Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Salah, Kasus Covid Meningkat karena Orang-orang yang Sudah Divaksin

Minggu, 11 September 2022 - 16:24 | 57.25k
CEK FAKTA: Salah, Kasus Covid Meningkat karena Orang-orang yang Sudah Divaksin
Narasi di media sosial tentang kasus Covid-19 meningkat disebabkan oleh orang-orang yang sudah divaksin.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar cuitan di Twitter tentang kasus Covid 19 meningkat disebabkan oleh orang-orang yang sudah divaksin. Cuitan tersebut disampaikan oleh akun @SorayaJouska pada 22 Juli 2022.

Adapun narasi lengkapnya sebagai berikut:

“Orang ga divaksin dilarang mengakses tempat umum, artinya angka covid yang katanya menanjak saat ini sudah pasti disebarkan oleh orang2 yang sudah divaksin”

cek-fakta-Covid-19-meningkat-setelah-vaksin.jpgSumber: https://twitter.com/SorayaJouska/status/1550753629002354688

Benarkah hal tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran cek fakta, cuitan akun @SorayaJouska tersebut tidak benar. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid 19 , Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, lonjakan kasus positif Covid 19 dalam beberapa waktu terakhir disebabkan penyebaran varian baru virus corona, yakni BA4 dan BA5. 

Menurut Reisa, sub varian baru yang menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara pada umumnya bergejala ringan, kebutuhan perawatan di RS jauh lebih rendah dibandingkan varian Covid 19 sebelumnya.

cek-fakta-Covid-19-meningkat-setelah-vaksin-2.jpgSumber: Dokter Reisa Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Pesat | Sindonews

Dilansir dari merdeka.com, Kepala Subbid Dukungan Kesehatan Bidang Darurat Satgas Covid 19 Alexander K Ginting juga menyebut kenaikan kasus Covid-19 saat ini dipicu perubahan varian virus yang dibarengi pelonggaran kepatuhan pada protokol kesehatan. 

Selain itu, Syahril menyebut penyebab utama kenaikan kasus adalah kemunculan varian baru Covid 19 yang menjadi bagian dari dinamika pandemi.

cek-fakta-Covid-19-meningkat-setelah-vaksin-3.jpgSumber: Penyebab Kenaikan Kasus Covid-19 Indonesia: Perubahan Varian Virus-Pelonggaran Prokes | Merdeka

Terhadap peningkatan kasus covid-19 secara global, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus mengimbau masyarakat untuk tidak menurunkan kewaspadaan terhadap virus tersebut.

Ia juga berpesan agar tidak menganggap covid-19 tidak ada. “Belajar hidup dengan Covid 19 bukan berarti kita menganggapnya tidak ada. Sebaliknya, itu berarti kita menggunakan vaksin dan alat lainnya,” tegasnya.

cek-fakta-Covid-19-meningkat-setelah-vaksin-4.jpgSumber: Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Dunia, WHO: Jangan Dianggap TIdak Ada | Suara

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Cek Fakta,  cuitan akun @SorayaJouska bahwa kasus Covid-19 meningkat disebabkan oleh orang-orang yang sudah divaksin, tidak benar. Jubir Pemerintah untuk Covid 19 , Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, lonjakan kasus positif Covid 19 dalam beberapa waktu terakhir disebabkan penyebaran varian baru virus corona, BA4 dan BA5. Kenaikan kasus Covid-19 dipicu perubahan varian virus yang dibarengi pelonggaran kepatuhan pada protokol kesehatan. 

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES