Ketahanan Informasi

Mendes PDTT: Desa Wisata yang Berbasis Pelestarian Alam Lebih Diminati Wisatawan

Kamis, 24 November 2022 - 19:10 | 6.50k
Mendes PDTT: Desa Wisata yang Berbasis Pelestarian Alam Lebih Diminati Wisatawan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (foto: Dokumen/kemendes)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan desa wisata alam yang berbasis pelestarian alam serta keunikan budaya dan kearifan lokal sering menjadi destinasi favorit wisatawan.

Ia mencontohkan Pantai Kuta di Bali yang mengandalkan pasir putih dan ombak yang hingga kini masih terus dibanjiri oleh wisatawan.

“Desa Wisata baiknya yang berbasis upaya pelestarian alam, karena diyakini pasti akan berkembang,  Ini karena berbasis alam tapi syaratnya harus dilestarikan," kata Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini saat menyambangi Kantor Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (24/11/2022).

Oleh karena itu, Gus Halim mendorong agar pengembangan wisata di Desa Lerep selalu menjunjung pelestarian alam dan budaya lokal. 

Gus Halim juga mengapresiasi pembangunan di Desa Lerep. Karena hasil pemantauannya, bantuan yang dikucurkan oleh Kemendes PDTT berhasil dan sesuai dengan peruntukkan.

"Saya senang bantuan yang diberikan oleh Kemendes dilaksanakan sesuai peruntukkan dan berhasil membangun desa. Makanya saya harus kesini dan memberikan dukungan karena kita yakin dukungan yang akan datang pasti lebih berkembang," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Masuknya Desa Wisata Lerep (DWL) dalam Aplikasi Desa Wisata Nusantara yang dikembangkan Kemendes PDTT, juga dipuji Gus Halim. Aplikasi Desa Wisata Nusantara bakal membantu wisata lokal desa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

"Ini bagian dari upaya Kemendes untuk memberi promosi gratis tapi warga desa diarahkan untuk sering akses agar DWL selalu muncul di aplikasi," kata Gus Halim

Gus Halim juga memuji perencanaan pembangunan di Desa Lerep yang berbasiskan kebutuhan warga desa dan bertujuan penuhi kebutuhan tersebut.

Menurutnya, hal tersebut termasuk BUMDes juga harus bisa penuhi kebutuhan warga. Meski tidak maksimal meraih keuntungan tapi bisa memberikan pelayanan terbaik bagi warga desa.

"Ingat, BUMDes lahir bagi sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat," tekan mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Dalam kunjungannya, Gus Halim memberikan bantuan pengembangan BUMDes dan menyerahkan Surat Badan Hukum BUMDes Gerbang Lentera. Selain itu, Ia juga menyerahkan Buku SDGs Desa kepada Wakil Bupati Semarang Basari.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan meninjau langsung Embung Sebligo di Desa Lerep yang telah dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES