Gawainesia

Ketika Wayan Tuges Meyakini Keunikan Sulit Dijiplak

Minggu, 19 Juni 2016 - 16:22 | 126.26k
Ketika Wayan Tuges Meyakini Keunikan Sulit Dijiplak
ART: Koleksi karya gitar I Wayan Tuges di galery dan rumah produksinya di Bali. (Foto: Times Indonesia)
FOKUS

TIMESINDONESIA, BALI – Indonesia harus percaya diri soal produksi gitar akustik lokal. Salah satu alasannya karena punya I Wayan Tuges.

"Buat apa saya membuat gitar yang nantinya sama di pasaran yang hegemoni ," ucap I Wayan Tuges kepada Times Indonesia Networking di galeri dan rumah produksinya Bluberry Gitar di kawasan Guwang Sukowati Bali akhir pekan ini.

mr-d-satuaZzl.jpg

UNIK : Wayan Tuges [bertopi) dan Mr D menjajal gitar akustik Blueberry. (Foto: Mr.D/TIMES Indonesia)

Wayan berkeyakinan, meski pekarya tidak selalu jadi nomor satu atau yang the best, tapi masih punya kesempatan untuk menjadi yang “the most unique”. Keunikan, menurut Wayan susah untuk bisa di copy paste alias dijiplak.

Gitar merk Blueberry Wayan memang memiliki keunikan. Semua handmade dengan sentuhan ukiran mayoritas motifnya satwa langka liar di tanah air. Khas dan detil.

Gitar bergawai milik Mr D, juga diukir Wayan dengan motif Banteng Jawa dan Jalak Bali. Dua satwa langka yang dilindungi.

gitar-unik-dan-cantik-mr-doWe4Y.jpg

I Wayan Tuges dengan memperlihatkan gitar hasil karyanya. (Foto: Mr D/TIMES Indonesia)

Itu yang menjadikan gitarnya berbeda dengan yang ada di dunia. Para pengguna dan pembeli gitarnya mengakui kualifikasi prestasi gitar Wayan. Mulai soal tata artistiknya hingga suara.

Bahkan, sejumlah musisi tanah air maupun mancanegara yang memakai gitar bikinan Wayan tidak meragukan keunggulan gitarnya.

Hingga kini, Wayan sudah memproduksi 1220 gitar. Semua sudah bersertifikat internasional.

Satu terobosan lagi dari  Wayan Tuges. Ia juga  bikin gitar akustik dengan robotic tuner. Gitar itu bisa untuk tuning automatic standar atau custom dengan presisi yang akurat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Naning Yusuf
Publisher : Ahmad Sukmana

TERBARU

KOPI TIMES