Peristiwa Daerah Tragedi Stadion Kanjuruhan

KPI Minta Media Berhati-hati Siarkan Berita Pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan

Minggu, 02 Oktober 2022 - 07:18 | 33.00k
KPI Minta Media Berhati-hati Siarkan Berita Pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan
Gedung KPI, Jakarta. (Foto: CNN Indonesia)
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyampaikan rasa belasungkawa pada korban keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, yang terjadi usai pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Arema Malang, (1/10/2022). Kepada seluruh lembaga penyiaran, KPI juga mengingatkan untuk tidak mengeksploitasi kekerasan dalam kerusuhan tersebut, karena dikhawatirkan akan memicu meluasnya konflik antar-masyarakat. 

Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah, menyikapi kondisi terbaru di Malang. 

Menurutnya, pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI 2012 telah secara tegas menyebutkan secara rinci larangan tentang perilaku kekerasan. Di antaranya pada pasal 23 SPS KPI yang menyebut program siaran dilarang memuat adegan kekerasan secara detil.

“Jangan menampilkan kondisi korban kerusuhan, baik korban luka maupun meninggal dunia,” tegas Nuning. 

Selain itu, juga tidak mengulang-ulang tampilan visual kericuhan dan tidak menampilkan visual mayat korban kericuhan tersebut. “Kita berhadap kasus ini dapat dilokalisir dan tidak meluas,” ujar Nuning. 

Untuk itu KPI minta lembaga penyiaran berpartisipasi menjaga situasi yang kondusif di masyarakat, pasca kejadian bentrok di Malang. Salah satunya dengan tidak menampilkan opini yang membenturkan antar suporter dan antar kelompok masyarakat yang memiliki dampak terhadap meluasnya masalah.

“Kami berharap televisi dan radio tidak mengeksploitasi kondisi korban dan keluarga. Karena dalam melakukan peliputan terhadap subyek yang tertimpa musibah ini, lembaga penyiaran wajib mempertimbangkan proses pemulihan korban dan keluarga,” kata Nuning terkait tragedi Stadion Kanjuruhan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES