Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Salah, Vaksin Covid-19 Sebabkan Peningkatan Kasus Kanker atau Tumor

Selasa, 09 Agustus 2022 - 09:32 | 64.03k
CEK FAKTA: Salah, Vaksin Covid-19 Sebabkan Peningkatan Kasus Kanker atau Tumor
Klaim tentang peningkatan kasus tumor/kanker/sarkoma disebabkan oleh vaksin Covid-19.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar informasi di media sosial tentang peningkatan kasus tumor/kanker/sarkoma pada titik penyuntikan pasca vaksinasi covid-19 yang disebabkan oleh material dalam vaksin. Informasi tersebut beredar di Twitter, dicuitkan oleh akun @mas_prasetyo pada 13 Juni 2022. 

Akun tersebut mencuitkan informasi tersebut disertai dengan dua tautan yang disebutnya sebagai sumber informasi. 

Berikut narasi lengkapnya:

Akhir2 ini terjadi peningkatan kasus tumor/kanker/sarkoma pada titik penyuntikan pasca vaksinasi Covid 19. Utamanya disebabkan oleh material karsinogen yg terkandung dalam vaksin.
Sumber:
1. https://www.naturalnews(dot)com/2022-06-06-sarcoma-cancer-tumors-develop-at-injection-site.html
2. https://rairfoundation(dot)com/another-vaccine-side-effect-cancerous-tumors-at-injection-site/

cek-fakta-Vaksin-Sebabkan-peningkatan-Kanker-atau-Tumor.jpgSumber: https://twitter.com/mas_prasetiyo/status/1536230768082825217

Benarkah klaim tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta, klaim peningkatan kasus tumor/kanker/sarkoma pada titik penyuntikan pasca vaksinasi covid-19 yang disebabkan oleh material dalam vaksin, tidak benar. Faktaya, data uji klinis menunjukkan tidak ada hubungan antara suntikan vaksin Covid-19 dengan kanker.

Mengutip Turnbachoax.id, vaksin yang sudah didistribusikan dan disuntikan kepada masyarakat sudah melewati uji keamanan dan keefektifan untuk mencegah gejala parah akibat Covid-19.

cek-fakta-Vaksin-Sebabkan-peningkatan-Kanker-atau-Tumor-2.jpgSumber: [SALAH] Vaksin Covid-19 Menyebabkan Peningkatan Kasus Kanker | Turnbackhoax

Selanjutnyam, mengutip usatoday.com, Donald Alcendor, assistant professor of cancer biology at Meharry Medical College mengatakan bahwa klaim tersebut tidak mendasar, data uji klinis menunjukkan tidak ada hubungan antara suntikan vaksin Covid-19 dengan kanker.

cek-fakta-Vaksin-Sebabkan-peningkatan-Kanker-atau-Tumor-3.jpgSumber: Fact check: COVID-19 vaccines aren't linked to cancer, HIV | USA Today

Terkait peningkatan kanker diakibatkan vaksin Covid-19, dikutip dari kumparan.com , Direktur Institut Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania Perelman Amerika Serikat, John Wherry, mengatakan klaim tersebut tidak benar.

“Ada lusinan penelitian pada titik ini yang menunjukkan bahwa vaksin ini menginduksi sel T spesifik virus yang kuat dan bahwa sisa kompartemen sel T pada dasarnya dibiarkan normal, pada dasarnya tidak tersentuh,” tambah Wherry.

cek-fakta-Vaksin-Sebabkan-peningkatan-Kanker-atau-Tumor-4.jpgSumber: Hoaxbuster: Jumlah Pasien Kanker di AS Naik 20 Kali Lipat karena Vaksin COVID-19 | Kumparan

Pemeriksaan atas klaim serupa pernah dilakukan Turnbackhoax.id pada 27 November 2021, judulnya [SALAH] Vaksinasi Covid-19 Menyebabkan Seseorang Terkena Kanker.

cek-fakta-Vaksin-Sebabkan-peningkatan-Kanker-atau-Tumor-5.jpgSumber: [SALAH] Vaksinasi Covid-19 Menyebabkan Seseorang Terkena Kanker | Turnbackhoax

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Cek Fakta, informasi terjadi peningkatan kasus tumor/kanker/sarkoma pada titik penyuntikan pasca vaksinasi covid-19 yang disebabkan oleh material dalam vaksin, salah. Menurut assistant professor of cancer biology at Meharry Medical College, Donald Alcendor, klaim tentang Vaksin Covid-19 menyebabkan kanker tidak mendasar. Data uji klinis menunjukkan tidak ada hubungan antara suntikan vaksin Covid-19 dengan kanker.

Menurut mis/disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES