Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017

Desa Jambewangi Kembangkan Wisata Tubing Susur Sungai

Home / Wisata / Desa Jambewangi Kembangkan Wisata Tubing Susur Sungai
Desa Jambewangi Kembangkan Wisata Tubing Susur Sungai Spot tubing khusus anak-anak di JJL, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. (Foto: Dian Efendi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Geliat kemajuan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ternyata mampu menginspirasi setiap desa untuk saling berlomba menggali potensi wisaya masing-masing. Seperti yang dilakukan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Pemerintah Desa dan warga setempat saat ini tengah menggarap destinasi wisata Jambewangi Jungle Lodge, atau yang dikenal dengan sebutan JJL.

Memanfaatkan sebagian hutan pinus milik Perhutani KPH Banyuwangi Barat,  JJL menawarkan keindahan pemandangan pegunungan dan wisata family tubing yang seru dan menantang. Menyusuri aliran sungai Jambewangi, wisata tubing mulai banyak diminati pengunjung yang datang dari wilayah Banyuwangi maupun wisatawan dari daerah lain.

Budget yang harus dikeluarkan untuk bermain Tubing di JJL relatif terjangkau. Yakni Rp 40 ribu per orang dengan jarak 2,3 kilometer, dan Rp 25 ribu per orang untuk jarak 1,2 kilometer.

Tubing yang biasanya merupakan permainan khusus orang dewasa, tidak berlaku di JJL. Karena pengelola juga menyediakan tubing khusus anak-anak dengan rute yang lebih aman. Selain itu, JJL juga akan mengembangkan wisata adventure yang lain.

Kepala Desa Jambewangi, Suprayitno menjelaskan, JJL yang terletak di Dusun Parastembok tersebut murni dikelola oleh warga setempat dan tidak melibatkan investor dari luar.

“Kita libatkan seluruh elemen masyarakat, pengelolaan kita lakukan secara gotong royong," katanya, Minggu (11/6/2017).

Saat TIMES Indonesia berkunjung ke JJL, terlihat penambahan fasilitas pendukung terus dilakukan. Seperti penambahan pondok-pondok berbahan bambu, kamar mandi, dan warung.

“Warung akan dikelola warga yang dikoordinir oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” tambah Suprayitno.

Diharapkan, penambahan fasilitas itu akan rampung menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2017. Karena pengelola akan memanfaatkan momen libur lebaran untuk lebih mengenalkan JJL ke masyarakat luas. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com