Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017

Selain Vaksinasi, Begini Cara Hentikan Penularan Hepatitis B

Home / Kesehatan / Selain Vaksinasi, Begini Cara Hentikan Penularan Hepatitis B
Selain Vaksinasi, Begini Cara Hentikan Penularan Hepatitis B ILUSTRASI. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Hepatitis masih menjadi momok bagi banyak orang. Imun tubuh penderita hepatitis akan terus menurun. Sehingga kesehatannya sangat bergantung bagaimana penderita menjaga tubuhnya sendiri. 

Mengantisipasi penyakit itu sejak tahun 1981 Vaksin Hepatitis B telah diproduksidi Amerika.  Vaksin tersebut bisa memberi dampak yang besar pasa penderita Hepatitis B akut. 

Namun, dampak vaksin terhadap penyakit HBV kronis masih dinilai kurang optimal. Walau begitu, dampak positif tetap ada, yaitu terjadinya pengurangan dramatis dalam komplikasi karsinoma hepatoselular yang banyak diamati di Alaska.

Dilansir dari CDC, ada tiga kelompok yang memiliki risiko utama virus ini. Mereka itu antara lain heteroseksual dengan banyak pasangan atau melakukan kontak tubuh dengan orang yang terinfeksi, pengguna narkoba suntik, dan pria yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Masih tinggnya kasus Hepatitis B salah satu faktornya adalah sulitnya penyedia layanan kesehatan mendapatkan akses menuju tiga kategori tersebut. Namun, upaya untuk terus menahan laju pertumbuhan penderita Hepatitis B terus dilakukan.

Strategi komprehensif untuk menghilangkan penularan virus pun direkomendasikan pada 1991. Yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terserang virus ini adalah melakukan tes kehamilan untuk wanita HbsAg untuk mengidentifikasi bayi baru lahir yang memerlukan imunoprofilaksis.

Pemberian itu ditujukan agar pencegahan infeksi pada bayi. Selain itu, untuk mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan vaksin. Vaksinasi rutin pun harus dilakukan pada bayi, remaja, orang dewasa yang memiliki tingkat risiko tinggi. Peningkatan vaksin pada orang dewasa dengan risiko tinggi pun seharusnya dilakukan. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com