Pendidikan

Fintech Lending dan Payment Besutan ITTelkom Surabaya Bantu UMKM 

Kamis, 24 November 2022 - 15:21 | 12.79k
Fintech Lending dan Payment Besutan ITTelkom Surabaya Bantu UMKM 
Tim Pengabdian Masyarakat ITTelkom Surabaya saat melakukan sosialisasi website dan sistem pembayaran digital kepada UMKM binaan Telkom CDC Surabaya, Kamis (24/11/2022).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Tim Pengabdian Masyarakat ITTelkom Surabaya membuat website profiling sekaligus sistem pembayaran digital bagi UMKM binaan Telkom CDC Surabaya. 

Mereka adalah Darlin Aulia, Caesareano Lafado Yesa, S.M.B, M.M selaku dosen prodi bisnis digital serta tiga mahasiswa yaitu Tsalits Agnita Ulfatun Nisa, Gadis Artha Mevia Eka Agusty, dan Nada' Alfi Nabila Tsabita Imtiyaz.  

Sosialisasi website dan sistem pembayaran digital tersebut menyasar pelaku UMKM sektor makanan dan minuman (food and beverage), fashion, dan kerajinan tangan. 

"Kategori tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut jika nanti ke depannya UMKM binaan Telkom CDC mengembangkan jenis usaha yang lebih banyak lagi," terang Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITTelkom Surabaya,  Darlin Aulia, Kamis (24/11/2022). 

Dosen Prodi Bisnis Digital ITTelkom Surabaya tersebut menambahkan, pembuatan website sekaligus sistem pembayaran digital yang dikenalkan ini dikerjakan kurang lebih selama 6 bulan. 

Karena, website ini mempermudah UMKM binaan CDC Telkom Surabaya untuk mempromosikan produknya sehingga bisa langsung terhubung dnegan penjual dan media sosial lainnya. Darlin Aulia berharap website tersebut bisa menjadi langkah awal digitalisasi UMKM.

"Adanya website dan pengenalan sistem pembayaran digital ke UMKM binaan CDC Telkom bisa menjadi langkah awal untuk lebih mengenalkan produk-produk merka ke masyarakat yang lebih luas, sehingga bisa meningkatkan penjualan dan akhirnya bisa melakukan diversifikasi produk lainnya," ucap Darlin Aulia.

Koordinator UMKM binaan CDC Telkom, Adyar mengatakan, saat ini UMKM binaan CDC Telkom masih menggunakan media sosial yang terbatas dan belum memiliki tempat khusus untuk mempromosikan produknya dan masih terbatas promosi dari mulut ke mulut. 

Fintech-Lending-2.jpg

Hanya beberapa UMKM yang sudah menggunakan platform perdagangan digital seperti Shopee dan Tokopedia, tetapi masih tidak aktif setiap harinya. 

"Pembayaran juga masih terbatas dilakukan secara tunai atau melalui transfer rekening," tandasnya. 

Sementara itu, kondisi UMKM di Indonesia pada masa pandemi ini dinilai cukup memprihatinkan, bahkan menurut Organization for Economic Co-operation dan Development (OECD) memperkirakan setelah September 2020, hampir separuh UMKM akan mengalami krisis atau gulung tikar. 

Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia UKMM menjadi sektor usaha di Indonesia yang mencapai rasio 99 persen, di mana serapan tenaga kerja pada UMKM mencapai 97 persen (Kementerian Koperasi dan UMKM). 

Selaras dengan kebijakan Presiden Joko Widodo, pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah merupakan bagian integral ekonomi rakyat yang memiliki peran sentral dan strategis bagi peningkatan perekonomian negara sesuai Pasal 5 UU No. 20 tahun 2008.

Berdasarkan kondisi seperti tersebut, sulit bagi UMKM untuk dapat berkembang baik dari sisi produksi, pemasaran, dan sistem administrasi serta sulit untuk penambahan modal melalui kredit yang disediakan oleh bank pemerintah dan bank swasta.

Faktor kunci keberhasilan sebuah UMKM ditentukan oleh promosi, branding, minat berwirausaha dan jaringan yang kuat baik dengan sesama UMKM, mitra perguruan tinggi maupun pemerintah. Demikian catatan Aris dan Ihwan yang terbit pada 2016.

Perguruan tinggi salah satu faktor keberhasilan UMKM dalam hal kemitraan mempunyai peran penting dalam memberikan pendampingan yang bersifat pemberian pelatihan-pelatihan kepada UMKM. 

Pelatihan atau training dapat dijadikan sebagai kekuatan untuk dapat bersaing dengan memaksimalkan potensi yang ada serta menciptakan menciptakan inovasi yang baru sesuai publikasi Ardiana. Indiarto dan Saifudin pada 2018.

“Ketika suatu bisnis dijalankan, berbagai upaya untuk meningkatkan penjualan perlu dilakukan salah satunya dengan digital branding yang menarik melalui website," jelas Darlin Aulia, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat sekaligus Dosen Prodi Bisnis Digital ITTelkom Surabaya. 

Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat ITTelkom Surabaya membuat website profiling sekaligus sistem pembayaran digital bagi UMKM binaan Telkom CDC Surabaya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES