Flash News

Tradisi Petik Laut Sendangbiru Kembali Digelar, Nelayan Larung Hasil Bumi

Selasa, 27 September 2022 - 17:34 | 21.19k
Tradisi Petik Laut Sendangbiru Kembali Digelar, Nelayan Larung Hasil Bumi
Prosesi Petik Laut Sendangbiru yang dihadiri Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Binar Gumilang/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, MALANG – Tradisi Petik Laut Sendangbiru di Sumbermanjing wetan, Kabupaten Malang, kembali digelar oleh para nelayan, Selasa, (27/9/2022). Dalam tradisi itu, warga melarung berbagai hasil bumi.

Selain melarung berbagai hasil bumi, pada Petik Laut Sendangbiru, nelayan juga melarung tiga buah tumpeng berukuran besar. Hal ini sesuai tradisi yang dilakukan turun temurun.

Aneka hasil bumi yang dilarung pada Petik Laut Sendangbiru diantaranya aneka hasil perkebunan, dan pertanian yang merupakan hasil sendiri dari masyarakat serta nelayan.

Pada kesempatan Petik Laut Sendangbiru ini juga dikirab sebuah perahu besar yang membawa tumpeng. Selanjutnya nanti akan dilarung di tengah laut lepas.

Tradisi-Petik-Laut-Sendangbiru-2.jpgGubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa ketika menyampaikan sambutan pada Petik Laut Sendangbiru. (Foto: Binar Gumilang/TIMES Indonesia)

Prosesi Petik Laut Sendangbiru dimulai kirab hasil bumi dan tumpeng ke pelabuhan. Kemudian, di tempat tersebut dilakukan ritual doa oleh tokoh maupun sesepuh masyarakat.

Selanjutnya, prosesi Petik Laut Sendangbiru adalah melarung tiga buah tumpeng dan hasil bumi tersebut ke tengah lautan menggunakan perahu. Para nelayan lain juga turut memacu perahu mereka ke tengah laut.

Setelah berada di tengah laut, tumpeng dan hasil bumi itu dilepas. Kemudian diperebutkan oleh masyarakat maupun nelayan. Momen inilah yang ditunggu-tunggu pada tradisi Petik Laut Sendangbiru.

Masyarakat maupun nelayan yang tentunya ksa berenang, sudah biasa berebut di tengah lautan. Ini dilakukan pada saat prosesi Petik Laut Sendangbiru tiap tahun.

Dalam tradisi Petik Laut Sendangbiru kali ini, dihadiri Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang Sanusi beserta para pejabat Pemkab Malang.

Pada sambutannya, Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi dan ucapan selamat digelarnya kembali tradisi Petik Laut Sendangbiru.

"Apa yang dilakukan hari ini bisa jadi penyemangat para nelayan," kata Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa ketika menyampaikan sambutannya pada acara tradisi Petik Laut di Sendangbiru.

Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan harga BBM tentu berimbas pada para nelayan. Dirinya terus berupaya memfasilitasi para nelayan untuk menyiasati penggunaan BBM.

Tradisi-Petik-Laut-Sendangbiru-3.jpgProsesi kirab hasil bumi pad Petik Laut Sendangbiru. (Foto: Binar Gumilang/TIMES Indonesia)

"Kami telah melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk mengkalkulasi kebutuhan BBM para nelayan," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan, pandemi yang berlangsung beberapa tahun terakhir membuat hasil tangkapan ikan nelayan Sendangbiru menurun.

Politisi PDI Perjuangan ini lalu berharap momen Petik Laut Sendangbiru ini dapat mengembalikan hasil tangkapan laut nelayan Sendangbiru seperti sedia kala.

"Hasilnya menurun sekarang hanya 20 ton ikan tuna per hari. Sebelum pandemi bisa 200 ton per hari. Tujuan Petik Laut dan Larungan ini untuk bersedekah, biasanya setelah ini hasil tangkapannya meningkat," terangnya di tempat yang sama.

Dia menjelaskan, melalui Petik Laut Sendangbiru, ang sebagai bentuk rasa syukur nelayan serta masyarakat, dapat meningkatkan kembali hasil tangkapan ikan para nelayan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES