Kopi TIMES

Dampak Limbah Peternakan

Kamis, 29 September 2022 - 20:43 | 24.64k
Dampak Limbah Peternakan
Pupuk organik padat siap di pasarkan hasil dari pemanfaatan limbah ternak.

TIMESINDONESIA, BATU – Limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran.

Suatu studi mengenai pencemaran air oleh limbah peternakan melaporkan bahwa total sapi dengan berat badannya 5.000 kg selama satu hari, produksi manurenya dapat mencemari 9.084 x 10 7 m3 air.

Selain melalui air, limbah peternakan sering mencemari lingkungan secara biologis yaitu sebagai media untuk berkembang biaknya lalat. Kandungan air manure antara 27-86 % merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan larva lalat, sementara kandungan air manure 65-85 % merupakan media yang optimal untuk bertelur lalat.

Kehadiran limbah ternak dalam keadaan keringpun dapat menimbulkan pencemaran yaitu dengan menimbulkan debu. Pencemaran udara di lingkungan penggemukan sapi yang paling hebat ialah sekitar pukul 18.00, kandungan debu pada saat tersebut lebih dari 6000 mg/m3, jadi sudah melewati ambang batas yang dapat ditolelir untuk kesegaran udara di lingkungan (3000 mg/m3).

Dengan melihat fenomena diatas tentunya kita harus mencari solusi untuk mengurangi syukur-syulur bisa menghilangkan dampak yang dihasilkan dari limbah tersebut, upaya-upaya yang dilakukan yaitu dengan mengolah limbah menjadi pupuk organik padat maupun cair, selain itu limbah ternak juga di upayakan menjadi energi alternatif dalam bentuk biogas.

Pemanfaatan limbah menjadi berbagai bentuk olahan tentunya tidak saja dapat mengurangi dampak yang yang di timbulkan namun malah bisa mendatangkan income tambahan baik secara langsung maupun tidak langsung,  salah satu contohnya, selama ini peternak untuk memupuk kebun rumputnya mereka membeli pupuk an organik atau pupuk kimia namun dengan adanya pupuk yang bisa peternak buat sendiri dengan memanfaatkan limbah ternak, uang untuk membeli pupuk an organik bisa di tabung. Kemudian dengan dimanfaatkan limbah ternak menjadi energi alternatif, semua peternak dalam memasak menggunakan LPG yang harus mereka beli bisa di hemat dengan menggunakan energi yang dapat mereka produksi sendiri.

Tentunya hal ini belum begitu dirasakan oleh peternak kalau mereka telah menghemat pembelian log, namun nantinya setelah pemerintah akan mencabut subsidi LPG, peternak baru akan merasakaan sekali manfaat energi yang mereka hasilkan sendiri, hasil ikutan dari memanfaatkan energi sebagai energi alternatif peternak juga akan mendapatkan pupuk yang siap dimanfaatkan ataupun di jual secara cuma-cuma tampa harus memrosesnya lagi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES