Kopi TIMES

Transformasi Teknologi Pendidikan Indonesia

Jumat, 11 November 2022 - 17:37 | 22.02k
Transformasi Teknologi Pendidikan Indonesia
M. AMINUDIN, Peneliti senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) Staf Ahli Pusat Pengkajian MPRRI tahun 2005/ Staf Ahli DPRRI 2008/Tim Ahli DPD RI 2013.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Times Indonesia  pada pertengahan tahun 2022 ini melansir berita Universitas Islam Malang (Unisma Malang) menggandeng Akadasia Singapore untuk pengembangan teknologi pendidikan. Hampir bersama Times Indonesia juga menurunkan berita program KEMENAG menerapkan E-learning Madrasah aplikasi  gratis produk Madrasah yang ditujukan untuk menunjang proses pembelajaran di Madrasah. Ini menunjukan penerapan teknologi di dunia pendidikan Indonesia telah berjalan terstruktur dan sistematis. Sehingga tidak mengherankan perkembangan ini menarik perhatian di forum internasional PBB. Pada konferensi tingkat tinggi (KTT) Transforming Education yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York, Senin (19/9/2022 Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), menjadi pembicara pada sesi ‘Digital Learning and Transformation’.  Dalam pidatonya di forum Internsional itu Nadiem Makarik menyatakan bahwa beberpa tahun terakhir, Indonesia telah memulai transformasi sejarah pendidikan Indonesia. Kebijakan ini diberi nama Merdeka Belajar, kata Mendikbudristek. Sesi ‘Digital Learning and Transformation’ bersama para pemimpin negara bertujuan untuk mempromosikan solusi inovatif, kebijakan dan praktik yang memberdayakan, serta memastikan akses pendidikan digital di berbagai belahan dunia. Pada Kesempatan itu Mendikbudristek menyatakan Filosofi desain teknologi menekankan pentingnya mendengarkan aspirasi guru, kepala sekolah, peserta didik, dan lain sebagainya.

Penekanan pentingnya tetap memperhatikan suaru pemangku pendidikan terutama Guru tentu ini menarik bahwa, bagaimanapun Guru tetap punya peran penting dalam proses pendidikan Indonesia walaupun penerapan teknologi terutama teknologi digital di Indonesia sedang massif di lakukan.  Pernyataan ini menjadi bermakna dalam menyongsong hari Guru di Indonesia  yang jatuh menjelang  akhir bulan November 2022 ini.

Penerapan teknologi pendidikan berbasis digital dan e-learning menuntut  Guru menguasai teknologi lebih baik dibanding anak didik, jika guru banyak gagap teknologi transformasi terknologi menjadi lebih lamban dan wibawa guru dipertaruhkan.

Padahal pada April 2021,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkap bahwa 60 persen guru di Tanah Air masih memiliki kemampuan terbatas dalam menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Temuan itu tentu sangat mengejutkan yang harus diatasi waktu itu. Menyadari hal tersebut Kemendikbudristek nampaknya terus bekerja keras meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi digital para guru melalui serangkaian peningkatan sumberdaya manusia melalui pelatihan dan sejenisnya. Hasilnya di tahun 2022 diklaim Mendikbudristek, lebih dari 1,6 juta guru telah menggunakan Platform Merdeka Mengajar yang membuka akses pada pengembangan diri secara lebih mandiri dan sesuai kondisi. Kemudian, terbentuknya lebih dari 3.500 komunitas belajar para guru, terkumpulnya lebih dari 55 ribu konten belajar mandiri.

Ada lebih dari 92 ribu konten pembelajaran telah diunggah oleh guru untuk menginspirasi sejawatnya. Jadi, para guru dibantu untuk bisa saling menginspirasi dan mengapresiasi," disampaikan Mendikbudristek dalam rapat kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, Senin (26/9).

Selain itu, lebih dari 141 ribu sekolah telah terbantu dalam mengetahui kondisi literasi, numerasi, karakter siswa, serta kualitas pembelajaran mereka melalui Rapor Pendidikan. Para guru dan kepala sekolah jadi lebih memahami 280 indikator dari Asesmen Nasional dan membantu mereka untuk melakukan refleksi dan perbaikan dengan Rapor Pendidikan.

Tidak hanya itu, tranformasi teknologi telah membantu terfasilitasinya pengembangan diri lebih dari 724 ribu mahasiswa melalui program Kampus Merdeka, bergabungnya lebih dari 2.700 mitra industri ke dalam Kampus Merdeka, bergabungnya lebih dari 43 ribu praktisi ke dalam program Praktisi Mengajar.

Kemajuan itu menempatkan Indonesia berhasil pada peringkat tiga sebagai negara dengan platform edukasi digital terbesar di dunia dalam Global Skills Report 2022 berdasarkan survei Coursera. Indonesia menempati peringkat ketiga dari 102 negara pengguna Coursera. Adapun peringkat pertama diduduki Swiss dan Denmark menyusul di bawahnya.  Coursera merupakan platform edukasi digital atau massive open online course (MOOC) terbesar di dunia yang telah memiliki pengguna lebih dari 100 juta di seluruh dunia. Selain itu, platform tersebut juga menjalin kerja sama dengan lebih dari 3.000 universitas dan 250 mitra industri.  Coursera menyediakan layanan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) yang mencakup tiga topik, yakni bidang bisnis, bidang teknologi digital, dan bidang data science.

Capaian itu tentu saja tidak perlu membuat puas diri, karena hingga 2022 trend pengangguran terus meningkat. Sehingga peningkatan teknologi pendidikan belum sebenuhnya menjawab tantangan dunia kerja. Perlu masih kerja keras lagi dalam penerapan teknologi di dunia pendidikan. Menurut N, Engkos Koswara  (2008) dalam buku Pendidikan Tinggi Berbasis E-learning, Kemendikbudristek ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis E-learning, yaitu:

  1. Learning by doing, Simulasi belajar dengan melakukan apa yang hendak dipelajari. (2) Incidental learning.  Mempelajari sesuatu secara tidak langsung. Tidak semua hal menarik untuk dipelajari, oleh karena itu dengan strategi ini seorang peserta didik dapat mempelajari sesuatu melalui hal lain yang lebih menarik, dan diharapkan informasi yang sebenarnya dapat diserap secara tidak langsung. (3) Learning by reflection Mempelajari sesuatu dengan mengembangkan gagasan atau ide tentang subyek yang dipelajari. Guru dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan gagasan atau ide dengan cara memberikan informasi awal kepada peserta didik yang kemudian dilanjut dengan mendengarkan dan memproses gagasan atau ide dari peserta didik. Dalam hal ini guru dapat memberikan informasi lanjutan berdasarkan masukan dari peserta didik. (4) Case-based learning (5) Mempelajari sesuatu berdasarkan kasus-kasus yang telah terjadi. Peserta didik dapat mempelajari suatu materi dengan cara menyerap informasi dari narasumber ahli tentang kasus-kasus yang telah terjadi atas materi tersebut. (6) Learning by exploring, Mempelajari sesuatu dengan cara melakukan eksplorasi terhadap subyek yang hendak dipelajari. Peserta didik didorong untuk memahami suatu materi dengan cara melakukan eksplorasi mandiri atas materi tersebut. Aplikasi harus menyediakan informasi yang cukup untuk mengakomodasi eksplorasi dari peserta didik. (7) Cara Pembelajaran Berbasis Digital Berikut merupakan penjelasan tetang  bagaimana cara implementasi pembelajaran modern berbasis digital.  (8) Melakukan Analisis Pihak sekolah terlebih dahulu melakukan analisis terkait target yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran dan kebutuhan apa saja yang diperlukan guru dan peserta didik ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung. Dalam hal ini, pihak sekolah dapat menganalisis sarana dan prasarana untuk pembelajaran digital, kesiapan guru untuk mampu melaksanakan pembelajaran berbasis E-Learning, dan kesiapan sistem. Membuat Grand Design Grand design yang dimaksud yaitu desain sistem yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, mekanisme pelaksanaan, mekanisme pengelolaan, serta mekanisme pembayaran. (9) Menyiapkan Fasilitas, Pihak sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana yang berguna untuk menunjang program pembelajaran. Fasilitas yang digunakan pada program pembelajaran E-learning dapat berupa perangkat komputer, kamera, jaringan internet, dan lain sebagainya. (10) Menyiapkan SDM sebagai Pelaksana Proses Belajar Pihak sekolah juga harus menyiapkan SDM yang kompeten untuk menjalankan program pembelajaran berbasis digital. Dalam hal ini, pihak sekolah dapat meminta guru-guru yang mengerti tentang dunia digital ataupun teknisi khusus yang mengatur proses pembelajaran agar bisa berjalan dengan baik. (11)  Mengadakan Pelatihan untuk Guru, Apabila pihak sekolah ingin menggunakan guru sebagai SDM pelaksana kegiatan proses belajar, maka terlebih dulu pihak sekolah harus mengadakan pelatihan untuk setiap guru dan  staf sebelum program pembelajaran berbasis digital tersebut diterapkan sepenuhnya di sekolah. Guru adalah tumpuan atau dasar dari proses pembelajaran E-Learning di era digital seperti sekarang,  sehingga pihak sekolah harus menyiapkan segala kebutuhannya agar terlihat kompeten.

Langkah di atas jika dilakukan akan menggenjot transformasi teknologi digital di Indonesia. Tetapi yang haru diingat pendidikan Indonesia tak bisa menggunakan teknologi bersifat online (daring) mengabaikan pendidikan tatap muka. Untuk menutupi kelemahan e-learning maka menjaga meningkatkan kualitas sistem belajar tatap muka di kelas adalah keniscayaan. Karena tidak semua transformasi ilmu pengetahuan bisa ditransfer ke anak didik melalui e-learning terutama jika itu menyangkut keterampilan (skill) dan praktik. Disinilah pentingnya Pernyataan Mendikbduristek bahwa transformasi teknologi yang dilakukan pemerintah tetap fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran luring (offline) sehingga perlu ditingkatkan realisasinya di lapangan.

 

 (* Oleh M. AMINUDIN adalah Peneliti senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)/ Staf Ahli Pusat Pengkajian MPRRI tahun 2005/ Staf Ahli DPRRI 2008/Tim Ahli DPD RI 2013.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES