Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Salah, Perempuan Tidak Perlu Hamil Langsung karena Teknologi Kloning

Rabu, 10 Agustus 2022 - 09:45 | 56.51k
CEK FAKTA: Salah, Perempuan Tidak Perlu Hamil Langsung karena Teknologi Kloning
Video seorang perempuan berbaju putih dan bayi dalam kantong plastik berisi air yang diklaim adalah teknologi kloning.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar video berdurasi 49 detik disertai informasi bahwa perempuan tidak perlu hamil secara langsung untuk mempunyai anak, dengan adanya teknologi kloning. Klaim tersebut dibagikan di media sosial Twitter.

Akun Twitter @OUTSIDERNOFUN mencuitkan informasi tersebut disertai dengan video seorang perempuan berbaju putih yang memperlihatkan bayi dalam kantong berisi air.

Adapun informasi yang dicuitkan akun @OUTSIDERNOFUN sebagai berikut:

在不久的將來,女性無需親自懷孕,嬰兒可以在一個袋子裡培育。他們現在允許向公眾進行克隆程序嗎?
據舉報人稱,這項技術已使用多年~

Terjemahan:
Dalam waktu yang tidak lama lagi, wanita tidak perlu hamil secara langsung, dan bayi dapat diasuh dalam tas. Apakah mereka sekarang mengizinkan prosedur kloning kepada publik?
Menurut pelapor, teknologi tersebut telah digunakan selama bertahun-tahun.

cek-fakta-Teknologi-Kloning.jpgSumber: https://twitter.com/OUTSIDERNOFUN/status/1545449025880883200

Benarkah hal tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta, klaim tersebut salah. Faktanya, video tersebut merupakan buatan content creator asal Brasil. Dengan bantuan mesin pencari, Tim Cek Fakta menemukan hasil pemeriksaan atas klaim serupa dilakukan oleh AFP.com dalam artikelnya berjudul: Video of Brazilian content creator role-playing with doll falsely shared as 'proof of human cloning'.

Melansir AFP.com, content creator asal Brasil bernama Mariane Carolina Rossi membagikan videonya di channel YouTube Sweet Carol. 

cek-fakta-Teknologi-Kloning-2.jpgSumber: ASMR: PARTO EMPELICADO, ROMPENDO A BOLSA (Bebê reborn) - Sweet Carol | Sweet Carol/YouTube

Mariane mengonfirmasi bahwa video tersebut dibuat untuk menyimulasikan pecahnya kantung ketuban pada saat persalinan dengan menggunakan boneka realistis yang dimasukkan dalam kantong plastik berisi air. 

cek-fakta-Teknologi-Kloning-3.jpgSumber: Video of Brazilian content creator role-playing with doll falsely shared as 'proof of human cloning' | Fact Check AFP

Masih dikutip dari AFP.com, Institut Riset Genom Manusia Nasional (National Human Genome Research Institute) AS menyatakan meskipun beberapa klaim yang dipublikasikan sangat tinggi, kloning manusia tampaknya masih fiksi. 

"Dari perspektif teknis, kloning manusia dan primata lain lebih sulit daripada mamalia lain," katanya. "Saat ini tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa siapa pun telah mengkloning embrio manusia."

cek-fakta-Teknologi-Kloning-4.jpgSumber: Cloning Fact Sheet | National Human Genome Research Institute

KESIMPULAN 

Hasil penelusuran Cek Fakta, klaim tersebut salah. Faktanya, video tersebut dibuat oleh Mariane Carolina Rossi, content creator asal Brasil. Mariane  Mariane mengonfirmasi bahwa video tersebut dibuat untuk menyimulasikan pecahnya kantung ketuban pada saat persalinan dengan menggunakan boneka realistis yang dimasukkan dalam kantong plastik berisi air. Jadi, itu bukanlah kloning manusia.

Menurut mis/disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES