Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Salah, Hidrogen Peroksida Bisa Sembuhkan Kanker dengan Cara Digosokkan ke Kulit

Jumat, 05 Agustus 2022 - 09:32 | 61.65k
CEK FAKTA: Salah, Hidrogen Peroksida Bisa Sembuhkan Kanker dengan Cara Digosokkan ke Kulit
Unggahan video dan narasi yang mengklaim bahwa hidrogen peroksida bisa mengobati penyakit kanker.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar video disertai narasi tentang hidrogen peroksida bisa mengobati penyakit kanker. Video tersebut beredar di Facebook, dan dibagikan salah satunya oleh akun Channel Jusuf Burhanudin (https://www.facebook.com/NIZHAMAFFANDIP).

Video berdurasi 1 menit 56 detik, dan dibagikan pada 26 Juli 2022. Klaim dalam video pendek tersebut bahwa mengosokkan hidrogen peroksida ke kulit dapat dengan intensitas 1 atau 2 kali sehari dapat membunuh sel kanker

Akun Channel Jusuf Burhanudin menyertakan narasi sebagai berikut:

Hidrogen peroksida dapat mengobati kanker. Cukup dengan menggosokkan 1 atau 2 kali sehari pada permukaan kulit.
Dulu ingat ini hanya untuk membunuh belatung saat mencuci luka kaki diabetes. 
Ternyata ada banyak ilmu bermanfaat yang di sembunyikan.

cek-fakta-Hidrogen-Peroksida.jpgSumber: https://www.facebook.com/NIZHAMAFFANDIP/posts/pfbid0xhyPgrZCzN2wUehRW7PPfC2cLMhsqKdnfPz9zpowJmQXCQmBAr4nvhfLECs7H91Sl

Benarkah klaim tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta, tidak ada bukti ilmiah yang menjelaskan  bahwa menggosokkan hidrogen peroksida pada kulit dapat menjadi obat yang menyembuhkan kanker.

Dilansir dari Fullfact.org, Kepala Perawat Bidang Informasi di Cancer Research UK, Martin Ledwick mengatakan, hidrogen peroksida dapat digunakan sebagai disinfektan dan dalam larutan yang sangat lemah untuk beberapa penyakit ringan. 

Namun hidrogen peroksida tidak bermanfaat untuk mengobati kanker. 

“Bergantung pada kekuatan hidrogen peroksida, menggosokkan larutan pada kulit Anda dapat menyebabkan rasa terbakar dan melepuh. Itu pasti harus dijauhkan dari mata dan tidak tertelan,” kata Martin Ledwick.

Dr Navita Somaiah, ilmuwan klinis di The Institute of Cancer Research, mengatakan bahwa mengoleskan hidrogen peroksida pada kulit “berbahaya”.

cek-fakta-Hidrogen-Peroksida-2.jpgSumber: Rubbing hydrogen peroxide over your body every day does not treat cancer | Fullfact

Hidrogen peroksida merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari memutihkan gigi hingga membersihkan luka kecil dan goresan. Larutan ini efektif membunuh kuman dan virus. 

Hidrogen peroksida tidak dapat diserap ke dalam tubuh atau aliran darah untuk membunuh sel kanker saat dioleskan pada kulit.

“Konsentrasi hidrogen peroksida yang lebih tinggi yang digosokan pada permukaan kulit dapat menyebabkan kerusakan kulit, tetapi tidak mungkin diserap ke dalam aliran darah dengan cara yang berarti,” kata Dr Kathleen Suozzi, ahli bedah kulit di Universitas Yale, Amerika Serikat.

Menurut dia, tidak ada uji klinis yang menunjukkan efektivitas hidrogen peroksida dalam mengobati kanker kulit.

cek-fakta-Hidrogen-Peroksida-3.jpgSumber: [HOAKS] Menggosokkan Hidrogen Peroksida pada Kulit Sembuhkan Kanker | Kompas

Dilansir dari medicalnewstoday.com, Asosiasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan kepada konsumen tentang pembelian hidrogen peroksida konsentrasi tinggi. FDA menunjukkan bahwa tidak ada penelitian yang cukup untuk menunjukkan bahwa hidrogen peroksida cocok untuk tujuan pengobatan apa pun.

Ada banyak potensi risiko dan efek samping yang signifikan dari mengonsumsi hidrogen peroksida atau menggunakannya untuk tujuan pengobatan.

cek-fakta-Hidrogen-Peroksida-4.jpgSumber: Can hydrogen peroxide help treat cancer? | MedicalNewsToday

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Cek Fakta, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa menggosokkan hidrogen peroksida pada kulit dapat menjadi obat yang menyembuhkan kanker. Bahkan, menggosokkan hidrogen peroksida pada kulit berisiko kulit melepuh.

Menurut mis/disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES