Ekonomi

Kendalikan Inflasi, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah

Rabu, 19 Oktober 2022 - 20:30 | 19.98k
Kendalikan Inflasi, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah
Suasana pasar murah yang dilaksanakan Disperindag DIY. (FOTO: Humas Pemda DIY)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Berbagai upaya dilakukan Pemda DIY untuk mengendalikan harga bahan pokok (Bapok) dan inflasi. Salah satunya adalah menggelar pasar murah. Rencananya, pasar murah yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag DIY tersebut akan dilaksanakan 10 putaran.

Rencananya, pasar murah oleh Disperindag DIY itu akan dilakukan di lima kabupaten/kota. Waktunya sepanjang Oktober hingga Desember 2022. Nah, seluruh lokasi penyelenggaraan pasar murah akan digelar di tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Sehingga, pasar murah diharapkan dapat menarik animo kunjungan.

Kepala Disperindag Pemda DIY, Syam Arjayanti mengatakan, pasar murah pertama telah digelar di halaman kantor Disperindag DIY pada Selasa (18/10/2022).

Harga bapok yang dijual di pasar murah tersebut sudah disubsidi oleh Pemda DIY. Sehingga, daya beli masyarakat diharapkan dapat meningkat karena harga bapok yang dijual jauh lebih rendah dari harga pasaran.

“Subsidi kali ini per kilonya sebesar Rp 2 ribu dipotong pajak. Subsidi yang diberi adalah bantuan potongan pada harga distribusi pada masing-masing distributor,” kata Syam, Rabu (19/10/2022).

Setelah putaran pertama dilakukan, pada bulan yang sama, pasar murah putaran kedua dan ketiga akan dilakukan di Kabupaten Bantul dan Sleman. Tepatnya di Lapangan Guwosari, Pajangan, Bantul pada Kamis (20/10/2022) dan putaran ketiga digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Sabtu (22/10/2022). Kemudian sebanyak tujuh kali Pasar Murah lainnya akan dilaksanakan di bulan November 2022.

Selain itu, Disperindag DIY juga akan memberikan bantuan biaya distribusi sebanyak 126.000 kg kepada sejumlah distributor di Pasar Beringharjo, Demangan, dan Kranggan selama bulan Oktober hingga Desember 2022. Pemberian bantuan biaya distribusi ini akan dilaksanakan sebanyak delapan kali.

Pasar-Murah-2.jpg

Adapun distributor di wilayah DIY yang dilibatkan yakni Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Rajawali Nusindo (RNI), Alfamidi, PT. Sari Agrotama Persada (Wilmar Group), PT. Madu Baru (Madukismo), PT. Goedang Grosir Berdikari, PT. Pangan Sura Makmur, PT. Pancaran Kasih Abadi, Paguyuban Pedagang Beras, Pasar Tani, Binaan Dinas Sosial DIY, dan Kios Ibu Endang Beringharjo.

“Kita sudah lakukan koordinasi dan kesepakatan harga dengan distributor. Mereka mau untuk datang ke sini. Jadi komoditi yang dijual di sini tentu kualitasnya sudah terjamin. Jadi berasnya, sudah lengkap perizinannya, minyaknya ada beragam merek, gulanya kita juga kerjasama dengan Madukismo. Sudah standar, sudah ada label, sudah terjamin dari sisi kualitas,” jelasnya.

Upaya mengendalikan harga pangan dan menekan inflasi sebelumnya disampaikan Presiden Jokowi (Joko Widodo) kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X usai dilantik Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2022-2027.

“Yang paling penting tadi titip kepada beliau untuk urusan yang berkaitan dengan harga pangan dan inflasi supaya menjadi fokus perhatian,” kata Jokowi.

Diungkapkan, pengendalian harga pangan dan inflasi menjadi persoalan utama dan momok bagi semua negara dalam beberapa waktu belakangan. Seturut data Bank Indonesia, DIY mengalami inflasi dengan level 5,30 persen pada Triwulan II 2022 (year on year/yoy) atau meningkat dibandingkan Triwulan I 2022 sebesar 2,95 persen (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan realisasi Triwulan II 2021 yakni 1,50 persen. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES