Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Konsep Manajemen Dalam Islam

Kamis, 29 September 2022 - 11:10 | 29.88k
Konsep Manajemen Dalam Islam
Kukuh Santoso, M.Pd.I, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Kata manajemen pada umumnya condong pada bidang soshum atau lebih banyak ditemui pada ilmu ekonomi dan memang salah satu penjurusan yang ada pada ilmu ekonomi. Sangat sering bukan mendengar kata “Manajemen”? Dan bahkan kata “Manajemen” sudah membaur dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Apa sebenarnya makna dari manajemen sendiri? Kata manajemen dapat dimaksudkan dari berbagai sudut pandang, dikutip dari Wikipedia manajemen berasal dari bahasa Prancis “Management” yang berarti “Seni melaksanakan dan mengatur”. Menurut Ricky W. Griffin manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya dengan tujuan mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Dikutip dari KBBI manajemen berarti “Penggunaan Sumber Daya Secara Efektif Untuk Mencapai Sasaran.” Definisi-definisi tersebut ditinjau dari segi ilmu ekonomi yakni manajemen dalam organisasi atau perusahaan yang masih dikerucutkan lagi seperti manajemen keuangan, manajemen SDA, manajemen SDM, dan lain sebagainya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dari pengertian di atas dapat ditarik pengertian secara umum, bahwa manajemen adalah ilmu untuk mengelola bukan? Nah berarti apabila dilihat dari lain sisi manajemen bisa berarti bagaimana cara seseorang untuk bisa mengelola atau mengatur tidak hanya sumber daya yang ada melainkan juga mengelola diri sendiri, mengelola waktu, dan mengelola pekerjaan yang dimilikinya.  

Membahas tentang manajemen sama halnya dengan membahas kepemimpinan, bagaiamana seseorang bisa memimpin dirinya sendiri, bagaimana seseorang juga bisa memimpin orang lain sehingga bisa mencapai goals yang diharapkan.

Lalu apakah konsep dari manajemen ini berkaitan dengan aturan-aturan yang ada pada agama Islam? Tentu berkaitan, karena pada dasarnya Islam yang sangat memperhatikan structural atau tatanan dalam mengatur atau mengelola sumber-sumber dan segala aspek kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Maka dengan keberadaan ilmu manajemen ini sejalan dengan konsep agama Islam. Manusia yang bisa memimpin dirinya sendiri dan mengelola agar kehidupannya berjalan tertata, Islam suka itu. Seseorang pemimpin organisasi atau bawahan yang bisa mengatur sedemikian rupa sehingga mampu mengayomi bawahannya, berarti pemimpin berhasil menerapkan konsep manajemen dengan baik.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Maka bagaiamana manajemen sendiri di dalam Islam? Apakah Islam bisa disebut sebagai penerapan manajemen yang berlaku untuk penganutnya? Jika mampu menyadari, Islam adalah sebuah implementasi manajemen yang berwajah religi. Di dalam agama Islam terdapat peraturan-peraturan dan syarat-syarat lengkap kehidupan manusia dari lahir hingga mati, dunia akhirat, dan dari awal hingga kiamat. Oleh karena itu, mengapa kok Islam bisa dibilang sama dengan penerapan konsep manajemen, karena Islam itu mampu mengatur, mengontrol, merencanakan, mengorganisasikan, dan mengkoordinasikan manusia-manusianya melalui ketentuan dan syarat yang ada pada agama Islam agar umatnya bisa merasakan hidup nyaman, terstruktur dan bisa mencapai positive goals nya.

Bisa dilihatkan... bagaimana konsep manajemen dalam Islam itu? Berarti bagaimana cara manusia memanajemen baik dirinya, organisasi/perusahaan, atau orang lain (bawahannya) agar sesuatu yang dipimpin tersebut merasakan manfaatnya.

Jika dikembalikan terhadap ilmu ekonomi tetapi dengan tetap memerhatikan pandangan Islam, artinya manajemen dengan objek manajemen (dirinya sendiri, perusahaan/organisasi, dan orang lain) saling tumpang tindih, organisasi/perusahaan memberikan wadah atau wewenang kepada manusia untuk mengatur (memanage) dan manajemen sendiri memberikan peranan untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.

Apa artinya manajemen kalau pemimpin yang diberikan wewenang tersebut tidak bisa menerapkan konsep manajemen dengan benar? Maka seorang manajer atau orang yang diberikan wewenang untuk memimpin dan mengatur suatu hal harus bisa memberikan manfaat terhadap apa yang diatur dan dipimpin (yang mana dominan objeknya adalah manusia), maka bawahan-bawahan itu haruslah memiliki rasa diayomi, nyaman menjalani pekerjaannya, mampu mengembangkan dirinya lebih baik melalui konsep manajemen yang diterapkan. ***

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Kukuh Santoso, M.Pd.I, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES