Pendidikan UIN Malang

Mahasiswa UIN Maliki Malang Menang Lomba Internasional Berkat Ekstrak Daun Sirsak Anti Hipertensi

Kamis, 03 November 2022 - 11:48 | 22.80k
Mahasiswa UIN Maliki Malang Menang Lomba Internasional Berkat Ekstrak Daun Sirsak Anti Hipertensi
Mahasiswa UIN Malang yang mendapatkan gold medal dalam ajang Indonesia Inventors Day 2022 (Instagram: Sasing, uinmalang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa UIN Maliki Malang (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang), memperoleh gold medal pada ajang Indonesia Inventors Day 2022 yang diselenggarakan oleh INNOPA (Indonesia Invention and Innovation Promotion Association).

Mahasiswa UIN Maliki Malang ini meraih penghargaan berkat penelitian daun sirsak sebagai obat anti hipertensi yang masuk dalam kategori Medicine and Pharmacy.

Ada empat mahasiswa UIN Maliki Malang yang masuk dalam tim untuk lomba yang digelar di Universitas Udayana Bali ini. Mereka adalah Fifi Alayda Yahya dan Alfin Samah jurusan Farmasi, Noor Roziq jurusan Kedokteran, dan Putrianti Viola jurusan Sastra Inggris. 

Fifi Alayda ketua tim, mengatakan, daun sirsak sebagai obat anti hipertensi yang masuk dalam kategori Medicine and Pharmacy. Inovasinya ini unggul dari berbagai peserta asal kampus dunia, seperti Rusia, Mesir, Thailand, Malaysia, Uzbekistan dan tim dari Indonesia lainnya. Total ada sekitar 202 tim offline dan 150 tim online yang mengikuti lomba internasional ini.

“Kami bikin inovasi Cloveytens, Nutraceutical food yang berfungsi sebagai obat anti hipertensi yang terbuat dari daun sirsak yang diekstrak menggunakan ethanol untuk memperoleh kandungan phenol dan flavonoidnya,” terang Putri, Selasa (1/10/2022).

Produk Nutraceutical food ini berasal dari bahan daun sirsak yang diekstrak sebagai terapi preventif dan rehabilitative untuk antihipertensi. Clovytens diformulasikan dalam bentuk jelly sticks agar mudah dikonsumsi oleh semua usia dan semua kalangan setiap harinya untuk membantu mengontrol tekanan darah.

Fifi mahasiswa program studi Farmasi UIN Maliki Malang ini menjelaskan, karena adanya efek samping obat terhadap terapi jangka panjang hipertensi yang menyebabkan penurunan kepatuhan pasien, maka diperlukan terapi alternatif yang aman dalam jangka panjang sebagai Langkah preventif dan rehabilitatif.

“Kami memilih bahan alam berupa daun sirsak karena bahan alam memiliki keamanan yang jauh lebih tinggi dengan efek samping yang sangat minim jika diformulasikan dalam dosis yang tepat,” kata dia.

Inovasi tim ini berasal dari pengalaman empiris ketua tim yang salah satu keluarganya terkena hipertensi dan selalu dibuatkan air rebusan daun sirsak. Setelah itu,  mereka mulai meneliti kandungan yang terdapat dalam daun sirsak ini dan diformulasikan dalam bentuk nutraceutical food agar lebih modern dan dapat dikonsumsi dengan mudah sebagai food based therapy.

“Harapannya, mahasiswa harus lebih pro aktif dalam event-event internasional yang lain sembari mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan,” tutur Dekan Fakultas Humaniora Dr. M. Faisol, M.Ag. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES