Ekonomi

QNET Buka Kantor Baru di Gedung Praxis Surabaya

Selasa, 29 September 2020 - 20:44 | 297.90k
QNET Buka Kantor Baru di Gedung Praxis Surabaya
Direksi meresmikan kantor baru QNET di Gedung Praxis, Surabaya, Selasa (29/9/2020). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYAQNET sebagai salah satu perusahaan penjualan langsung berbasis teknologi  membuka kantor baru di Gedung Praxis, Kota Surabaya, Selasa (29/9/2020). Kantor ini merupakan kantor ketiga pasca Jakarta dan Bali.

Konsultan Hukum QNET Indonesia, Tony Hasibuan, mengatakan QNET telah mengantongi Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan merupakan anggota Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI).

Kantor Baru q net 2

"Direct selling dalam UU Perdagangan punya dua metode, single level dan multi level marketing. Karena penjualan langsung jenis usaha yang sangat resmi dan diatur oleh Permendag RI," terang Tony.

Perusahaan dirrect selling harus menyertakan verifikasi marketing plan dan memiliki mode etik yang mengikat antara perusahaan dengan member.

"QNET sudah melakukan keduanya dan sudah dinyatakan lolos verifikasi," tandasnya.

Zaheer Merchant dari QNET menjelaskan, bahwa distributor dapat meningkatkan penjualan meski di masa sulit pandemi. Apalagi cara bergabung menjalankan bisnis ini sangat mudah. Tercatat, 15 ribu member bergabung di QNET Indonesia.

"Banyak orang mencari pekerjaan alternatif, QNET telah mengisi kekosongan tersebut dan bisa melakukan pekerjaan ini paruh waktu atau penuh waktu," terangnya.

Saat ini QNET memiliki tiga tujuan besar yaitu memastikan segala bentuk operasi telah mengikuti hukum yang berlaku (formal), membuka kantor Surabaya sebagai salah satu langkah ekspansi bisnis dan meningkatkan performa perusahaan pada tahun mendatang.

Produk best selling QNET di Indonesia antara lain skin care dan produk kebugaran. Terbaru, perusahaan yang bermitra dengan Manchester City Football Club (Manchester City) dalam mengirim anak kurang mampu dari Indonesia mengikuti pelatihan ini, akan fokus mengembangkan alat pembersih udara.

"Kita ingin menjaga kebersihan air dan udara dan kita juga mempunyai produk dan akan akan menjadi fokus pada portfolio produk yang kita miliki," imbuhnya.

Ditanya soal target, Zaheer mengungkapkan, perusahaan pada dasarnya memiliki target penambahan member dan revenue perusahaan serta pertumbuhan produk.

Mengingat, penjualan langsung adalah salah satu metode penjualan yang cukup lama di Indonesia dan masyarakat sangat tertarik akan opportunity dari penjualan langsung tersebut.

Banyak perusahaan serupa dan tidak bisa dipungkiri jika QNET memiliki banyak kompetitor. Karena ada dua lembaga yang membawahi penjualan langsung. Sehingga setiap perusahaan saling berkompetisi.

"Kami menganjurkan modul pelatihan yang sejalan dengan aspirasi asosiasi profesional yang kami banggakan sambil menerapkan praktik terbaik dan kepatuhan dalam bisnis sehari-hari," ungkap Zaheer soal bisnis QNET di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES