Pemerintahan

DPRD Kabupaten Probolinggo Angkat Bicara Soal Seleksi Jabatan Sekda

Selasa, 08 November 2022 - 18:18 | 14.19k
DPRD Kabupaten Probolinggo Angkat Bicara Soal Seleksi Jabatan Sekda
Ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo. (Dokumen/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sekretaris daerah atau Sekda Kabupaten Probolinggo, mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Probolinggo. Legislatif akan turut andil memantau progres tahapan seleksi sekda tersebut.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jatikusuma menyampaikan, dalam proses pembentukan hingga penetapan seleksi jabatan sekda ini, pihaknya mengingatkan agar jangan sampai ada aroma transaksional sedikit saja. Baik berbau materi maupun non materi.

"Transaksional itu kan multitafsir. Jadi bukan hanya yang bersifat materi, bisa jadi dijanjikan ini dan itu. Jadi harus betul-betul murni hasil assessment dan kejujuran," paparnya, Selasa (8/11/2022).

Jika nantinya sesuatu yang dimaksud itu terjadi, menurutnya, bakal berimbas dan akan melahirkan masalah. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Pastinya, imbas itu terjadi pada roda pemerintahan.

Oka menyebutkan, panitia seleksi yang saat ini telah menjalankan tugasnya, harus melakukannya dengan jujur sesuai aturan yang berlaku. Pihaknya pun tak akan tinggal diam, sejumlah legislator atau anggota dewan akan juga turut melakukan pemantauan atau memonitor setiap tahapan dalam seleksi tersebut.

"Terkait dengan siapa saja yang sudah mendaftar, prosesnya sudah sampai sejauh apa. Kita akan monitor. Termasuk tim panselnya juga akan kita monitor, bagaimana progresnya yang sudah berjalan," jelasnya.

Ia mengingatkan, seleksi sekda saat ini bisa di ikuti oleh siapa saja, sehingga jabatan sekda tidak menutup kemungkinan ditempati oleh orang luar Probolinggo. "Harapannya tetap putra daerah. Agar bisa mudah menjalankan roda pemerintahan yang dijabatnya," kata Oka.

Politisi dari Partai Golkar itu berharap, sosok sekda yang terpilih nanti tidak memiliki trauma tersendiri. Sehingga nantinya dapat menjalankan roda pemerintahan yang bagus. 

"Karena saat ini masih ada orang yang masih belum bisa move on, tidak terlepas dari masa lalu. Harapannya yang terpilih tidak memiliki trauma masa lalu," kata dia.

Menurutnya, posisi sekda ini adalah jabatan tertinggi non politis di pemerintahan daerah. Ia mengibaratkan, bila presidennya adalah bupati, sekda adalah jenderalnya. Sehingga, posisi sekda sangat vital dalam tata kepemerintahan. Jabatan itu juga bisa menjadi penghubung antara eksekutif dan legislatif.

"Jadi hubungan harmonis antara eksekutif dengan legislatif tergantung dari sekdanya. Apabila sekda yang terpilih tidak cocok nanti, eksekutif dan legislatif akan timpang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono, bakal mengakhiri masa pengabdiannya pada akhir bulan Desember 2022 mendatang. Untuk itu, Pemkab Probolinggo mulai melakukan seleksi sekda secara terbuka untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut, sejak Senin (7/11/2022).

Pelaksanaan seleksi terbuka itu tertuang dalam surat nomor: 02 /PANSEL-JPT-SEKDA.PROB-KAB/2022, yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Indah Wahyuni.

Seleksi tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Kesempatan itu diberikan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo yang berminat dan memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta pada Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekeretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Probolinggo Tahun 2022. Tentunya tetap dalam pengawasan DPRD Kabupaten Probolinggo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES