Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017

Jumlah Serapan Beras di Bulog Tulungagung Terus Meningkat

Home / Ekonomi / Jumlah Serapan Beras di Bulog Tulungagung Terus Meningkat
Jumlah Serapan Beras di Bulog Tulungagung Terus Meningkat ILUSTRASI - Gudang Bulog (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Serapan beras yang berhasil dikumpulkan Badan Urusan Logistik Subdivre Tulungagung, Jawa Timur, hingga pertengahan Mei 2017 mencapai 45 persen dari total target sebesar 56 ribu ton.

"Ya, capaian hingga menjelang triwulan kedua ini cukup bagus," kata Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre Tulungagung Chori Illa Syahida di Tulungagung, Jumat (19/5/2017).

Ia berharap capaian beras di lingkup Bulog Subdivre Tulungagung terus meningkat. Tidak hanya dalam hal pengumpulan beras jenis medium, namun juga jenis beras premium dari petani.

"Saat ini target untuk beras premium kami tingkatkan demi memenuhi kebutuhan pasar yang non-PSO (publik service obligation)," katanya.

Diakui Chori, serapan beras pada lima bulan terakhir diuntungkan dengan posisi panen padi yang berlangsung hampir sepanjang periode.

Menurutnya penghujan yang terjadi secara terus-menerus sejak 2016 memberi keuntungan karena petani cenderung bercocok tanam padi untuk jenis pertanian basah. "Semoga tahun ini (target) bisa terlampaui," ujarnya.

Tak ada pola atau strategi khusus diberlakukan Bulog. Chori mengatakan pola serapan dilakukan sama seperti tahun-tahun sebelumnya dengan memberikan harga penawaran terbaik pada petani, sama atau di atas harga pengepul.

"Kami menyesuaikan saja dengan fluktuasi harga pasar, terutama untuk jenis premium yang nonsubsidi. Kalau beras medium pembelian tetap sesuai standar HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Tahun sebelumnya, Bulog sempat gagal mencapai target serapan beras atau gabah setara beras sebesar 50 ribu ton karena banyaknya kendala muncul, seperti penghujan sepanjang tahun, permainan tengkulak, hingga gangguan tanaman lain.

Namun seiring panen yang terjadi secara bergantian di sejumlah area lahan pertanian di Tulungagung sejak awal 2017, serapan beras bulog ikut terdongkrak naik. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com