membiru dibagian sekitar matanya. "Mungkin karena gas air mata itu," paparnya.

Sebelumnya, suasana duka menyelimuti keluarga Muhamad Irsyad Arjuned (17) di Dusun Mernung Lor, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang yang menjadi korban Tragedi Stadion Kanjuruhan saat pertandingan antara Arema FC melawan Pesebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Pantauan di rumah duka, kalimat tahlil dan bacaan surat Al-Ikhlas terus berkumandang menunggu kedatangan jenazah.

Hingga jenazah tiba sekitar pukul 15.19 WIB dengan mobil ambulan, isak tangis dari keluarga dan teman sekolah sebayanya tak kuat dibendung oleh mereka. Terlihat air mata bercucuran keluar dari mata teman dan keluarga tak mampu melihat kenyataan harus kehilangan Irsyad Arjuned.

Diketahui, korban merupakan siswa SMK Negeri Kudu berangkat ke Malang untuk menyaksikan pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu pukul 07.00 pagi dengan mengendarai motor bersama adiknya.

Prosesi-pemakaman-Muhammad-Irsyad-Arjuned.jpgProsesi pemakaman Muhammad Irsyad Arjuned salah salah satu anggota Aremania asal Kabupaten Jombang yang meninggal akibat Tragedi Stadion Kanjuruhan.  (FOTO : Rohmadi/TIMES Indonesia)

"Sabtu malam kami mendapat kabar jika Irsyad meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang," kata Kepala Desa Sumbernongko Sumartono, Minggu (2/10/2022).

Sumartono mengatakan bahwa Irsyad memang penggemar Arema FC. Setiap tim yang berjuluk Singo Edan bertanding Isyad selalu menonton langsung ke stadion yang secara kebetulan ayah dari almarhum merupakan asli dari Malang.

"Nah, saat Arema melawan Persebaya kemarin itu, dia sudah disiapi tiket oleh pamannya. Kemudian Sabtu pagi berangkat ke Malang," terangnya.

Beruntung adik kandung dari almarhum selamat karena tidak jadi ikut nonton. Adik dari Irsyad lebih memilih untuk pergi ke keluarga yang ada di Malang ketimbang menyaksikan pertandingan sepak bola itu.

"Adiknya, tidak ikut ke stadion, dia ke rumah keluarganya yang ada di Malang," pungkasnya menceritakan kronologi korban tragedi Stadion Kanjuruhan sebelum meninggal. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES