Kopi TIMES

Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 14:00 | 30.00k
Urgensi Strategi Komunikasi Pemasaran bagi Petani Milenial
Anggita Ayunda Sakuntala, Mahasiswa Magister Agribisnis DPPS Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.  

TIMESINDONESIA, MALANG – Peradaban manusia senantiasa berkembang dari masa ke masa, sebut saja seperti adanya revolusi industry 1.0, 2.0 dan seterusnya hingga yang kita alami saat ini yaitu revolusi industry 4.0 yang mana pada era ini penggunaan teknologi digital masif digunakan dan menjadi sebuah habbits  masyarakat. Adanya fenomena ini tentu juga berpengaruh terhadap beberapa sektor yang ada, baik itu sektor transportasi, manufaktur, pertambangan, pertanian, pun juga pada proses pemasaran.

Pergerakan kehidupan manusia dari era revolusi industri 1.0 hingga 4.0 ini tentu juga pada akhirnya mempengaruhi sektor pemasran dimana muncul sebuah konsep yang dikenal dengan marketing 1.0 dan seterusnya hingga marketing 4.0 yang saat ini masih dan sedang berlangsung. Konsep pada marketing 4.0 ini menyempurnakan dari konsep-konsep pemasaran yang telah ada sebelumnya dimana, kalau sebelumnya pemasaran hanya dilakukan secara tradisional melalui offline marketing saat ini pemasaran sudah dilakukan dengan menggabungkan antara offline marketing dan online marketing atau yang biasa dikenal dengan istilah digital marketing. 

Adanya sistem pemasaran digital 4.0 yang berbasis digital ini tentutnya diperlukan sebuah komunikasi pemasaran yang tepat. Mengingat komunikasi merupakan bagian yang urgent dalam pemasara. Komunikasi juga merupakan ujung tombak dari pemasaran, dimana apabila seorang pemasar mampu menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang efektif maka, tentu produk yang ditawarkan baik barang ataupun jasa akan lebih muda diterima dan dikenali oleh konsumen dan akhirnya akan berpengaruh juga terhadap keuntungan perusahaan. 

Strategi komunikasi pemasaran juga tentu diperlukan mengingat produk tidak akan tiba-tiba bisa sampai kepada konsumen apabila tidak ada strategi yang digunakan. Adapun, strategi komunikasi pemasaran sendiri merupakan penggabungan antara konsep komunikasi dan pemasaran, dimana dalam hal ini ialah sebuah strategi yang bertujuan untuk membujuk, merayu, dan memberikan informasi, serta berkorespondesi dengan konsumen baik secara langsung maupun online sehingga menimbulkan sikap yang sebelumnya tidak aware menjadi aware, yang pada akhirnya menimbulkan ketertarikan konsumen untuk melakukan pembelian.

Melihat bagaimana strategi komunikasi pemasarran sangatlah diperlukan dalam memasarkan produk. Hal ini tentu perlu diperhatikan oleh petani milenial untuk memasarkan produk pertaniannya. Kenapa?

Sebelum menjawab, mari sedikit kita berbicara bagaimana problematika pada sektor pertanian yang hingga kini masih terus di kaji, terutama dalam hal pemasaran produk. Salah satu problematika besar dalam pemasaran produk pertanian tentu rantai pasok yang panjang dan nilai tawar yang rendah. Oleh sebab itu maka petani milenial yang melek digital sudah semestinya mampu menerapkan strategi komunikasi pemasaran dengan sebaik-baiknya hingga tercipta keseimbangan pasar yang baik untuk produk pertanian yang mereka jual.

Salah satu strategi komunikasi pemasaran yang bisa dilakukan oleh petani milenial ialah dengan mengintegrsikan antara strategi komunikasi pemasaran yang telah ada seperti integrated marketing communication atau IMC yang terdiri dari pemasaran langsung, hingga word of mouth dengan pemanfaatan digital marketing, seperti media sosial.

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya setiap manusia akan mengakses media sosial setiap harinya, sehingga hal ini tentu sudah sepantasnya dijadikan peluang oleh petani milenial dalam memasarkan produknya. Misalnya dengan memanfaatkan segala fitur yang ada di Instagram dan menerapkan konsep IMC tadi di akun Instagram, dengan menayangkan testimoni pelanggan, informasi produk, dan semacamnya sehingga timbul keingin tahuan dari konsumen terhadap produk yang ditawarkan, dan terjadilah kegiatan pemasaran.

Aktivitas pemasaran bagaimanapun memang hal penting dalam sektor pertanian untuk menjembatani antara keinginan konsumen dan produsen. Dengan menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang tepat di era digital ini, tentu petani milenial dapat menekan panjangnya rantai pasok dengan hanya menciptakan pasar yang terdiri dari dua atau tingkat pasar saja, sehingga juga akan memberikan nilai tawar yang lebih tinggi. Selain itu, strategi komunikasi pemasaran berbasis media masa juga diperlukan dalam pembentukan branding sehingga pendapatan penjualan bisa lebih meningkat dan tidak harus melalui rantai pasar yang panjang. 

***

*) Oleh: Anggita Ayunda Sakuntala, Mahasiswa Magister Agribisnis DPPS Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.  

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES