Ekonomi

OJK Jabar Dorong Generasi Muda Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan

Senin, 24 Oktober 2022 - 18:59 | 17.78k
OJK Jabar Dorong Generasi Muda Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan
Kepala OJK Regional 2 Jabar Indarto Budiwitono bersama Wakil Rektor Universitas Telkom usai Talkshow Investasi di Pasar Modal, di Universitas Telkom, Kab Bandung, Senin (24/10/2022). (Foto: OJK Jabar for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jawa Barat bersinergi dengan Universitas Telkom, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat dan MNC Sekuritas Cabang Bandung menyelenggarakan kegiatan Talkshow Investasi di Pasar Modal bagi Generasi Zillenial.

Talkshow yang digelar di Universitas Telkom, Kabupaten Bandung, Senin (24/10/22) ini, untuk meningkatkan literasi Pasar Modal kepada generasi muda, dalam rangka mendorong inklusi keuangan dan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Talkshow yang dihadiri oleh sekitar 1.100 peserta dari akademisi dan mahasiswa Universitas Telkom ini merupakan salah satu kegiatan, yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Jawa Barat Tahun 2022.

Kepala OJK Regional 2 Jabar Indarto Budiwitono menyampaikan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di sektor Pasar Modal merupakan salah satu tantangan yang yang harus dihadapi bersama, mengingat relatif rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan di sektor Pasar Modal, dibandingkan industri lain di sektor jasa keuangan.

“Survei indeks literasi dan inklusi keuangan nasional tahun 2019 menunjukkan indeks literasi Pasar Modal sebesar 4,92 persen, sementara indeks inklusi keuangannya tercatat sebesar 1,55 persen,” sebut Indarto.

Namun demikian, OJK mencatat total Single Investor Identification (SID) investor sampai dengan Agustus 2022 sebanyak 9,45 juta SID atau meningkat lebih dari 8 kali sejak lima tahun lalu.

“Hal ini menunjukkan bahwa produk Pasar Modal sudah mulai dilirik dan menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia dalam berinvestasi,” jelas Indarto.

Dari jumlah tersebut, jumlah investor usia muda mulai mendominasi Pasar Modal Indonesia, dengan rentang usia di bawah 30 tahun. Berdasarkan kelompok umur, investor dengan usia di bawah 30 tahun jumlahnya mencapai 59,43 persen dan menguasai pangsar sebesar Rp54,79 triliun, dengan latar belakang pendidikan yang didominasi oleh lulusan perguruan tinggi dan SMA/sederajat.

Talkshow-Investasi-2.jpg

Banyaknya penawaran produk investasi melalui media sosial oleh influencer turut mempengaruhi perilaku generasi muda dalam membeli produk investasi tanpa terlebih dahulu melakukan screening atas profil perusahaan, legalitas serta kinerja keuangan yang dapat diyakini kebenarannya.

Hal ini tidak terlepas dari kemunculan influencer generasi muda selaku afiliator yang secara singkat menjadi kaya-raya. Padahal investasi yang ditawarkannya ilegal dan seringkali menjerumuskan masyarakat untuk memperkaya dirinya sendiri.

“Satu hal yang harus saya tekankan untuk adik-adik mahasiswa, bahwa berinvestasi itu bukan jalan instan untuk cepat kaya, tetapi salah satu jalan untuk mempekerjakan aset kita. Mari berpikir lebih cerdas, bertindak lebih logis, dan berinvestasi lebih bijak," pesanIndarto.

Menurutnya, banyak instrumen investasi legal di Pasar Modal yang dapat dimanfaatkan, seperti saham, obligasi, sukuk, reksa dana, securities crowd funding, dan masih banyak lainnya.

“Yang harus kita ingat, bahwa setiap investasi mempunyai manfaat dan risiko, sehingga jangan mudah tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti, tinggi dan cepat”, lanjut Indarto.

Senada dengan Indarto, Wakil Rektor Universitas Telkom Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Alumni, Dida Diah Damajanti, mengingatkan kepada para mahasiswa agar dalam berinvestasi harus disertai dengan pengetahuan yang cukup terutama bagi para generasi zillenial sebagai investor pemula.

“Mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan khususnya terkait cara berinvestasi di Pasar Modal yang aman dan legal, mutlak diperlukan bagi rekan-rekan mahasiswa Universitas Telkom”, kata Dida.

Upaya perluasan akses keuangan yang diikuti dengan bauran program edukasi keuangan seperti kegiatan talkshow yang dilaksanakan seperti ini, akan terus dilakukan. Khususnya pada bulan Oktober yang ditetapkan sebagai Bulan Inklusi Keuangan (BIK), OJK Kantor Regional 2 Jawa Barat akan terus bersinergi dengan stakeholder untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertemakan literasi dan inklusi keuangan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES