Rabu, 21 November 2018
Peristiwa Pembentukan Para Raider 2015

Ini Dia Kemampuan Prajurit Para Raider

Ini Dia Kemampuan Prajurit Para Raider USAI DILANTIK: Pasukan Para Raiders dalam upacara di Pantai Tamban. (foto:timesindonesia)
Senin, 14 Desember 2015 - 18:39

TIMESINDONESIA, MALANG – Dengan ditutupnya Pembentukan Para Raider 2015 di Pantai Tamban, Kabupaten Malang, Jatim, beberapa saat lalu (14/12/2015), sebanyak 650 prajurit dari Yonif Linud 501 Kostrad di Madiun dilantik menjadi pasukan Pararaider dengan kemampuan raid dalam segala medan dan cuaca.

Mereka menyusul Para Raider sebelumnya dari Yonif Linud 503 yang juga telah dilantik. ’’Tahun depan sebanyak 650 prajurit Yonif Linud 502 Jabung juga akan menyusul digembleng menjadi Para Raider,’’ ujar Kasdivif 2 Kostrad Brigjen Aunur Rahman usai upacara.

Sementara, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen Ganip Warsito menegaskan, pasukan Para Raider ada tiga batalyon. Tapi mereka memiliki kemampuan operasional di segala medan dan cuaca.

’’Dengan latihan penggemblengan selama 84 hari, mereka memiliki kemampuan tambahan, yakni kemamuan raider. Mereka punya kemampuan operasional di semua medan laga. Baik di perkotaan, hutan, gunung, sungai, rawa, laut, pantai, dan udara,’’ jelas Mayjen Ganip dalam sambutan tertulisnya.

Seperti apa penggemblengan Para Raider? Komandan Latihan Para Raider Kolonel (Inf) Febriel B. Sikumambang menjelaskan, pasukan Para Raider yang ada di Satuan Linud dalam jajaran Brigif Linud 18/2 Kostrad digembleng latihan dalam tiga tahap di Malang selatan.  

Ketiga tahap itu adalah tahap basis, tahap gunung hutan, dan tahap rawa laut. Pada tahap basis, pasukan mendapat pelatihan menghadapi pertempuran kota, pertempuran jarak dekat, dan ilmu medan.

’’Penghancuran medan dan pembebasan tawanan diajarkan di tahapan ini. Mereka digembleng keras dalam tahapan ini,’’ papar Febriel.

Pada tahap gunung, pasukan diajari survival di hutan belantara dan kemampuan gerilya di gunung. Bahkan dalam tiga hari mereka tidak dibekali makanan, hanya garam dan korek api yang dibawa pasukan. Mereka diuji untuk tetap survive dalam kondisi seminim apapun.

’’Di tahap rawa laut, para raider digembleng kemampuan tempur di laut,’’ jelas Febriel yang juga Komandan Brigif Linud 18/2 Kostrad. (*)

  

 

Jurnalis : Shobirin
Editor : Khoirul Anwar
Publisher : Rifky Rezfany

Komentar

Registration