Ekonomi

Persaingan Meningkat, Kepala SKK Migas Tegaskan Industri Migas Global Penuh Tantangan

Rabu, 23 November 2022 - 10:31 | 14.89k
Persaingan Meningkat, Kepala SKK Migas Tegaskan Industri Migas Global Penuh Tantangan
3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022' (IOG 2022)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto secara simbolis membuka gelaran '3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022' (IOG 2022), Rabu (23/11/2022).

Pembukaan IOG 2022 yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kawasan Terpadu ITDC, Nusa Dua, Badung Bali, dilakukan dengan mempertemukan kedua tangan sebagai tanda kolaborasi keduanya dalam menyongsong tahun 2023.

Dalam sambutannya, Kepala SKK Migas, Dwi Sutjipto mengatakan jika gelaran IOG diselenggarakan setiap tahun untuk menunjukkan kemajuan kinerja dibidang hulu migas dan membahas potensi serta prospek dibidang migas. Dimana semuanya bertujuan untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

"Dan yang lebih penting untuk mengumpulkan dukungan dan kolaborasi dari para pemangku kepentingan," terang Dwi.

Diungkapkan, setelah meninjau kemajuan IOG 4.0 dan tren global dan lokal seperti harga minyak, transisi energi, acara G20, dan lain-lain, SKK Migas memutuskan untuk mengangkat tema IOG 2022 'Meningkatkan Investasi dan Mengadaptasi Transisi Energi Melalui Kolaborasi yang Lebih Kuat'.

IOG 2022 diselenggarakan secara hybrid dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, lanjutnya, memberikan sinyal kepada masyarakat global bahwa Industri hulu migas Indonesia siap menarik investasi dan juga mendukung Pengembangan Pariwisata Indonesia.

"Industri migas global berada dalam masa yang sangat dinamis dan penuh tantangan. Situasi geopolitik dan ekonomi global saat ini menyebabkan gangguan pasokan energi & pangan yang selanjutnya menyebabkan kenaikan harga," urainya.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ancaman inflasi dan krisis ekonomi dan energi. Dengan demikian ketahanan energi merupakan isu penting untuk dibahas. Tren global lain yang mempengaruhi industri migas adalah isu transisi energi. 

"Setelah Protokol Kyoto, Perjanjian Paris, dan G20 terbaru, banyak negara, termasuk Indonesia, berkomitmen penuh untuk mengurangi emisi karbon," kata Dwi.

Ia mengungkapkan, di industri minyak dan gas beberapa perusahaan minyak besar telah memasukkan pengurangan karbon dan investasi energi terbarukan dalam strategi portofolio. 

Kondisi demikian membuat investasi minyak dan gs perlu ditingkatkan karena perlu memasukkan program pengurangan karbon seperti carbon capture utilitation and storage (CCUS).

"Di sisi lain, persaingan untuk mendapatkan investasi di bidang migas semakin meningkat," jelasnya.

Diketahui, IOG 2022 yang diselenggarakan di sisa tahun 2022 diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi di Indonesia. IOG 2022 juga diharapkan sudah menyelesaikan berbagai 'pekerjaan rumah' yang harus dibenahi sekaligus menyiapkan dan memetakan berbagai peluang 2023 untuk dapat dijalankan lebih baik.

Hal itu ditegaskan Chairman Organizing Committee IOG 2022, Mohammad Kemal. Disebutkan, konvensi migas terbesar Indonesia terfokus pada upaya meningkatkan iklim investasi migas dengan memperkuat kolaborasi sambil terus beradaptasi dengan transisi energi.

Di sisi lain, peran industri migas semakin signifikan seiring komitmen Indonesia terhadap target net-zero emisi. Sektor migas diharapkan dapat meningkatkan produksi dan mengurangi emisi secara bersamaan selama masa transisi, sehingga pertumbuhan ekonomi negara tetap positif. 

Bahkan, proses menuju net zero emission sudah mulai diterapkan oleh pelaku industri migas seperti Lapangan Ubadari dan Lapangan Vorwata yang dikelola oleh British Petroleum (BP).

Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman mengungkapkan, potensi Indonesia masih menjanjikan bagi para investor. Meski demikian, para pelaku usaha kembali menekankan beberapa isu klasik yang selama ini menjadi perhatian.

Isu-isu tersebut antara lain perbaikan dalam hal fiskal, kepastian hukum, kualitas data, dan ketersediaan infrastruktur. Pemerintah dalam hal ini terus mengupayakan peningkatan investasi di bidang hulu minyak dan gas bumi. 

Kebijakan yang dilakukan, antara lain menawarkan terms and conditions penawaran wilayah kerja migas yang menarik bagi investor, perbaikan sistem  perizinan, serta regulasi lainnya.

"Kami berharap dengan adanya Konvensi IOG 2022 ini, para pemnagku kepentingan di industri migas dapat duduk bersama dan mencari solusi untuk meningkatkan iklim investasi migas ke depan, terutama jelang Indonesia Emas 2045," kata dia.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES