Resensi

Tafsir Hukum Keluarga: Jalan Membangun Keluarga Bahagia

Selasa, 21 Juni 2022 - 12:46 | 26.84k
Tafsir Hukum Keluarga: Jalan Membangun Keluarga Bahagia
Sampul buku Tafsir Hukum Keluarga karangan Dr. Muhammad Solikhudin, M.H.I., dosen IAIN Kediri. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Banyak referensi buku Tafsir Hukum Keluarga yang bisa dibuat rujukan oleh mahasiswa, praktisi, akademisi, hingga masyarakat umum, salah satunya karangan Dr. Muhammad Solikhudin, M.H.I., dosen IAIN Kediri. 

Dalam bukunya, ia mengupas tentang hukum yang mengatur tentang kehidupan keluarga dari proses terbentuknya keluarga dengan mencermati ayat-ayat Alquran yang sesuai dengan tema pembahasan. Seperti pembahasan pernikahan, poligami, perempuan yang haram dinikahi, larangan menikahi non-muslim, mahar dan lain-lain.

Buku Tafsir Hukum Keluarga ini menarik dicermati dan tentu memiliki distingsi dengan karya-karya sebelumnya. Beberapa aspek yang berkaitan dengan hukum keluarga dikupas dari sisi keislaman dan dicari ayat-ayat hukum yang sesuai. Apabila sebelumnya ada tafsir ayat ahkam, buku ini lebih spesifik. Buku ini dirujuk dari para pakar hukum keluarga dan praktisi atau hakim yang konsentrasinya di bidang hukum keluarga. 

Tak kalah menarik di bagian akhir juga diuraikan tafsir berbasis maqasid al-shari’ah. Semisal pembahasan tentang Hadhanah/pengasuhan terhadap anak, maka dilihat dari aspek keislaman akan dicari ayat Alquran yang membahas tentang hadhanah, seperti yang terdapat dalam QS al-Baqarah (2): 233.

Setelah itu, filihat juga dari aspek kaidah fikih yang sesuai, metode ijtihad hukum Islam berbasis maslahah. Lanjut ke pembahasan seberapa jauh kaidah maqasid menganalisis hadhanah yang dalam hal ini dikhususkan pada pembahasan ASI bagi kemaslahatan ibu dan anak. 

Maka dapat diketahui Al-Raysūnī menyatakan, sebagaimana dikutip oleh Prof. Dr. KH Ahmad Imam Mawardi dalam Fiqh Minoritas, bahwa berpikir dengan menggunakan maqāṣid sebagai pendekatan merupakan proses berpikir ilmiah yang pasti mempunyai landasan kaidah metodologis yang akan mengantarkan pada ketentuan hukum yang berpihak pada Maqāṣid al-Sharī’ah. Satu kaidah yang sesuai dengan pembahasan ASI, karena untuk kebaikan ibu dan anak, hal ini terdapat dalam kaidah pertama yakni kull mā fī al-sharī’ah mu’alal wa lahū maqṣūduhū wa maṣlaḥatuhū yang bermakna setiap ketentuan hukum sharī’ah pasti memiliki illat, maksud, dan kemaṣlaḥatan.

Tidak hanya berhenti di situ, juga diperjelas dengan pemahaman bahwa pembacaan di atas menunjukkan antara teks Alquran dan maqasid al-shari’ah memiliki kesesuaian. Seperti dijelaskan Ismail Hasani dalam kayanya pada bab taqshid al-nushush wa al-ahkam al-shari’ah menyatakan bahwa al-Shatibi dan Ibu ‘Asyur menggunakan lafaz taqshid, maksud dan tujuan yang akan dihasilkan.

Pertama, menyingkap makna di balik teks dari kehendak peletak shari’ah (maqasid al-shari’ah). Kedua, mengungkap aspek kemaslahatan dari hukum-hukum shari’ah yang diberlakukan (Abdul Aziz Muchammad,2008). Pembahasan hadhanah, termasuk dalam hal ini pemberian air susu ibu (ASI) sesuai dengan teks Alquran dan selaras dengan kemaslahatan yang tertuang dalam maqasid al-shari’ah.

Buku Tafsir Hukum Keluarga ini dibuat agar mahasiswa secara khusus mendapatkan pemahaman yang utuh dan bulat (komprehensif) dan umumnya kepada semua pihak, baik akademisi, praktisi dan masyarakat.

Beberapa catatan penting penulis tuangkan dalam karya tulis ini disertai dengan rujukan yang kaya. Buku ini patut dibaca bagi kalangan akademisi, praktisi, terutama mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang minat dan konsentrasinya di bidang Syariah dan Hukum, apalagi Prodi Hukum Keluarga Islam. 

Buku ini juga direkomendasikan kepada masyarakat secara umum. Tema Tafsir Hukum Keluarga menarik dicermati, karena berkaitan dengan Hukum Keluarga yang dilihat dari aspek Tafsir setelah mencari ayat-ayat yang relevan dengan tema pembahasan. Keunikan buku ini karena ditulis Doktor Studi Islam konsentrasi Hukum Islam sehingga mampu menambah keyakinan para pembaca terkait isi yang tekandung di dalamnya. 

Bagi mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, buku ini menjadi bacaan yang tidak boleh dilewatkan, harapan pembuatan ini di samping mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh, juga diharapkan ketika memasuki jenjang berkeluarga mampu menerapkan apa yang tertuang di dalamnya sehingga terwujud keluarga bahagia, sakinah, mawaddah wa rahmah yang diidam-idamkan semua orang. Oleh karena itu, menjadi hal yang menarik untuk membaca buku Tafsir Hukum Keluarga ini. (*) 

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES