Cek Fakta Fakta atau Hoaks

CEK FAKTA: Hoaks, Kapal Penumpang Tenggelam di NTT Tewaskan 139 Orang

Kamis, 07 Juli 2022 - 16:47 | 210.04k
CEK FAKTA: Hoaks, Kapal Penumpang Tenggelam di NTT Tewaskan 139 Orang
Tautan artikel tentang kapal penumpang yang tenggelam di NTT.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar tautan yang dibagikan di media sosial Facebook dengan narasi tentang informasi kapal penumpang tenggelam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menewaskan 139 orang.

Tautan tersebut dibagikan sejumlah akun Facebook. Salah satunya akun Valintono yang membagikan tautan dan informasi tersebut di Grup BABE KUPANG NTT pada 21 Juni 2022. Akun ini menyertakan narasi berikut:

Innalillahi Minggu Berduka  Kapal Tenggelam Kembali Terjadi, Memakan K0rban 139 Penumpang Belum Diketahui Identitasnya , doakan Semoga Para Korban Husnul Khotimah Amin .

cek-fakta-Kapal-Penumpang-Tenggelam.jpgSumber: https://www.facebook.com/groups/2338438936480072/posts/3258143027842987/ 

Selain itu, ada akun Sy Aishwa Rey Nahla membagikannya di Grup Perkumpulan Bus NTT pada 19 Juni 2022. Akun tersebut menyertakan narasi berikut:

Innalillahi Minggu Berduka ntt

cek-fakta-Kapal-Penumpang-Tenggelam-2.jpgSumber: https://www.facebook.com/groups/579429366514033/posts/735810157542619

Benarkah hal tersebut?

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta TIMES Indonesia dengan menggunakan reverse image, foto yang terdapat dalam tautan tersebut bukan foto kapal tenggelam di wilayah NTT.

Namun foto itu merupakan peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju yang tenggelam setelah karam saat berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar. 

Mengutip keterangan foto pada laman CNBC Indonesia, peristiwa terjadi di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7/2018) siang. Kapal tersebut mengangkut 139 penumpang dan 48 kendaraan.

cek-fakta-Kapal-Penumpang-Tenggelam-3.jpgSumber: Ini Deretan Momen Bersejarah di Indonesia Selama 2018 | CNBC Indonesia

Mengutip Jawapos.com, sebelumnya karamnya kapal jenis Roro Feri itu sempat diduga disebabkan lambung kapal mengalami kebocoran karena terpaan gelombang. Namun dugaan itu dimentahkan berdasarkan hasil penyidikan Polda Sulsel. Kapal diterpa gelombang karena buruknya cuaca dengan ketinggian 4-5 meter. Sehingga air laut masuk melalui jendela sebelah kiri kapal.

cek-fakta-Kapal-Penumpang-Tenggelam-4.jpgSumber: Ini Sebab Utama Kandasnya KMP Lestari Maju | JawaPos

Mengutip Kompas.com, sebanyak 36 korban dinyatakan tenggelam pada insiden tenggelamnya KM Lestari Maju pada 3 Juli 2018.

cek-fakta-Kapal-Penumpang-Tenggelam-5.jpgSumber: Pencarian Korban KM Lestari Maju di Selayar Dihentikan | Kompas

Penelusuran lebih lanjut, tautan yang dibagikan kedua akun tersebut memuat informasi tenggelamnya KM Lestari Maju yang mengangkut penumpang sebanyak 139 orang saat melakukan pelayaran di perairan Selayar. Jadi, isinya bukan informasi tentang tenggelamnya kapal penumpang di wilayah NTT.

Pemeriksaan atas informasi serupa juga telah dilakukan di antaranya oleh Kompas.com ([HOAKS] Kapal Tenggelam pada Minggu, 19 Juni 2022 Tewaskan 139 Orang | Kompas) dan Turnbackhoax.id ([SALAH] Tenggelamnya Kapal Laut di Wilayah NTT dengan Menewaskan 139 Orang Penumpang | Turnbackhoax).

KESIMPULAN

Hasil penelusuran Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi yang dibagikan kedua akun Facebook tersebut salah. Faktanya, foto yang digunakan dalam tautan tersebut merupakan foto kejadian tenggelamnya KM Lestari Maju di Sulawesi Selatan pada 2018 lalu, bukan di wilayah NTT.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori false connection (koneksi yang salah). Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 24 media dan satu komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected] (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

TERBARU

KOPI TIMES