Kopi TIMES

Visi Besar Ekonomi Digital Indonesia

Rabu, 19 Oktober 2022 - 13:33 | 49.54k
Visi Besar Ekonomi Digital Indonesia
Haris Zaky Mubarak, MA, Analis dan Eksekutif Jaringan Studi Indonesia.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perkembangan ekonomi digital di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat selama masa pandemi Covid-19. Ini menunjukkan jika ekonomi digital menjadi sektor yang sangat menjanjikan bagi ekonomi Indonesia masa mendatang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan menilai jika Indonesia memiliki banyak kesempatan dalam meningkatkan pengembangan perusahaan rintisan (startup). Dalam Peresmian Pembukaan Startup Day 2022 pada 26 September 2022, Presiden Jokowi mengatakan jika ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara, pertumbuhan ini melompat delapan kali lipat dari 2020 dari yang sebelumnya berada dalam kisaran Rp632 triliun, kini melompat menjadi Rp4.531 triliun. (Sekretariat Negara RI, 2022).

 Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi tentang prospek besar ekonomi digital sangatlah beralasan. Pasalnya negara Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam hal jumlah pengguna internet yang besar yang mencapai 77 persen dari total penduduk Indonesia dengan penggunaan rata-rata 8 jam 36 menit setiap harinya. Tak hanya itu, Indonesia juga merupakan negara dengan perusahaan rintisan tertinggi keenam di dunia setelah Amerika Serikat, India, UK (United Kingdom/Britania Raya), Kanada, dan Australia. Tendensi ini menunjukkan jika Indonesia harus lebih serius mengembangkan segala potensi ekonomi digital terutama pemanfaatan ekonomi digital untuk bidang pangan, kesehatan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Hampir seluruh negara, termasuk Indonesia telah menggunakan digitalisasi sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi dan menggunakan digitalisasi sebagai tempat untuk penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), perkembangan ekonomi digital Indonesia pada 2025  diperkirakan akan mengalami peningkatan segmentasi pasar menjadi sekitar USD 135 hingga USD 144 miliar. (Kemenkeu RI, 2022). Rasionalitas ini menunjukkan jika ekonomi digital akan menjadi sumber ekonomi baru bagi kehidupan Indonesia masa mendatang.

Langkah Produktif

Salah satu ciri era kemajuan ekonomi adalah digitalisasi di segala bidang produktif. Dalam kontekstual ini, pergerakan sektor strategis ekonomi domestik tidak lepas pula dari digitalisasi atau ekonomi digital. Gagasan ekonomi digital pertama kali dicetuskan oleh Tapscot (1996) sebagai bentuk perubahan dalam sosio politik dan sistem ekonomi ruang ketahanan negara. Dalam titik ini pembinaan ekonomi digital tidak hanya mengandung pemenuhan profit secara cepat tapi juga sebagai konstruksi untuk dapat menguatkan ketahanan ekonomi sebuah negara. Dalam Encarta Dictionary (2017) ekonomi digital merupakan media transaksi bisnis yang ada di internet yang melibatkan seluruh komponen infrastruktur teknologi (hardware, software, dan internet), e-business (proses organisasi melakukan aktifitas berbasis jaringan komputer) dan e-commerce.

Perspektif kemandirian ekonomi dalam ekonomi digital jelas memiliki prospek yang sangat besar untuk dapat memajukan kesejahteraan bangsa dengan sistem ekonomi yang mewujudkan negara kesatuan yang berdaulat, adil dan makmur sebagaimana nilai-nilai bangsa dan negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia 1945. Ekonomi digital juga banyak membantu dalam upaya stimulus pengembangan UMKM melalui layanan perdagangan jaringan maya dan perbankan elektronis. Adanya transaksi ekonomi digital turut mendorong perubahan pola pikir individu dan organisasi dalam pengambilan keputusan ekonomi dan transaksi efektif dan efisien.

Analisis Implementasi

Ekonomi digital sebagai wujud ekonomi modern berbasis teknologi sejatinya dapat dijadikan sebagai sebuah gaya hidup oleh sebagian besar manusia masa kini. Tidak hanya gaya hidup saja yang berubah tetapi gaya konsumsi manusia juga tidak lagi sekonvensional dulu. Konsumsi manusia dapat terlihat dari belanja online yang sudah banyak dilakukan. E-commerce sebagai ruang belanja online ternyata berimbas pada segmentasi ekonomi di seluruh kawasan wilayah di Indonesia. Bisnis industri e-commerce didominasi oleh UKM dengan target masyarakat usia muda yang konsumtif dan modern.

Sifat konsumtif manusia masa kini tak lagi sepenuhnya konvensional seperti yang terjadi di masa lalu. Ketika dulu masyarakat datang ke pasar untuk menemukan barang yang diinginkan, berinteraksi dengan penjual, dan melakukan transaksi, maka masyarakat masa kini tak lagi harus meninggalkan tempat dan bertatap mata langsung dengan penjual. Ekonomi digital menjadi media penghubung antara penjual dan pembeli di tempatnya masing-masing. 

Transaksi pasar ekonomi digital tak hanya menguntungkan penjual dan pembeli namun juga berimbas pada kemajuan perekonomian wilayah yang bersangkutan. Kemajuan ekonomi digital telah mendorong spesialisasi pasar ekonomi regional untuk lebih produktif dalam melakukan peningkatan intensitas aktivitas ekonomi.  Implementasi praktis dari ekonomi digital menjadi kaloborasi komplit berbagai elemen untuk saling berhubungan satu dengan yang lain. Ekonomi digital faktanya telah berhasil masuk ke berbagai lapisan masyarakat dalam segala usia. Membaurnya masyarakat masa kini terhadap ekonomi digital karena kenyamanan konsumen  mengakses aktivitas ekonomi secara praktis dan instan.

Disinilah percepatan transformasi digital menjadi prioritas yang harus dilaksanakan pemerintah Indonesia. Apalagi nilai transaksi e- commerce yang terus naik dari tahun ke tahun maka sangat penting pengembangan ekonomi digital sebagai poros utama pemulihan ekonomi Indonesia pasca wabah pandemi Covid-19.

Ada dua aspek penting dalam analisis transformasi percepatan pembangunan ekonomi digital di Indonesia. Pertama, pemerintah harus dapat membangun ekosistem infrastruktur digital yang memadai di seluruh Indonesia. Utamanya menyiapkan infrastruktur teknologi fiber optic atau layanan pengembangan teknologi terbaru yang sering disebut Low Earth Orbit Satellite sehingga 17 ribuan pulau di Indonesia bisa saling terkoneksi secara lancar.Pembangunan infrastruktur memang sangat diperlukan terutama bagi kawasan luar Jawa. Pemerataan di luar Jawa harus diprioritaskan demi meningkatkan perekonomian daerah tersebut.

Kedua, Pemerintah harus dapat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di daerah untuk menggunakan internet menjadi produktif. Pembinaan faktor SDM sangat penting dalam percepatan transformasi ekonomi digital. Hal itu bisa dilihat dari besarnya jumlah pengguna internet untuk kegiatan usaha yang relatif masih kecil dibandingkan dengan pengguna internet untuk komunikasi. Pada proporsi ini, jelas sangat dibutuhkan SDM yang kompeten dan berkualitas untuk menggerakan antusiasme besar masyarakat untuk terlibat aktif dalam pasar ekonomi digital.

Tantangan utama lainnya adalah soal keamanan siber, yang juga sangat penting dan nyata sebagai ancaman terhadap penetrasi ekonomi digital. Maka perlindungan data pribadi konsumen menjadi sangat penting untuk mengamankan ekosistem ekonomi digital supaya berjalan secara kondusif.

Selain itu dalam memacu pertumbuhan sektor ekonomi digital harus pula diiringi dorongan transaksi keuangan digital secara besar. Dengan dorongan 77 persen populasi pengguna internet aktif di Indonesia maka bukan hal yang mustahil jika sektor ekonomi digital akan mampu menguasai bahkan mendominasi serapan utama dari keseluruhan pendapatan ekonomi Indonesia pada masa depan.

***

*) Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA, Sejarawan dan Direktur Eksekutif, Jaringan Studi Indonesia.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____
**)
 Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES