Hukum dan Kriminal

Kasus Penganiayaan Siswa, LKBH Pandawa Datangi SMK Dirgantara Putra Bangsa

Jumat, 07 Oktober 2022 - 19:55 | 31.79k
Kasus Penganiayaan Siswa, LKBH Pandawa Datangi SMK Dirgantara Putra Bangsa
LKBH Pandawa Yogyakarta ketika mendatangi SMK Dirgantara Putra Bangsa Sleman. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Tim advokat dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Pandawa Yogyakarta mendatangi SMK Dirgantara Putra Bangsa Sleman, Jumat (7/10/2022).

Direktur LKBH Pandawa Gyovani Salfolfram, SH mengatakan, kedatangan mereka ke SMK tersebut untuk menuntut keadilan atas kasus penganiayaan yang menimpa siswa D.

"Siswa tadi merupakan klien kami. Dimana tanggal 5 Oktober yang lalu telah terjadi peristiwa penganiayaan terhadapnya. Dengan pelaku senior (kakak kelas) serta salahsatu alumni sekolah ini," terangnya. Gyovani mengatakan telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mlati, Sleman.

"Kami juga mengharapkan adanya tindakan tegas dari sekolah dengan harapan tindakan seperti itu tidak akan terjadi lagi. Baik di sekolah tersebut ataupun sekolah yang lain," ujarnya.

Gyovani menyampaikan kepala sekolah akan melakukan pembinaan. Sementara pihaknya menekankan kejadian tersebut merupakan tindakan kriminal dan tidak begitu fair juga kalau hanya pembinaan. Mengingat akibat peristiwa tersebut, saat ini D tidak mau sekolah lagi. 

"Kami berharap sekolah juga mengeuarkan para pelaku dan tindakan pembulyan seperti yang menimpa klien kami tidak terulang lagi kedepannya," tegasnya.

LKBH-Pandawa-Yogyakarta-ketika-mendatangi-SMK-Dirgantara.jpg

a sebutkan peristiwa pemukulan dan pengeroyokan tersebut terjadi di lingkungan sekolah serta dilakukan oleh empat orang pelaku dan salah satu pelakunya adalah alumni sekolah tadi.

"Tiga orang siswa masih usia anak-anak, sementara alumni tadi sudah dewasa," tambahnya.

Kejadian tadi sebetulnya berawal dari  permasalahan D di luar. Kebetulan saat kejadian ada salah satu alumni di lokasi. Ia kemudian menyampaikan hal itu ke sekolah. Selanjutnya sekolah mengeluarkan kebijakan bahwa anak ini (D) dikeluarkan dari sekolah. 

Oleh karena itu orang tuanya kemudian meminta bantuan pada LKBH Pandawa yang segera mendatangi sekolah.

"Hasilnya saat itu, D dapat meneruskan pendidikan di sekolah ini," katanya.

Setelah terjadi kesepakatan jika D melakukan kesalahan dan tiga kali diperingati maka orang tuanya yang akan mengambil dan dipindahkan ke  sekolah lain. Beberapa saat kemudian saat ada ekstrakurikuler terjadilah peristiwa penganiayaan tadi.

Sementara itu saat mau dimintai tanggapannya Kepala Sekolah SMK Dirgantara Putra Bangsa Drs M Nadjmuddin M Par memilih bungkam. Sempat ditunggu oleh sejumlah wartawan yang mendatangi sekolah ini. Usai keluar dari ruangannya Nadjmuddin berlalu sembari menyatakan maaf saya mau khutbah ke masjid. Karena letaknya cukup  jauh jadi harus datang lebih awal.

Tidak hanya berkomitmen memperjuangkan hak-hak kliennya. LKBH Pandawa ternyata juga memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Hal tesebut salahsatunya terlihat dalam kegiatan yang dilakukan di kantor LKBH Pandawa, Jumat (7/10/2022) sore.

Mereka membagikan beasiswa kepada 34 anak sekolah yang membutuhkan. "Kali ini kami menyasar 34 anak sekolah yang membutuhkan. Sementara nominal yang kami berikan satu dengan lainnya tidak sama jumlahnya. Tergantung hasil survey tim dari LKBH Pandawa. Penilaian berdasarkan urgensi kebutuhan sasaran," terang Pembina LKBH Pandawa Mohamad Novweni, SH.

Ia sebutkan total beasiswa yang dibagikan kepada 34 anak tadi dalam kesempatan ini sebesar Rp 45 juta. Dimana mereka akan menerima paling kecil sebesar Rp 500 ribu dan terbesar Rp 1,8 juta. Mekanismenya bantuan tadi akan diberikan langsung ke pihak sekolah anak penerima beasiswa.

Parjono orang tua salah satu penerima beasiswa tersebut mengaku senang. Kepada TIMES Indonesia, warga Bantul ini berharap program yang bagus tersebut dapat terus berkelanjutan kedepannya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES