Peristiwa Daerah

Akademisi India dan Thailand Terpesona Museum D’Topeng

Kamis, 26 Mei 2016 - 13:37 | 79.38k
Akademisi India dan Thailand Terpesona Museum D’Topeng
KAGUM: Para akademisi dari India, Thailand dan Vietnam berpose di depan koleksi Museum D’Topeng. (Foto: Nurliana Ulfa/BatuTIMES)

TIMESINDONESIA, BATU – Museum peninggalan budaya Indonesia yakni D’Topeng Kingdom Museum Kota Batu menarik minat para akademisi dan pakar budaya internasional.

Mereka tertarik berkunjung dan belajar tentang sejarah bangsa Indonesia yang ‘tertulis’ pada koleksi benda-benda museum D’Topeng.

Kunjungan akademisi luar negeri itu seperti yang terjadi Rabu (25/5/2016) malam. Para dekan, dosen, dan mahasiswa dari  Universitas Negeri Malang (UM), Mahasarakham University Thailand, University of Hyderabad India dan Hue University Vietnam mendatangi D’Topeng.

Para akademisi India, Thailand  dan Vietnam itu datang ke Indonesia dalam kaitannya dengan acara konferensi bahasa dan budaya.

Konferensi itu bertajuk Language Society and Culture in Asian Contexts (LSCAC) International Converence 4th Language and Culture di Universitas Negeri Malang.

Sebanyak 65 akademisi kagum dengan koleksi benda-benda sejarah yang masing-masing memiliki kisah dalam peradaban masyarakat Indonesia masa lampau.

Ada lebih 10 ribu koleksi artefak dan lebih dari dua ribu topeng tari yang pernah digunakan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Koleksi itu memikat para doktor dan profesor ini.

”Para peserta antusias sekali dengan D’Topeng Kingdom Museum. Mereka menikmati photo corner karena ada banyak kostum Jawa yang menarik perhatian mereka,” ungkap Maria Hidayati, Ketua Pelaksana LSCAC .

Lebih dari itu, pihak Jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Malang tertarik mengadakan kuliah kerja di D’Topeng Kingdom Museum. Itu dilakukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

”Misalnya menjadi tour guide atau men-translate brosur ke dalam bahasa Inggris,” imbuh Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra UM ini.

Pihak D’Topeng Kingdom Museum pun sangat mendukung kehadiran para akademisi yang memperhatikan benda-benda peninggalan sejarah bangsa ini.

Terlebih, sebagian dari mereka adalah warga negara asing yang justru memiliki perhatian pada budaya bangsa Indonesia.

”Semoga live visit ini tidak hanya berlangsung sekali saja, namun ada keberlanjutan. Sebab kami sangat ingin para akademisi, khususnya generasi muda, bisa mengenal dan mencintai sejarah budayanya,” ungkap Elly T.Halsamer, founder & CEO Marcomm D’Topeng Kingdom Museum.

Selebihnya, Elly berharap pemerintah pusat maupun daerah juga menaruh perhatian yang serius terhadap pelestarian benda-benda sejarah tersebut.

Tidak terkecuali para tenaga pendidik seperti guru yang diharapkan mengajak para siswanya untuk lebih dekat mengenal sejarah bangsanya. Lebih dari itu, bisa menumbuhkan cinta tanah air melalui benda-benda peninggalan sejarah di D’Topeng Kingdom Museum. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES