News Commerce

Cerita Sukses Bisnis Event Organizer dari Bandung

Senin, 26 September 2022 - 15:04 | 20.00k
Cerita Sukses Bisnis Event Organizer dari Bandung
Dra. Hj. Ellya pemilik Studi Puri Hamdani, Bandung. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Kreatif, energik, supel, dan selalu membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, adalah kesan yang ditangkap dari sosok Ibu Dra. Hj. Ellya. Pemilik bisnis Event Organizer (EO) Studio Puri Hamdani (SPH) di Bandung ini sudah lama malang melintang di dunia penyelenggaraan acara. 

Beragam kegiatan yang diselenggarakan di Bandung, terbukti sukses digelar dari “tangan dingin” Hj. Ellya. Beragam perhelatan besar dengan mengundang banyak massa berhasil dilaksanakan. Hal tersebut banyak menuai pujian dari mitra ataupun masyarakat. Tak heran bila Ellya pernah terpilih sebagai pemilik bisnis Event Organizer terbaik se-Kota Bandung. 

Ya, Studio Puri Hamdani yang berlokasi di Jalan Logam Buah Batu, Bandung juga menjadi tempat produksi kreativitas binaan bisnis event organizer Hj. Ellya. Studio berdiri sejak 1999 ini juga memiliki berbagai kelas, di antaranya dance academy, show performance, dan agency talent. Tak sedikit anak-anak didiknya menjadi juara di berbagai bidang, baik itu sebagai model, penari dan lain sebagainya. Hj. Ellya pun dikenal sebagai wanita yang aktif di berbagai kegiatan, mulai dari tari hingga komunitas sepeda.

Studi-Puri-Hamdani-b0934ba7e46bf4e03.jpgAktivitas pameran masyarakat yang digelar Dra. Hj. Ellya. (Foto: Dokumen pribadi)

”Saya juga pernah ikut touring sepeda dari Bandung ke Bogor,” ungkap pemilik bisnis event organizer Hj. Ellya menceritakan segudang aktivitasnya.   

Terakhir ini, Hj. Ellya juga menggagas suatu kegiatan cukup besar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Bandung ke-212. Pada perhelatan yang digelar di kawasan Ujung Berung Bandung tersebut, Hj. Ellya melibatkan tim penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan keluarga) se-Kecamatan Ujung Berung Bandung. 

“Acara pada 25 September 2022 kemarin, dalam rangka ikut memeriahkan Hari Jadi Kota Bandung yang ke-212. Saya mengajak ibu-ibu PKK Kecamatan Ujung Berung Bandung, tanpa ada sponsor sama sekali. Tidak ada budget dari pihak lain untuk penyelenggaraan acara ini. Acara ini dibaut satu hari saja. Acara yang benar-benar tanpa modal, tanpa ibu-ibu PKK tampak bersemangat,” papar Hj. Ellya dengan antusias.

Meski tanpa modal, Hj. Elly yakin dengan banyaknya dukungan dari berbagai komunitas serta jaringan dan relasinya, acara tersebut akhirnya dapat terselenggara dengan baik.

“Banyak dukungan dari berbagai pihak dan komunitas. Banyak yang enggan dibayar, tapi mau ikut memeriahkan acara. Yang penting, mereka para seniman ini diberikan wadah untuk berkreasi,” jelasnya.

Faktor kedekatan yang baik dan jaringan relasi yang sangat luas tersebut membuat Hj Ellya tidak kesulitan untuk menyelenggarakan sebuah acara. Terbiasa menyelenggarakan sebuah acara juga tak membuat Hj.Ellya kelabakan meski dengan waktu dan persiapan yang mepet. Dengan pendekatan yang baik, para relasi pun justru memberi respek yang positif pada Hj Ellya dan mau terlibat dalam kegiatan meski tanpa ada sponsor yang membiayai acara tersebut.

“Menjalin persaudaraan sangat penting. Uang bisa dicari tetapi kalau saudara hilang, susah diganti,” jelasnya.

Selain memiliki relasi dan jaringan yang luas dengan para seniman di Kota Bandung khususnya, dan di Jawa Barat pada umumnya, Hj. Ellya juga memiliki kenalan yang banyak dengan para komunitas. Salah satunya, komunitas sepeda di Bandung.

“Komunitas gowes se-Kota Bandung hadir pada acara tersebut, kemudian Limbad Kawe, yang pernah meraih mirip artis di televisi juga memeriahkan acara. Ada juga atraksi free style BMX, rampak Jaipong, dan lain sebagainya,” jelasnya dengan semangat. 

Ide-ide kreatif lainnya juga diimplementasi dalam kegiatan nyata. Misalnya, program atau bursa jual beli kebutuhan pangan yang terjangkau, tukar-tambah sepeda murah dan lain sebagainya. Ia membuat program tersebut agar orang-orang yang bosan dengan sepeda lama, bisa ditukar tambah.

“Atau, jika ada yang mau jual sepedanya, tidak menjual dengan harga sesuai pasaran, tetapi jauh lebih murah, tidak untuk dikomersilkan tujuannya. Ada sekitar 30-50 sepeda murah yang bergabung. Sehingga, mereka yang membutuhkan sepeda bisa membeli dengan harga sangat terjangkau,” ucap Hj.Ellya yang juga istri dari Camat Ujungberung, Bandung.

Tidak hanya program hiburan, program sosial dan terkait keagamaan pun menjadi hal yang diperhatikannya. Misalnya, aksi bagi-bagi mukena, sajadah dan lainnya yang disebarkan ke berbagai tempat pelosok. Selain itu, pembagian sembako untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi banyak hal yang bisa dilakukan dari berbagai aspek, baik terkait hiburan, sosial, ibadah, dan lainnya,” papar Hj. Ellya.

Program lainnya yang dilakukan adalah babelapak, yaitu menjual baju bekas layak pakai. Baju-baju tersebut dikumpulkan dari warga sekitar atau para ASN yang mau menyedekahkan pakaiannya.

“Silakan bergabung dalam program tersebut. Baju-baju bekas layak pakai tersebut akan dijual dengan harga Rp2.000 dan hasil penjualan pun, disumbangkan kepada kader PKK yang membutuhkan. Jadi, semua bisa mendapatkan kebaikan dari semua program yang dilaksanakan,” paparnya.

Pemilik bisnis Event Organizer Studio Puri Hamdani, Hj. Ellya yakin bahwa bila kegiatan atau acara yang digelar selain untuk kemeriahan dan hiburan, namun bila disertai dengan kegiatan amal pastinya akan menebar lebih banyak kebaikan dan manfaat bagi banyak orang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES