Olahraga Tragedi Stadion Kanjuruhan

Tragedi Stadion Kanjuruhan, PSSI Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban Aremania

Minggu, 02 Oktober 2022 - 02:39 | 51.65k
Tragedi Stadion Kanjuruhan, PSSI Belum Bisa Pastikan Jumlah Korban Aremania
Aremania turun ke lapangan setelah kecewa timnya mengalami kekalahan atas Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. Sabtu (1/10/2022). (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, MALANG – Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyatakan belum mendapatkan laporan resmi mengenai berapa jumlah korban terkait tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, usai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. 

Yunus Nusi menyatakan PSSI segera membentuk tim untuk menuju ke Malang.

"Kami masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan tentu laporan dari Kepolisian. Namun, dari tayangan video di media sosial yang sudah tersebar di mana-mana terlihat ada kerusuhan setelah wasit meniup peluit panjang. Sekali lagi kami masih menunggu laporan apakah ada korban atau tidak," ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi dikutip laman PSSI, Minggu (02/10/2022) dini hari. 

Yunus Nusi menambahkan, PSSI akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mengecam kerusuhan yang terjadi.

Yunus-Nusi.jpgSekjen PSSI, Yunus Nusi (Foto: pssi)

"PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Aremania, suporter Arema FC turun ke lapangan usai timnya kalah 2-3 dari Persebaya. Saat itu, polisi mencoba meredakan kerusuhan dengan menembakkan gas air mata.

Puluhan suporter yang terluka dibawa ke rumah sakit Wafa Husada di Kepanjen. Adapun korban meninggal dilaporkan mencapai puluhan orang. 

Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi pihak kepolisian dan panpel Arema FC terkait tragedi Stadion Kanjuruhan, setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES