Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Lama Mangkrak, Pembangunan Jembatan Kedungkandang Kembali Digenjot

Home / Peristiwa / Lama Mangkrak, Pembangunan Jembatan Kedungkandang Kembali Digenjot
Lama Mangkrak, Pembangunan Jembatan Kedungkandang Kembali Digenjot Proyek Jembatan Layang Kedungkandang. (Foto: lensaindonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pemerintah Kota Malang dalam waktu dekat ini, segera menuntaskan kelanjutan proyek jembatan layang Kedungkandang, Kota Malang. 

Proyek yang sempat berhenti, sejak Juli 2013 ini lama mangkrak, setelah Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang, selaku operator proyek memutus hubungan kerja sama dengan pihak kontraktor, yakni PT Nugraha Adi Taruna.

Hal tersebut terkait dugaan penyimpangan penggunaan anggaran proyek jembatan Kedungkandang tersebut. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Malang, Djarot Edy Sulistyo, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Malang telah menganggarkan dana senilai Rp 90 miliar.

Pendanaan proyek Jembatan Layang Kedungkandang itu dilakukan dengan pola multi years, yakni tiga tahun dengan pertimbangan agar tidak memberatkan pembiayaannya. Direncanakan akan rampung pada 2018 mendatang. 

"Untuk tahun ini pembangunan Jembatan akan difokuskan pada pengerjaan bagian bawah pondasi Jembatan," tandasnya. 

Lebih lanjut dirinya menuturkan, berkaitan dengan Detil Engineering Design (DED) sudah selesai, dan tidak ada perubahan signifikan mengenai desain jembatan. 

Untuk diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota Malang telah mengerjakan pembangunan tiang pancang dan membebaskan lahan milik 52 warga di Keluarahan Kedungkandang dan Bumiayu yang terkena proyek tersebut.

Namun, dikarenakan tidak ada kelanjutan proyek tersebut sebelumnya, tiang pancang besi berukuran besar tersebut diamankan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang. 

Jarot menambahkan, keberadaan jalan layang tersebut akan dipadukan dengan rencana pelebaran Jl. Ki Ageng Gribig-Jl Mayjen Sungkono yang akan dilebarkan menjadi 30 meter dari kondisi saat ini selebar 8 meter.

"Pelebaran jalan di Jalan Ki Ageng Gribig juga menjadi fokus pembangunan di kawasan timur Kota Malang direncanakan guna menyambut interchange tol Malang-Pandaan," tukasnya. (*)

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com