Peristiwa Daerah

Samsul Hadi: Kampoeng Batik Jetis Bisa Jadi Wisata Edukasi di Sidoarjo

Minggu, 02 Oktober 2022 - 19:47 | 17.21k
Samsul Hadi: Kampoeng Batik Jetis Bisa Jadi Wisata Edukasi di Sidoarjo
Samsul Hadi menunjukkan hasil batik tulis karya perajin di Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo. (FOTO: Rudi Mulya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SIDOARJOKampoeng Batik Jetis yang berada di Kelurahan Jetis, Kecamatan Kota Sidoarjo memang dikenal sebagai penghasil kain batik di Kabupaten Sidoarjo. Bagaimana tidak sebagian besar warga di perkampungan tersebut berprofesi sebagai perajin atau pembuat kain batik.

Pegiat milenial Sidoarjo, Samsul Hadi di Hari Batik Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 2 Oktober mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menjadikan Kampoeng Batik Jetis sebagai tempat atau lokasi Wisata Edukasi.

Samsul-Hadi-2.jpgSamsul Hadi melihat proses pembatikan perajin di Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo. (FOTO: Rudi Mulya/TIMES Indonesia)

"Saat ini, Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kawasan pengrajin batik. Begitu pula di Kabupaten Sidoarjo, siapa yang tidak tau Kampoeng Batik Jetis , disana lah lokasi paling banyak perajin pembuat batik tulis di Sidoarjo," katanya.

"Di Hari Batik Nasional ini, saya berharap Kampoeng Batik Jetis bisa dijadikan wisata edukasi oleh Pemkab Sidoarjo," imbuh Samsul saat ditemui TIMES Indonesia di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo Minggu (2/10/2022).

Samsul yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo ini mengungkapkan jika wisata edukasi Kampoeng Batik Jetis bisa menjadi icon Pemkab Sidoarjo di Dunia Pendidikan.

Samsul-Hadi-3.jpgSamsul Hadi melihat proses pembatikan perajin di Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo. (FOTO: Rudi Mulya/TIMES Indonesia)

"Di Kampoeng Batik Jetis semuanya lengkap, ada proses menghambar, proses membatik, proses mewarnai hingga batik jadi dan layak jual. Jika dijadikan Wisata Edukasi, saya nyakin semakin mengenalkan batik kepada generas muda (pelajar red)," ungkapnya.

Di Kampoeng Batik Jetis, imbuh Samsul setiap rumah adalah lokasi pembuatan batik, bahkan di rumah-rumah perajin batik itu pula dipamerkan atau dipajang karya batik tulis mereka dan juga digunakan sebagai lokasi penjualan batik karya pengrajin Jetis.

"Di Kampoeng Batik Jetis, warga juga menjual produk batik tulisnya di rumah mereka sendiri. Lengkap kan," tambahnya.

Sejarah besar yang dimiliki Kampoeng Batik Jetis dalam perkembangan batik di Sidoarjo harus diketahui generasi muda dalam hal ini pelajar Sidoarjo.

"Sangat disayangkan jika pelajar atau siswa tidak tau atau tidak mengenal Kampoeng Batik Jetis, padahal daerah itu memiliki sejarah perkembangan batik di Kabupaten Sidoarjo," jelasnya.

Samhad sapaan akrab Samsul Hadi menjelaskan jika Batik adalah bagian dari identitas bangsa Indonesia. Ada makna dan nilai nilai spritual yang berharga dari corak batik yang dimiliki setiap daerah.

"Setiap daerah memiliki corak batik yang berbeda, memiliki filosofi yang berbeda. Oleh karena itu batik adalah bagian dari identitas bangsa Indonesia, itu lah yang harus kita sosialisasikan kepada generasi muda (pelajar red)," jelasnya.

Selain wisata edukasi si Kampoeng Batik Jetis, Samsul juga berharap dukungan penuh dari Pemkab Sidoarjo terkait pengembangan pelaku UMKM Batik di Sidoarjo.

"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih peduli terhadap para pengrajin batik dan produk batik kas Sidoarjo (UMKM red). Pemerintah Daerah harus membantu membesarkan mereka, membantu mengenalkan batik Sidoarjo ke nasional hingga dunia internasional," harapnya.

Lebih jauh Samhad menjelaskan bahwa batik selalu hadir dan berkaitan dalam setiap kegiatan masyarakat Indonesia. Bagaimana Batik telah hadir dengan segala corak, simbol, dan filosofinya dalam setiap kehidupan manusia Indonesia.

"Batik sudah menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia. Memakainya merupakan simbol kecintaan kita terhadap karya asli Indonesia (batik red) yang diakui dunia," jelasnya.

Samhad berpesan pada generasi muda agar tak hanya sekedar cinta dengan batik, namun juga harus mendalami batik secara total dengan memahami corak batik dan kekhasannya di setiap daerah.

"Dihari Batik Nasional hari ini, saya mengajak generasi muda tak hanya sekedar mencintai batik, tetapi juga harus memahami corak dan nilai nilai spiritual yang ada di dalamnya. Karena batik sebagai warisan bangsa yang adiluhung. Selamat Hari Batik Nasional," pungkas Samsul.

Diketahui, Batik Indonesia ditetapkan sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi) pada sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009 silam. Sejak itu, Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Saat ini, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kekhasan dan corak atau desain kain batik sendiri. Di setiap daerah pun juga memiliki lokasi atau daerah penghasil kain batik seperti halnya Kampoeng Batik Jetis(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES