Hukum dan Kriminal

Tim GTRA Banyuwangi Turun Gunung, Akhirnya Warga Bumiharjo Sadar Telah Tertipu Pungli TORA

Rabu, 26 Oktober 2022 - 18:44 | 13.52k
Tim GTRA Banyuwangi Turun Gunung, Akhirnya Warga Bumiharjo Sadar Telah Tertipu Pungli TORA
Identifikasi dan verifikasi data pemohon Program TORA Reforma Agraria di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Akhirnya warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, menyadari adanya praktik dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam pelaksanaan program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), Reforma Agraria. Masyarakat baru memahami indikasi pelanggaran hukum tersebut setelah Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) turun melakukan verifikasi.

“Oalah, ternyata (program TORA Reforma Agraria) gratis. Lha kemarin warga disuruh bayar Rp100 ribu per bidang, itu suruhan siapa ya?” gumam Zaelani, salah satu tokoh warga Desa Bumiharjo, Rabu (26/10/2022).

Seperti diketahui, sejak beberapa waktu lalu Tim GTRA Banyuwangi turun ke Desa Bumiharjo. Mereka melakukan identifikasi dan verifikasi data pemohon Program TORA Reforma Agraria.

Di lapangan, petugas memastikan apakah data yang telah masuk sesuai dengan fakta.

Zaelani bercerita, sudah seminggu lebih belasan orang datang dengan mengendarai mobil plat merah. Mereka berkeliling mendatangi satu persatu lahan dan rumah pemohon Program TORA Reforma Agraria.

Tak tanggung-tanggung, tenaga lapang yang diutus ialah sejumlah perwakilan dari segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi yang berkolaborasi dengan instansi vertikal yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Cabang-cabang Dinas Kehutanan (CDK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Petugas dijadwalkan selama tiga hari untuk melaksanakan verifikasi di Desa Bumiharjo, namun karena luasnya kawasan hutan yang mencapai ratusan hektare di Dusun Wonoasih dan Sugihwaras, dengan didampingi kepala dusun, ketua RT, RW setempat dan sejumlah warga, petugas memutuskan untuk menambah jadwal dua hari lebih lama dari jadwal yang telah ditentukan.

"Sabtu minggu pun mereka tetap bekerja. Bahkan saat hujan pun mereka tidak berhenti sampai malam hari. Kami sangat berterima kasih atas kerja kerasnya," ujar Abdillah, salah satu warga asal Dusun Sugihwaras, Desa Bumiharjo.

Kami, lanjutnya, terpanggil untuk  berpartisipasi dalam mengawal dan menemani Tim GTRA. Antusias Abdillah bersama warga penerima program TORA Reforma Agraria di Desa Bumiharjo bertujuan untuk mendapatkan kepastian informasi terkait TORA Reforma Agraria melalui instansi yang berwenang.

Diberitakan sebelumnya, puluhan perwakilan warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, mendatangi Rumah Pergerakan dan Jurnalistik, Kamis (22/9/2022). Di situ, mereka curhat tentang dugaan pungli program TORA diwilayahnya.

Warga Bumiharjo menceritakan, bahwa mereka dimintai uang sebesar Rp100 ribu per bidang sebagai dalih untuk administrasi pendaftaran. Dan selanjutnya akan dipungut biaya lagi Rp750 per meter untuk biaya pelepasan tanah.

"Kami sangat bersyukur atas kedatangan tim ini. Akhirnya jelas semua, bahwa program TORA Reforma Agraria ini gratis. Artinya, selama ini diduga warga telah ditipu oleh oknum yang seolah memiliki kewenangan padahal tidak,” tegas Lukman, warga lainnya.

Lukman menambahkan, adanya kedatangan Tim GTRA ini membuat warga semakin sadar dan yakin, bahwa disinyalir telah tertipu.

“Ratusan juta rupiah uang hasil pungutan warga itu, entah dimakan siapa. Padahal Tim GTRA Banyuwangi tidak tahu menahu dan tidak pernah mengintruksikan pembentukan kelompok masyarakat hingga melakukan pungutan," tegasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Pungli berkedok pengurusan program TORA Reforma Agraria di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, ini didasari adanya pihak yang mengaku memiliki jalur khusus ke pemerintah pusat.

Padahal, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI Yogyakarta, Suhendro A Basori, telah mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya jika ada pihak yang mengaku mampu membantu pengurusan program TORA Reforma Agraria.

Suhendro menegaskan, pengurusan program TORA Reforma Agraria dilakukan satu pintu melalui Tim GTRA. Di Banyuwangi, Tim GTRA kabupaten diketuai Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES