Gaya Hidup

Tahu Sate Lilit Jamur Ayam Betutu, Menu Inovatif Berbahan Pangan Lokal di Sumedang

Senin, 19 September 2022 - 03:21 | 32.85k
Tahu Sate Lilit Jamur Ayam Betutu, Menu Inovatif Berbahan Pangan Lokal di Sumedang
Penampakan juara pertama Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal yang diinisiasi DPC PDI Perjuangan di Sumedang Jabar, Minggu (18/9/2022). (FOTO: Alan Dahlan/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SUMEDANG – Makanan khas tradisional yang bernama sate lilit jamur ayam betutu dinyatakan peraih juara pertama dalam kegiatan Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Jabar), Minggu (18/9/2022).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang, Irwansyah Putra, mengapresiasi animo peserta yang mengikuti kegiatan Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal di Sumedang cukup tinggi. Sehingga, pesertanya dibatasi.

"Tak kurang dari 30 peserta lomba merupakan perwakilan kader PDI Perjuangan ditingkat ranting, PAC hingga masyarakat umum," ujarnya.

Ia melanjutkan, adapun peraih juaranya yakni, kader PDI Perjuangan asal Rancakalong mendapat juara pertama. Sedangkan juara ke dua diraih oleh kader PDI Perjuangan asal Tanjungsari dan juara ketiga diraih oleh kader PDIP asal kecamatan Sukasari.

"Kegiatan ini tak sekedar lomba semata, namun sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa makanan pokok itu bukan hanya beras. Sebab, aneka ragam makanan yang mengandung karbohidrat disekitar kita cukup banyak. Tentu saja, bahan dasar yang ada ini jika diolah dan disajikan dengan baik akan membuat orang lebih minat untuk menyantapnya," kata Irwansyah.

Olehsebab itu, kegiatan Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal ini serentak dilakukan diberbagai daerah yang di pelopori oleh PDI Perjuangan.

"Alhamdulillah, untuk peraih juara ini akan bertarung di tingkat DPD Provinsi Jabar. Ya prosesnya cukup ketat juga, karena semuanya sangat bagus, menarik dan rasanyapun enak semua. Makanya, kami hadirkan tim  penilai dari luar partai diantaranya, akademisi, chef atau koki, hingga ahli tataboga," terangnya.

Selain itu, bagi peraih juara pertama diganjar hadiah berupa uang senilai Rp5 juta, untuk posisi ke dua Rp3 juta dan ke tiga Rp2 juta.

"Pada intinya, yang dilombakan ini ada dua kategori menu makanan yakni, makanan pengganti beras dan makanan untuk anak berusia dibawah dua tahun," terangnya.

Lebih dari itu, Irwansyah menambahkan, PDI Perjuangan akan lebih gencar lagi dalam merealisasikan program ketahan pangan. Salahsatunya, berupa Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal yang baru saja dilakukan.

Di kesempatan itu, politikus PDI Perjuangan, Ineu Purwadewi yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar meninjau langsung kegiatan tersebut dan mengapresiasi para peserta telah ikut berpartisipasi untuk berlomba dengan berbekal menu andalannya.

"Saya percaya mereka paham apa itu makanan pengganti beras yang syarat akan kandungan karbohidrat. Karena, hampir sebagian besar peserta menggunakan bahan dasar serupa yakni, singkong, talas, ubi-ubian, jagung dan sejenisnya. Namun, yang membedakan adalah cara pengolahannya, penyajian, konsep makanan, hingga rasanya," terang Ineu.

Selain itu, terang Ineu, para peserta yang hampir semuanya emak-emak atau perempuan menjadi tantangan tersendiri dalam lomba tersebut. Mengingat, mereka sudah menguasai bagaimana caranya mengolah makanan lokal menjadi sangat menarik dengan cita rasa yang khas juga lezat.

"Terimakasih setinggi-tingginya kepada para pesrta yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan lomba ini. Jangan kecil hati bagi yang tidak meraih juara. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana edukasi dan pengalaman. Mengingat, kegiatan ini merupakan bagian dari mengantisipasi krisis pangan atau terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia," tukas Ineu Purwadewi.

Sementara itu, tim peraih juara pertama Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal asal Kecamatan Rancakalong, Dedi Setiadi mengapresiasi atas capaian peraih juara lomba inovasi menu makanan berbasis pangan lokal yang diinisiasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang.

"Ya kami percaya diri dengan menu yang di usung yakni, sate lilit jamur ayam betutu dengan bahan dasar jamur tiram dan ayam. Menu ini sebagai pelengkap dari makan pengganti nasi yakni talas. Namun, kami lebih meilih jenis talas padang yang teksturnya mirip kentang," katanya.

Selain itu, terang Dedi, kategori makanan untuk bayi dibawah dua tahun, dirinya membuat makanan berbahan dasar dari pisang ambon dengan telur ayam, dimana konsepnya dibikin sangat simpel juga mudah.

"Menu yang kami sajikan pun tak terlepas dari sayuran dan buah. Sehingga konsep yang disuguhkan dibuat semenarik mungkin dan inovatif. Namun, tetap dengan memperhatikan cita rasa. Alhamdulillah, kami meraih juara pertama," kata warga Sumedang terkait inovasi menu berbahan pangan lokal.  (*)
 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES