Olahraga Tragedi Stadion Kanjuruhan

Forum Komunikasi Supporter Indonesia Minta Kapolri Usut Tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan

Minggu, 02 Oktober 2022 - 12:35 | 33.16k
Forum Komunikasi Supporter Indonesia Minta Kapolri Usut Tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan
Kondisi Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Forum Komunikasi Supporter Indonesia (FKSI), Richard Achmad Supriyanto menyampaikan bela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi setelah laga pertandingan sepakbola Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022).

Menurutnya, pertandingan berjalan lancar hingga usai. Tragedi Stadion Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan usai, dimana terdapat supporter memasuki lapangan dan kemudian di tindak oleh aparat keamanan.

Richard-Achmad-Supriyanto.jpgKetua Forum Komunikasi Supporter Indonesia (FKSI), Richard Achmad Supriyanto. (FOTO: instagram Richard Achmad Supriyanto) 

"Ketika situasi supporter makin banyak di lapangan kemudian aparat keamanan dalam hal ini kepolisian menembaki gas air mata ke penonton," ucap Richard Achmad Supriyanto dalam keterangan persnya yang diterima TIMES Indonesia, Minggu (2/10/2022).

Selain itu, Richard sapaan akrab Ketua Forum Komunikasi Supporter Indonesia, menduga bahwa bertanding pada jam malam juga harus menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan penonton maupun perangkat pertandingan di dalamnya baik sebelum ataupun sesudah pertandingan harus diperhatikan.

Atas hal tersebut, mantan Ketua Jakmania ini menyatakan sikap Forum Komunikasi Supporter Indonesia yaitu mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap penangan supporter dengan tidak mengindahkan berbagai peraturan.

"Mendesak Kapolri agar menindak tegas serta mengusut tuntas Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan," tegas Richard.

Selain itu, Richard juga mendesak Negara agar mengevaluasi para pihak yang terkait dan terlibat dalam tragedi Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan jatuh korban ratusan korban jiwa.

"Mendesak DPR RI, KOMPOLNAS untuk mengevaluasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia dalam penanganan supporter," kata Richard.

Richard juga mendesak Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) untuk bertanggung jawab serta mengevaluasi kinerja PSSl.

"Kami mendesak evaluasi LlB (Liga Indonesia Baru) dan PSSl harus bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan dan untuk perbaikan sepak bola Indonesia," bebernya.

Terakhir mendesak Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah agar ikut bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa serta luka-luka dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.

Sebelumnya Presiden RI Jokowi juga telah menyampaikan beberapa instruksi yang harus dijalankan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Kepada Menpora, Kapolri dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya," beber Presiden dalam keterangan persnya melalui video Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (2/10/2022).

Presiden juga menginstruksikan Kapolri untuk mengusut secara tuntas peristiwa tragedi Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan meninggalnya 129 orang.

"Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," tegas Presiden.

"Saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," sambungnya.

Presiden juga telah menginstruksikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memonitor secara khusus pelayanan medis untuk seluruh korban tragedi Stadion Kanjuruhan.

"Saya telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik," tutur Presiden Joko Widodo.

Presiden berharap tragedi Stadion Kanjuruhan adalah tragedi terakhir sepak bola yang terjadi di Indonesia. "Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini dimasa yang akan datang. Sportivitas, rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama," harapnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES