Ekonomi

MEtizen Market, Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Tampilkan Produk Unggulan

Jumat, 30 September 2022 - 21:37 | 20.35k
MEtizen Market, Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Tampilkan Produk Unggulan
Pengunjung MEtizen Market mencoba produk sandal di outlet Cortica, Jumat (30/9/2022).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Sejumlah outlet brand lokal berderet cantik di Amphitheater Pakuwon City Mall Surabaya. Mereka menampilkan beragam produk ekonomi kreatif unggulan dalam sebuah kegiatan MEtizen Market, Jumat (30/9/2022).

Salah satu peserta pameran yang nampak dikerubuti pengunjung adalah produk sandal merek Cortica. Anak perusahaan sandal legendaris Daimatu.

Owner Cortica Indonesia, Ken Sujatmiko mengatakan produk sandal miliknya didesain sesuai dengan bentuk kaki orang Asia dengan lokasi pabrik di Pasuruan.

"Jadi sandalnya nyaman di kaki dan untuk bentuknya kita sesuaikan dengan kaki orang Asia. Jadi cocok untuk orang Indonesia dan lain-lain," tutur Ken saat menjelaskan kepada customer.

Ken menargetkan sandal Cortica menjadi pilihan fashion bagi masyarakat Indonesia. Karena selain modelnya modis, kekinian dan simple, juga dapat menyesuaikan kontur telapak kaki setelah pemakaian selama dua minggu.

"Cortica sendiri berbahan dasar karet dan kayu cord yang empuk. Sol karet dan kayu akan menyesuaikan bentuk kaki," tambahnya.

Namun demikian, sandal Cortica melalui PT Daimatu juga telah menembus pasar ekspor sejak tahun 1998 silam menyasar Eropa, Jepang dan Australia. Total komposisi penjualan lokal dan ekspor seimbang, masing-masing 50 persen.

Setiap musim atau tiga bulan sekali, Cortica selalu menelurkan artikel produk terbaru. Ada sekitar 70 artikel terhitung sampai saat ini. Termasuk produk terbaru yang diusung di MEtizen Market.

"Saat ini di MEtizen Market kita launching produk tipe sports casual," ucap Ken.

Total ada delapan model baru. Empat model untuk laki-laki dan empat untuk perempuan. Tiap produk sengaja mengambil nama-nama pulau indah di dunia. Mulai Uvea, Niau, Natuna, Flores, Raspberry dan lainnya.

Ken berharap kehadiran Cortica di MEtizen Market dapat mengenalkan produk baru tersebut kepada konsumen.

"Jadi ini momentum untuk mengenalkan produk baru kita secara lengkap," ujarnya.

Wadah Pelaku Ekraf

Mengangkat topik insecurity, MEtizen Market memang mewadahi puluhan pelaku ekonomi kreatif Surabaya untuk lebih percaya diri menampilkan produk mereka ke khalayak.

Acara yang diinisiasi oleh M.E Social Media Management ditujukan untuk para pelaku ekonomi kreatif lokal, terutama bagi mereka yang berpotensi dan merasa belum memiliki wadah untuk berkembang.

Hal tersebut disampaikan Merlin Effendi  selaku Founder M.E Social Media Management, bahwa rasa cemas dan tidak percaya diri atau insecurity juga dirasakan para pelaku ekonomi kreatif terutama dalam merintis dan mengembangkan usaha.

“Kami ingin memberdayakan banyak brand lokal yang mungkin belum punya kesempatan untuk showcase. Mengajak tiap individu lebih percaya diri dan berani melawan insecurity, sehingga memperkuat satu sama lain,” kata Merlin Effendi.

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng para produk lokal untuk lebih berkembang dan bersaing secara global melalui media sosial.

Mengusung kampanye AMAZIN9ME untuk mewadahi para pelaku ekonomi kreatif lokal saling bangkit, mendukung dan berbagi pengalaman.

“Jadi mereka bisa saling menguatkan dan mengapresiasi diri mereka sehingga bisa percaya diri. Karena tidak banyak orang yang bisa menyampaikan insecuritynya mereka,” katanya.

Misalnya, lanjut Merlin, produk lokal yang masih merintis bisa saling tampil dengan potensi dan karakter masing-masing.

“Prioritas kami memang (pelaku ekonomi kreatif) yang punya potensi tapi belum punya wadah berkembang dan karena kami melihat tenant-tenant ini yang belum banyak pop up jadi kalau tampil ramai-ramai begini kan kekuatannya bareng-bareng,” katanya.

Pada rangkaian acara yang digelar mulai 29 September-2 Oktober 2022, MEtizen Market memamerkan sekitar 35 tenant market yang beragam mulai dari kuliner, kesehatan, home living, fashion hingga gandeng beberapa komunitas di Surabaya.

Acara juga diisi dengan ragam hiburan seperti beauty tutorial, screening film indie,   workshop art, dance hingga kenal perjalanan produk footwear lokal brand Surabaya.

“Lokal brand dari founder utama Ken Sujatmiko yang sangat berpotensi bersaing di pasar global. Dia menginovasi alas yang bisa memberikan healt benevit sejenis merk ternama luar negeri, tapi misal kita pakai musim hujan atau kemarau tetap kuat. Tapi ini dari lokal untuk lokal,” katanya.

Pihaknya berharap acara MEtizen Market ini tidak hanya bisa merangkul para pelaku ekonomi kreatif tapi juga memberikan alternatif untuk pengunjung mall menemukan market modern kekinian.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES