Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,325 • USD → IDR Beli: 13,339
  • EUR → IDR Jual: 14,210 • EUR → IDR Beli: 14,229
  • HKD → IDR Jual: 1,715 • HKD → IDR Beli: 1,717
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 10,072 • AUD → IDR Beli: 10,088
  • SGD → IDR Jual: 9,505 • SGD → IDR Beli: 9,522
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 531,000
  • Perak Jual → 11,500
  • Update Tanggal 06-04-2017

Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Bondowoso Dibekali Tata Boga

Home / Ekonomi / Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Bondowoso Dibekali Tata Boga
Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Bondowoso Dibekali Tata Boga Pembekalan keterampilan tata boga kepada WRSE. (Foto: Abdul Wahet/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebanyak 60 wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) di Bondowoso dibekali keterampilan tata boga oleh Dinas Sosial setempat, Jumat (21/4/2017).

60 WRSE tersebut berasal dari latar belakang berbeda. Ada yang dari keluarga tidak mampu. Ada pula janda yang dianggap rawan masalah sosial sehingga harus diberi bekal keterampilan.

"WRSE ini sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Hal ini sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial," terang Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso, Amir Hidayat.

Dalam UU tersebut, lanjut Amir, dijabarkan bahwa kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri, sehingga untuk mencapai hidup layak sangat susah. Dan ini butuh 'tangan' pemerintah.

“Karena itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan langkah-langkah rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial bagi para WRSE ini,“ ujar Amir.

Melalui kegiatan pelatihan Tata boga tersebut, sambung Amir, paling tidak program penanggulangan kemiskinan oleh Pemkab Bondowoso bisa terealisasi, walaupun presentasenya tidak begitu besar dirasakan.

“Ini juga menyesuaikan dengan anggran di Dinsos yang memang terbatas. Semoga nanti ada tambahan untuk program ini,” tutur Amir.

Setelah kegiatan ini, pihak Dinsos akan terus memantau peserta yang ikut tersebut. Hal in dilakukan agar program tindak lanjutnya bisa tepat sasaran. Karena menurut Amir, akan terseleksi tersendiri mana peserta yang sereus mengembangkan usahanya dan mana yang tidak. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com