Hukum dan Kriminal

Direktur CV Liga Utama Jadi Tersangka Kasus Tipikor Proyek Pelabuhan Tamperan Pacitan

Rabu, 09 November 2022 - 09:21 | 112.04k
Direktur CV Liga Utama Jadi Tersangka Kasus Tipikor Proyek Pelabuhan Tamperan Pacitan
Kedua tersangka Kasus Tipikor Proyek Pelabuhan Tamperan saat diperiksa oleh tim penyidik dan JPU Kejari Pacitan (Foto: Yusaq For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kejari Pacitan menahan tersangka Direktur CV Liga Utama Mohammad Jasuli.

Atas kasus yang merugikan negara Rp2,6 miliar itu, Jasuli ditahan bersama kontraktor Drs Warji ST di Kejati Jawa Timur.

Kasi Pidsus Kejari Pacitan, Didit Agung Nugroho mengatakan proses tahapan kali ini merupakan pelimpahan dari tim penyidik Kejari Pacitan yang diwakili Kasi Intelijen Yusaq Djunarto selaku Penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum yang diwakili Muslimin untuk diproses dalam tahapan selanjutnya yakni persidangan.

"Iya kemarin Selasa (8/11/2022) kami dari tim penyidik Kejari Pacitan menyerahkan tersangka bersama barang bukti kepada JPU Kejari Pacitan, sekaligus menitipkan tersangka di Rutan Kejati Jawa Timur," katanya, Rabu (9/11/2022).

Kedua-tersangka-Kasus-Tipikor-Proyek-Pelabuhan-Tamperan-b.jpg

Perlu diketahui bahwa kasus ini berawal dari adanya pekerjaan pembangunan Pelabuhan Tamperan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021 sebesar Rp7.965.137.000.00.

Lalu dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur bersama penyedia jasa (CV. Liga Utama) di mana Mohammad Jasuli menjabat sebagai direktur, membuat perjanjian kontrak kerja.

JPU-Kejari-Pacitan-b.jpgDirektur CV. Liga Utama dan Kontraktor saat tiba di Kejari Jawa Timur  (Foto: Yusaq For TIMES Indonesia)

"Sesuai Nomor: 16602/SPK-TGKP/120.3/2021, tanggal 16 September 2021 dan Addendum surat perjanjian kerja nomor: 17814/SPK-TGKP ADD-01/120.3/2021, Tanggal 27 September 2021," imbuhnya.

Kemudian setelah berjalannya waktu yang telah disepakati 90 hari kalender atau sejak tanggal 16 September 2021 hingga 14 Desember 2021, penyedia jasa tidak mengerjakan sesuai kesepakatan yang telah ditentukan.

Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp2.647.750.393,50 (dua miliar enam ratus empat puluh tujuh juta tuju ratus lima puluh ribu tiga ratus sembilan puluh tiga koma lima puluh rupiah).

Jadi, menurut Didit, hingga batas waktu yang telah ditentukan yaitu 14 Desember 2021 dalam pelaksanaannya pekerjaan tersebut hanya mempunyai kemajuan progres realisasi 52,293 persen dari volume kontrak.

Akan tetapi capaian progres realisasi 52, 293 persen tidak sesuai dengan realisasi pekerjaan di lapangan. Konsultan pengawas dan kontraktor, bekerja sama memanipulasi data progres fisik," terangnya.

Maka dari itu, tersangka Direktur CV. Liga Utama Mohammad Jasuli dan Kontraktor Drs. Warji S.T dalam penyidikan terbukti melanggar Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHA Pidana.

Juga Pasal 3 UU Nomor: 31 Tahun  1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHPidana.

Didit menerangkan, kalau pasal yang disangkakan sudah jelas, nanti setelah ini sekali lagi pihaknya menunggu jadwal persidangan. Terkait proses selanjutnya, sekarang Kejari Pacitan fokus pada penanganan kedua tersangka.

"Kalau soal alasan penahanan di Kejati Jatim selain dekat akses persidangan juga agar tersangka (tipikor) tidak melarikan diri," tegas Kasi Pidsus Kejari Pacitan, Didit Agung Nugroho. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES