Kuliner

Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya

Jumat, 30 September 2022 - 06:04 | 51.95k
Hangatkan Tubuh dengan Peuyeum Bandung, Yuk Rasakan Nikmatnya
Peuyeum Bandung bermanfaat menghangatkan tubuh. (Foto: Instagram/@peuyeumpuwan)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar Peuyeum? Hmm, ya makanan khas Bandung ini sudah sangat terkenal. Peuyeum Bandung memiliki banyak penikmat baik dari dalam ataupun luar Kota Bandung. 

Peuyeum merupakan olahan singkong yang difermentasi dan memiliki cita rasa yang khas.

Peuyeum-Bandung-b54ff1a6c0078aca7.jpgPeuyeum Bandung kaya akan zat gizi. (Foto: Instagram/@peuyeumpuwan)

Peuyeum selain sebagai salah satu camilan khas Bandung juga diyakini dapat menghangatkan tubuh. Apalagi Bandung terkenal dengan cuacanya yang dingin. Ragi sebagai bahan fermentasi yang menimbulkan efek hangat pada tubuh setelah menyantap peuyeum.

Peuyeum Kaya Vitamin

Selain rasanya yang legit dan membuat badan hangat, ternyata peuyeum Bandung ini kaya akan manfaat lainnya. Proses fermentasi yang terjadi di pembuatan peuyeum ini mengandung berbagai jenis mikroorganisme yang dapat meningkatkan produksi Vitamin B12. 

Nah, vitamin itu dipercaya dapat membantu mengoptimalkan produksi sel darah merah. Sehingga, cocok sekali dikonsumsi bagi seseorang yang anemia.

Selain itu, manfaat yang dihasilkan dari fermentasi peuyeum ini juga ternyata mengandung cairan probiotik. Zat ini sangat ampuh membunuh bakteri-bakteri jahat yang ada di dalam saluran pencernaan.

Selain itu, peuyeum Bandung diyakini untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memproteksi diri dari racun.

Peuyeum Turunkan Berat Badan

Untuk Anda yang berencana menurunkan berat badan, peuyeum Bandung juga cocok banget masuk ke dalam daftar makanan yang wajib dikonsumsi.  Makanan rendah lemak dan tinggi akan karbohidrat dan serat ini dapat membuat organ pencernaan bekerja dengan baik.

Lalu, bagaimana ceritanya asal-usul peuyeum ini?  Konon, peuyeum sebagai pengganti nasi yang pada zaman dahulu masih langka ditemukan.

Singkong sebagai dasar pembuatan peuyeum memang sejak zaman penjajahan sudah dikenal oleh masyarakat Bandung sebagai pengganti nasi yang kala itu sangat sulit diperoleh. 

Kemudian, asal mula keberadaan kuliner tradisional peuyeum di Bandung yaitu dari Kecamatan Cimenyan (Kabupaten Bandung).

Produksi singkong yang berlimpah terkadang membuat sebagian yang belum dikonsumsi atau diolah menjadi busuk. Antisipasi agar jangan sampai busuk salah satunya adalah melalui upaya pengolahan dan pengawetan singkong. 

Peuyem Sudah Ada Sejak Tahun 1800

Peuyeum-Bandung-c3133294b0415b964.jpgPeuyeum Bandung banyak ditemui sebagai oleh-oleh. (Foto: Instagram/@peuyeumpuwan)

Di Cimenyan, pengolahan singkong dilakukan melalui proses fermentasi menggunakan bahan ragi. Dari hasil olahan tersebut dihasilkan kuliner yang dikenal dengan nama peuyeum. Proses pengawetan tersebut telah berlangsung cukup lama, yaitu sudah sejak tahun 1800-an. 

Kualitas singkong yang diproses sedemikian rupa membuat peuyeum Cimenyan dikenal dengan kelezatannya tidak saja oleh warga sekitar tetapi juga sudah sudah meluas hingga ke Kota Bandung dan beberapa kota di Provinsi Jawa Barat. 

Animo pembeli yang cukup tinggi membuat industri Peuyeum semakin berkembang. Hingga tahun 1950-an, jumlah pengrajin peuyeum di Kecamatan Cimenyan mencapai 200 orang. 

Cara Membuat Peuyeum

Lalu bagaimana cara membuat peuyeum ini?  Proses pembuatan Peuyeum cukup mudah. Bahan yang dibutuhkan hanyalah singkong, air, dan ragi. Proses pertama adalah mengupas kulit singkong, kemudian dicuci bersih.

Biasanya, singkong untuk membuat peuyeum adalah singkong utuh yang hanya dipotong pada bagian ujung atas dan bawah saja. Setelah bersih semua, singkong kemudian direndam sebentar lalu ditaruh dalam 3 dandang berisi air untuk direbus sebanyak dua kali hingga setengah matang.

Rebusan pertama selama 1,5 jam, sedang yang kedua selama 1 jam. Selesai direbus, singkong ditiriskan kemudian ditaburi ragi.

Singkong yang sudah diberi ragi disusun dalam keranjang bambu yang diberi alas daun pisang. Diamkan selama 2-3 hari hingga proses fermentasi selesai dan menghasilkan Peuyeum yang manis serta empuk (namun tidak lembek).

Peuyeum untuk Oleh-oleh

Dulu, para penjual peuyeum bandung ini berjualan dengan cara berkeliling, tapi sekarang sudah banyak juga gerobak atau ‘outlet’ yang menjual makanan khas Bandung ini. Jadi, tak usah khawatir bagi para pendatang yang sedang atau akan bertandang ke Bandung jika ingin membawa buah tangan makanan yang menggoyangkan lidah ini. 

Hingga saat ini, Peuyeum Bandung biasa dikirim ke kota-kota lainnya seperti Garut, Cianjur dan lainnya untuk diperjualbelikan sebagian besar sebagai oleh-oleh dan sebagai bahan utama untuk membuat kuliner colenak (dicocol enak).

Jadi, siapa nih yang belum pernah mencicipi peuyeum Bandung? Kalau belum, yuk masukkan makanan khas Bandung ini dalam daftar wajib coba. Saat memakannya, Anda akan mendapatkan dua manfaat sekaligus, badan terasa hangat dan kaya akan zat gizi. Selamat mencoba. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES