Metatimes

NFT Gundala dan Sri Asih Langsung Ludes Diserbu Kolektor

Selasa, 21 Desember 2021 - 17:03 | 60.42k
NFT Gundala dan Sri Asih Langsung Ludes Diserbu Kolektor
NFT Gundala dan Sri Asih yang diluncurkan oleh Bumi Langit universe. (Foto: Katadata/Amelia Yesidora)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Karya seni digital berbasis teknologi blockchain atau Non-Fungible Token (NFT) di mulai digemari masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari ludesnya, NFT perdana dengan karakter Gundala dan Sri Asih.

NFT karakter Gundala dan Sri Asih merupakan, diluncurkan oleh perusahaan gabungan PT Digital Mediatama Maxima Tbk dan PT Bumilangit Entertainment, PT Bumilangit Digital Mediatama (BLDX) pada Selasa (20/12/2021).

Tidak sampai satu jam, setelah diluncurkan NFT dengan karakter Gundala batch pertama yakni sebanyak 46 unit langsung terjual habis diserbu para kolektor. Hal ini pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Direktur BLDX, Budiasto Kusuma.

"Ini menjadi kebanggaan buat kami sebagai pelestari aset karya anak bangsa, superhero dari bangsa kita sendiri, untuk kita amankan menjadi aset digital mengikuti tren yang ada saat ini," kata Budiasto Kusuma di Jakarta, Selasa (21/12/2021).

NFT Bumilangit memiliki tampilan Gundala dan Sri Asih versi komik legendaris Indonesia dan dihadirkan dalam bentuk video, gif, atau image, dengan berbagai pose superhero yang menarik.

Hal ini membuat NFT Bumilangit sebagai barang koleksi digital dan masyarakat yang sudah memiliki asset crypto berupa Etherium dapat segera membelinya di www.bumilangitdigital.com/nft.

Budi menambahkan, NFT Bumilangit yang diterbitkan tersedia dalam jumlah terbatas, yaitu 356 unit untuk karakter Gundala dan 381 unit untuk karakter Sri Asih. 

Sementara peluncurannya dilakukan secara bertahap yakni setiap dua minggu dengan 100-150 unit NFT. Adapun untuk batch pertama yang diluncurkan hari ini adalah 46 unit karakter Gundala dan 55 unit karakter Sri Asih. 

Menurut Budi, peluncuran secara bertahap itu dilakukan untuk menjaga daya tarik konsumen dan mencegah terjadinya tindakan-tindakan yang tidak bisa diatasi di masa depan.

"Ini kan asetnya sangat berharga, ya. Jadi kita perlu jaga alur launching-nya dengan baik," ujar Budi.

Sementara itu, saat diwawancarai secara terpisah, Agung Rachmawan selaku VP Licensing & Merchandising Bumilangit Entertainment menjelaskan, pemilihan karakter Gundala dan Sri Asih sebagai NFT perdana Bumilangit bukan tanpa alasan.

"Bumilangit Universe itu mengangkat Gundala sebagai patriot kita yang pertama yang rilis pada 2019 dan tahun ini bertepatan dengan anniversary Gundala yang kedua," kata Agung.

Sedangkan karakter Sri Asih adalah karakter superhero pertama, menggambarkan tokoh wanita indonesia yang ideal, santun, tegas, dan membela kebenaran," lanjut dia.

Menurut dia, hadirnya karakter Bumilangit dalam bentuk NFT merupakan bukti bahwa karya bangsa Indonesia dapat beradaptasi dengan teknologi terbaru.

Terlebih, Budi berpendapat, Indonesia memiliki populasi anak muda yang sangat banyak yang dapat mengadopsi teknologi digital dengan mudah. 

Di tambah lagi, di tengah situasi pandemi, seluruh sektor termasuk dunia hiburan harus siap menghadapi era digital.

"Di luar itu, ada 1200 superhero lain. Kita lihat kalau hanya berjalan di era konvensional kan sayang sekali. Jadi inisiatif ini untuk mengembangkan lebih lanjut lagi di infrastruktur digitalnya. Mulai dari infrastruktur di antaranya games, komik digital, dan yang terbaru ini NFT," ujar Budi.

Dia menambahkan, NFT tersebut akan menjadi cikal bakal aset digital yang dapat dipakai ke dalam ekosistem digital Bumilangit.

Seperti yang diketahui, tiap konten dari NFT Bumilangit, karakter Gundala dan Sri Asih akan menjadi hak milik untuk setiap pembeli dengan autentifikasi menggunakan teknologi blockchain. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES