Entertainment

Kembali ke Dunia Entertainment, Kiki Hendrawan Batasi Pasien Saraf Kejepit 

Rabu, 09 November 2022 - 22:13 | 7.60k
Kembali ke Dunia Entertainment, Kiki Hendrawan Batasi Pasien Saraf Kejepit 
Kiki Hendrawan bersama pasien.(foto: Dok.Pribadi)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Meskipun sudah memiliki ribuan pasien sebagai seorang ahli pengobatan syaraf kejepit, namun jiwa seni dan bisnis Kiki Hendrawan tetap tak bisa dihentikan begitu saja.

Kini, mantan DJ (Disc Jockey) ini justru mengurangi penangan pasiennya untuk kembali ke jalur entertainment dan bisnis yang telah bertahun-tahun ia tinggalkan.

Sosok yang oleh pasiennya sendiri dijuluki “Si Tangan Ajaib” ini mengaku akan membatasi pasiennya demi menjalankan bisnis entertainmentnya yang bertahun-tahun ia tinggalkan.

Kepada awak media, Kiki menjelaskan bahwa dirinya hanya akan menangani 10 pasien saja setiap harinya, karna padatnya  kegiatan di luar pengobatan saraf kejepit.

“Mulai hari ini, saya akan membatasi pasien saya sekitar 10 orang saja, sedang jam praktek saya mulai jam 08.00-10.00 WIB setiap harinya, karena kegiatan di luar itu sudah sangat padat dan sulit untuk ditinggalkan," kata Kiki, Rabu (9/11/22).

Lebih lanjut Kiki menjelaskan bahwa kesibukannya di luar pengobatan saraf kejepit sudah tak bisa ditinggalkan lagi.

"Saya sejak beberapa bulan belakangan kembali mengelola entertainment yang selama ini aku tinggalin, jadi saya banyak ngurusin artis yang bergabung di label saya  Midy Enterprise. Di antaranya ada Aris idol dan Alefungky (gitaris Indonesia got talent)," tambah Kiki Hendrawan. 

Masih kata Kiki Hendrawan, belum lagi mengurusi beberapa artis DJ yang bergabung di label, rental perangkat sound system, lighting, panggung dan talent- talent pengisi acara untuk hotel-hotel. 

"Jadi, event organizer saya juga saya hidupkan lagi, Insya Allah ke depan akan ngejalani road show beberapa di antaranya  ada Imaniar, Dedy Dhukun dan Fariz RM,” sabung Kiki Hendrawan yang juga seorang  produser YouTube.

Meski demikian Kiki Hendrawan yang lulusan dari Guangzhou China ini tetap konsisten tetap akan membantu mengobati pasien saraf kejepit meskipun dibatasi hanya 10 orang saja setiap harinya. Bahkan untuk tetap terus menularkan ilmunya, ia juga tetap mengurus sekolah TCM kedokteran timur akupuntur.

“Untuk pasien tetep ya, karena itu bentuk pengabdian saya. Tetapi yang  akan saya  tangani 10 pasien saja sehari seperti saya sebut di atas. Nah agar ilmu yang saya peroleh ketika sekolah di Guangzhou China dulu bisa terus ditularkan, makanya saya tetap juga masih ngurus sekolah TCM kedokteran timur akupuntur, Namanya YAPEPTRI.Hendrawan

"Intinya pokoknya pengobatan tetep jalan, tetapi dunia entertainment saya juga harus jalan," jelas ahli saraf kejepit Kiki Hendrawan.

Kiki Hendrawan ‘Si Tangan Ajaib’ sejak terkenal memang terus kebanjiran pasien. Baik pasien yang berkunjung langsung ke kliniknya berpraktek maupun kunjungan khusus dengan perjanjian.

Ia diburu sebagai sumber pemberitaan media mulai September 2017  lalu, karena bisa menyembuhkan pasien syaraf kejepit  (HNP) dalam waktu 5 menit. 

Misal bagi pasien yang mengalami syaraf kejepit di lumbal torakal dan cervical, biasanya Kiki cukup menangani hanya dalam tempo 5 menit saja. Tipe yang paling sulit menurutnya adalah tipe yang melemahkan.

“Saraf kejepit itu banyak tipenya, ada yang sulit dan ada yang mudah atau bahkan langsung sembuh di tempat dalam waktu tak kurang dari 5 menit,” jelas Kiki. 

Lebih jauh Kiki juga menceritakan bagaimana HNP yang bisa langsung sembuh ditempat dan bagaimana pula type HNP yang sulit untuk disembuhkan atau butuh proses.

Type syaraf kejepit  yang biasanya bisa langsung sembuh ditempat adalah type HNP yang rasanya sakit saat bergerak. Misalnya ketika jalan, ketika berdiri, posisi tidur kaki kiri atau kanan sakit, membungkuk sakit serta segala rasa nyeri diseputaran lutut dan dipinggang seperti ketarik samai ke kaki. 

“Sementara type yang sulit adalah type yang melemahkan syaraf, apalagi yang terkena sudah menalar dikedua kakinya, type yang seperti ini perlu waktu yang cukup lama,” lanjut  Kiki.

Pasien yang datang berobat kepadanya  menurut Kiki sangat beragam dan multi strata sosial. Ada dari kalangan orang biasa saja, ada dari  kalangan pejabat, ada juga dari kalangan dokter hingga pengusaha.

“Pasien yang datang berobat ke saya latar belakangnya macam-macam ya, ada dari kalangan orang biasa, ada juga pegawai, profesional, tentara dan lain lain. Beberapa waktu lalu saya  pernah juga mengobati  pak Idrus Marham (Menteri Sosial waktu itu), dan yang terbaru saya mengobati seorang dokter ahli bedah yaitu dr.Hendra Sutantyo (awal Nopember). Kemudian pengusaha nasional bapak Tjipto Pusposuharto (bulan Agustus), adalah  salah satu pemilik farmasi Meiji,” imbuh Kiki Lebih lanjut.

Sejauh ini, Kiki mengaku sangat senang, karena ilmu yang ia dapatka ketika study di Guangzhou University Tiongkok  itu bisa bermanfaat bagi orang banyak. Hal itu dibuktikan dengan  semakin banyaknya pasien kasus HNP yang bisa dibantu pengobatannya.

“Saya tentu merasa senang, dengan keahlian yang saya punya ini bisa membantu banyak orang. Lebih bangganya lagi ternyata saya bisa membantu pengobatan orang orang yang menurut saya tergolong orang besar. Baik secara jabatan, maupun kemampuan ekonominya, seperti bapak Idrus Marham waktu itu masih menjabat Mensos, Bapak Tjipto Pusposuharto, pemilik farmasi Meiji dan dr. Hendra Sutantyo yang ahli bedah,” papar Kiki Hendrawan dengan bangga.(*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES