Pemerintahan

Inilah Program Kerakyatan di Pangandaran dalam Satu Dasa Warsa

Kamis, 27 Oktober 2022 - 22:11 | 17.87k
Inilah Program Kerakyatan di Pangandaran dalam Satu Dasa Warsa
Bupati Kabupaten Pangandaran sedang memaparkan program kerakyatan di Pangandaran. (FOTO: Syamsul Ma'arif/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PANGANDARAN – Pada satu dasa warsa atau sepuluh tahun Kabupaten Pangandaran telah berhasil melaksanakan beberapa program kerakyatan.

Program kerakyatan tersebut antara lain bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Pada tahun 2020 dan 2021 Pemerintah Daerah telah memberikan beasiswa kepada sekitar 435 Mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Pangandaran untuk mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi.

Selain itu juga Pemerintah Daerah telah menjalin kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi antara lain, ITB, UGM, UNPAD, UPI, UNSOED, UIN, Universitas Brawijaya, UNLA dan Perguruan Tinggi lainnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan, sehingga lebih banyak masyarakat yang melanjutkan pendidikan sampai Perguruan Tinggi.

"Pembangunan kualitas SDM tentu tidak hanya berfokus pada peserta didik, namun juga yang tidak boleh luput dari perhatian adalah kualitas tenaga pendidiknya," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Kamis (27/10/2022).

Pada tahun 2021 Pemerintah Daerah telah melaksanakan peningkatan kapasitas kompetensi bagi 1.000 guru SD dan SMP melalui penerapan didactical design research atau metode untuk mengantisipasi serta menghilangkan hambatan belajar.

"Masih ada beberapa program lain diantaranya pelatihan, pembinaan dan seminar yang diikuti oleh 2.125 guru lintas satuan pendidikan yang dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2022," tambah Jeje.

Jeje juga menjelaskan, ada workshop guru dan Kepala Sekolah tentang implementasi model pelatihan guru asia melalui transcript based lesson analysis.

Beberapa capaian prestasi dan penghargaan yang diraih oleh Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pangandaran di bidang pendidikan dan olahraga juga banyak yang diraih.

Kabupaten Pangandaran juga menjadi pemenang kegiatan pengutamaan bahasa negara di ruang publik tahun 2022 dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

Disamping itu juga meraih penghargaan anugerah kawistara atau Pemerintah Daerah paling konsisten mendukung perlindungan dan pembinaan kebahasaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Masih ada capaian prestasi dari sekitar 37 kategori yang diraih oleh perwakilan Kabupaten Pangandaran baik dalam kejuaraan tingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional.

"Untuk bidang kesehatan masyarakat, pada tahun ini 73 Desa di Pangandaran sudah dinyatakan sebagai Desa yang terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan atau open defecation free," tutur Jeje.

Perilaku buang air besar sembarangan perlu jadi perhatian khusus bersama karena permasalahan itu tidak hanya menjadi domain Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Pelaksanaannya perlu dukungan, komitmen dan peran serta dari seluruh lapisan masyarakat sebab harus disadari, apabila sanitasi lingkungan buruk, maka akan merugikan diri sendiri, lingkungan dan orang lain.

"Komitmen untuk tidak buang air besar sembarangan harus betul-betul kita laksanakan," sambung Jeje.

Jeje menargetkan, 2022 jumlah Desa ODF terus bertambah dan menjadi momentum penerapan sanitasi total di seluruh Desa se Kabupaten Pangandaran.

Sedangkan bidang infrastruktur, terdapat beberapa program yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat salah satunya adalah pembangunan jalan lintas pesisir.

"Keberadaan infrastruktur tersebut disamping memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata, juga mempercepat dan meningkatkan efisiensi arus mobilitas barang dan orang sehingga dapat menciptakan multiplier effect bagi kemajuan perekonomian setempat," tutur Jeje.

Tahun 2022 Pemerintah Daerah Pangandaran sedang mengerjakan sekitar 7 program pembangunan infrastruktur jalan yang diantaranya pembangunan jembatan muara Citonjong, pembangunan jalan lintas pesisir Cikembulan-Batu Hiu dan pembangunan jalan lintas pesisir ruas Batu Karas-Madasari.

"Pembangunan infrastruktur ini harus kita dukung bersama, karena tanpa adanya infrastruktur yang memadai, kemajuan dan pertumbuhan perekonomian daerah akan sulit dicapai," terang Jeje.

Sedangkan bidang perizinan berusaha, Pemerintah Daerah menerima penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan investasi terbaik ketiga se-Jawa Barat.

Sejumlah penghargaan yang diraih menunjukan eksistensi Kabupaten Pangandaran sebagai daerah yang ingin terus berbenah dan menata masa depan yang lebih baik.

Investasi merupakan salah satu cara bagi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. karena dengan adanya investasi, maka akan tercipta lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk senantiasa menyederhanakan proses birokrasi dan mengajak para investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Pangandaran sepanjang tidak bertentangan dengan nilai agama dan kebudayaan masyarakat," pungkas Jeje. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES