Kesehatan

Bagaimana Kerja Probiotik Multistrain Mencegah dan Membantu Sembuhkan Gagal Ginjal Akut?

Selasa, 25 Oktober 2022 - 06:59 | 49.42k
Bagaimana Kerja Probiotik Multistrain Mencegah dan Membantu Sembuhkan Gagal Ginjal Akut?
Ilustrasi (FOTO: dokumen AMRO Institute)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dalam artikel sebelumnya diungkapkan bahwa probiotik multistrain dapat mencegah gagal ginjal akut yang lagi ramai di jagat kesehatan tanah air. Banyak respons yang muncul. 

Salah satunya tentang bagaimana kerja probiotik dalam mencegah penyakit menakutkan itu. Lalu bagaimana penjelasan ilmiah dan referensinya. Serta apa peran vitalnya untuk pencegahan itu.

Founder AMRO Institute Ge Recta Geson menjabarkannya melalui analisis di bawah ini. Selamat menyimak.

***

Update Gagal Ginjal Akut 

Menilik laporan harian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Jumat (21/10/2022), sebanyak 241 anak di 22 provinsi terserang GGAPA (Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal) 

Dari angka tersebut, sejumlah 133 anak meninggal dunia, 64 anak masih menjalani perawatan, sementara sisanya dinyatakan sembuh.

Kasus gangguan ginjal akut dilaporkan pertama kali terjadi pada 2 Januari 2022. Namun, tren peningkatan baru terlihat mulai Agustus, yakni dengan 36 kasus. Laporan bertambah pada September dan Oktober, yaitu sebesar 78 dan 110 kasus. Fatality rate mendekati 50%. 

Menkes menyebut bahwa sejauh ini dugaan terbesar penyebab kasus gangguan ginjal akut di Indonesia adalah senyawa kimia yang mencemari obat-obatan sirup, yaitu etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butyl ether (EGBE). 

Gut Microbiota, Gut-Renal Axis

Mikroba yang terdiri dari beragam bakteri, jamur dan virus membentuk komunitas ekologis yang dinamakan Mikrobiota Usus. Beragam mikroba ini harus didominasi (minimal 80%) oleh jenis yang menguntungkan/probiotik. 

Fungsi penting Mikrobiota adalah mencerna makanan, detoxifikasi, memperkaya nutrisi hasil cerna makanan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi. Fungsi terpenting mikrobiota adalah modulasi sistem imun, sistem syaraf dan sistem endokrin. 

Sistem imun mukosa usus berhubungan dengan semua sistem imun mukosa seluruh organ, yang dinamakan CMIS (Common Mucosa Immune System). Dengan demikian ada interkoneksi antara usus dengan semua organ termasuk ginjal (Gut-Renal Axis). Usus sehat membuat ginjal sehat pula. 

Dysbiosis-Renal Axis, induksi peradangan kronis ginjal

Manakala komunitas mikroba dalam usus menjadi kurang beragam atau tidak seimbang (dominasi mikroba yang merugikan/patogen) terjadilah Dysbiosis. 

Terjadi peningkatan permeabilitas dan usus menjadi bocor (leaky gut) akibat dysbiosis. Toxin dari patogen masuk peredaran darah, menyebabkan peradangan derajad rendah, sistemik dan dalam jangka waktu yang panjang menjadi peradangan kronis (Chronic Inflammation) termasuk peradangan pada ginjal. Markernya adalah peningkatan sitokin proinflamasi seperti IL-17, IL-1, IL-6, TNF-alfa dan IFN-gamma. 

Asam Oksalat, Kalsium Oksalat, Jejas Radang Akut Ginjal

Asam oksalat bisa didapat dari makanan atau alkohol seperti etanol, etilen glikol dan dietilen glikol. Alkohol akan dioksidasi oleh enzym alcohol  dehidrogenase (ADH) dan aldehyde dehidrogenase (ALDH) menjadi asam oksalat. 

Asam oksalat diserap usus dan dalam ginjal berikatan dengan kalsium menjadi kristal kalsium oksalat. Kristal ini menempel pada dinding ginjal bahkan dapat membentuk batu (nephrolitiasis). 
Keberadaan kristal atau batu ini menjadi jejas kimiawi yang menginduksi peradangan akut pada ginjal (Acute Kidney Injury). 

Dysbiosis, Peradangan Kronis, Jejas Kristal Kalsium Oksalat

Peradangan kronis pada anak yang mengalami dysbiosis membuat respon imun anak menjadi over reactive (over reactive immune response). Peradangan ini menjadi lebih buruk karena jejas kristal kalsium oksalat. Terjadilah Acute Kidney Injury (Gangguan Ginjal Akut) bahkan bisa berkembang menjadi Kidney Failure (gagal ginjal). 

Restorasi Dysbiosis dengan Suplementasi Probiotik Multistrain

Dysbiosis direstorasi kembali menjadi mikrobiota yang beragam dan seimbang dengan suplementasi probiotik. Keseimbangan lebih cepat dicapai dengan probiotik multistrain (banyak ragam probiotik). 

Mikrobiota yang beragam dan seimbang (eubiosis) mendidik sel imun untuk memproduksi sitokin proinflamasi (respon imun pemicu radang) seimbang dengan sitokin antiinflamasi (respon imun pereda radang). Lalu peradangan kronis menjadi reda. 

Memiliki respon imun yang seimbang membangun pertahanan tubuh terkuat. Tersedia sitokin proinflamasi (ibarat senjata api) untuk menghancurkan benda asing atau melumpuhkan musuh  dan tersedia sitokin antiinflamasi (ibarat pemadam kebakaran) untuk memadamkan api jangan sampai membakar rumah sendiri (badai sitokin), setelah musuh dilumpuhkan. 

Anak menjadi toleran dengan debu, dingin, protein seafood, laktosa pada susu bahkan etilen glikol jika memiliki respon imun yang seimbang. 

Probiotik Multistrain Degradasi Asam Oksalat Cegah Kristal Kalsium Oksalat 

Ragam penelitian membuktikan bahwa probiotik Lactobacillus sp dan Bifidobacterium sp dapat mendegradasi asam oksalat sehingga tidak diserap usus. Asam oksalat tidak diserap usus maka tidak diekresikan melalui ginjal. Pada gilirannya tidak terbentuk kristal atau batu kalsium oksalat pada ginjal. Dengan demikian  jejas yang menginduksi peradangan akut pada ginjal dihilangkan. 

Probiotik Multistrain (campuran banyak probiotik) lebih efektif dalam mendegradasi asam oksalat dibandingkan Single Strain (satu jenis probiotik). 

Solusi GGAPA 

Kerja Probiotik Multistrain meredakan peradangan kronis dan mendegradasi asam oksalat bisa menjadi pencegahan bahkan bantu penyembuhan GGAPA. 

PRO EM1 adalah Suplemen Kesehatan liquid yang mengandung probiotik multistrain dan metabolit aktif dengan masa simpan yang panjang. Telah mendapat izin edar BPOM sebagai Suplemen Dalam Negeri yang berbahan baku 100% lokal.

Referensi:

1.    Humaira Sadaf, Syed Irfan Raza, Syed Waqas Hassan(2017). Role of gut microbiota against calcium oxalate. Microb Pathog. 2017 Aug;109:287-291. doi: 10.1016/j.micpath.2017.06.009. Epub 2017 Jun 15.

2.    Mansi Mehta, David S Goldfarb, Lama Nazzal (2016). Int J Surg. 2016 Dec;36(Pt D):607-612. doi: 10.1016/j.ijsu.2016.11.024. Epub 2016 Nov 12.

3.    Juan Lei,Yifan Xie,Jingyi Sheng, Jiayu Song(2022). Intestinal microbiota dysbiosis in acute kidney injury: novel insights into mechanisms and promising therapeutic strategies. Renal Failure Volume 44, 2022 - Issue 1. https://doi.org/10.1080/0886022X.2022.2056054.

4.    Su-Jin Jung, Ji-Hyun Hwang, Eun-Ock Park, Seung-Ok Lee, Yun-Jo Chung, Myung-Jun Chung, Sanghyun Lim, Tae-Joong Lim, Yunhi Ha, Byung-Hyun Park, Soo-Wan Chae (2021). Regulation of Alcohol and Acetaldehyde Metabolism by a Mixture of Lactobacillus and Bifidobacterium Species in Human. Nutrients. 2021 May 30;13(6):1875. doi: 10.3390/nu13061875.

5.    Paulina Wigner, Michał Bijak, Joanna Saluk-Bijak (2022). Probiotics in the Prevention of the Calcium Oxalate Urolithiasis. Cells. 2022 Jan 14;11(2):284. doi: 10.3390/cells11020284.

6.    G Soegiarto, SM Sudarmo, L Wulandari, CRS Prakoeswa, A Endaryanto, S Farida, D Tinduh (2020). The Immunomodulation Effects of Probiotics on Health Care Workers of Dr. Soetomo Hospital, Surabaya.

7.    Tjie Kok (2021). Anti-inflammatory Activity and Immuno-balance Effect of Multistrain Probiotics.

8.    Anna Surgean Veterini, Eighty Mardiyan Kurniawati, Hamzah, Subijanto Marto Soedarmo,
Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Damayanti Tinduh (2020). Probiotics Intake as Adjunct Therapy for Infected Health-Care with SARS COV-2. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, April-June 2021, Vol. 15, No. 2. DOI: https://doi.org/10.37506/ijfmt.v15i2.15003

9.    Anna Surgean Veterini, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Damayanti Tinduh, Satuman Satuman (2022). Simple neutralization test report: Do probiotics contribute to COVID-19 therapy?. Biochem Biophys Rep. 2022 Dec; 32: 101348. Published online 2022 Sep 13. doi: 10.1016/j.bbrep.2022.101348

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES