Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,325 • USD → IDR Beli: 13,339
  • EUR → IDR Jual: 14,210 • EUR → IDR Beli: 14,229
  • HKD → IDR Jual: 1,715 • HKD → IDR Beli: 1,717
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 10,072 • AUD → IDR Beli: 10,088
  • SGD → IDR Jual: 9,505 • SGD → IDR Beli: 9,522
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 531,000
  • Perak Jual → 11,500
  • Update Tanggal 06-04-2017

Cita Rasa Unik Kopi Blangkon dari Bondowoso

Home / Peristiwa - Daerah / Cita Rasa Unik Kopi Blangkon dari Bondowoso
Cita Rasa Unik Kopi Blangkon dari Bondowoso Kopi Blangkon di Nine Coffee. (Foto: istimewa)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Berkunjung ke Bondowoso, wajib kiranya mencoba salah satu minuman unik yang berasal dari olahan kopi, namanya Kopi Blangkon. Kopi Blangkon merupakan minuman hasil kreasi Riswanda Imanwan pemilik Nine Coffee Roastery yang terletak di Jalan Brigpol Sudarlan, Bondowoso, Jawa Timur.

Menurut Riswanda, ide pembuatan Kopi Blangkon berawal dari keinginannya membuat kopi yang tidak melulu pahit. Sejak itulah dia mengkreasiakan kopi dengan menambah jahe, kunyit dan jeruk nipis sebagai penambah dan bumbu penyedap kopi. 

"Ide awalnya dari keinginan saya membuat kopi yang beda. Biasanya kopi dan selalu identik dengan pahit, saya coba supaya kopi itu tidak monoton jadi saya tambahi dengan jahe, kunyit dan jeruk nipis," ujar Riswanda, Selasa (18/3/2017).

Untuk proses pembuatan kopi Blangkon, Riswanda menceritakan ada beberapa tahap. Pertama, kopi arabika Java Ijen Raung diseduh dengan metode V60 untuk menyaring ampas kopi dengan menggunakan filter khusus. Kemudian, kopi dituang kedalam cangkir dan dimasukkan semua rempah yang telah dikupas dan dibersihkan. 

Cita rasa Kopi Blangkon ala Nine Coffee Roastery ini cukup unik. Meskipun pahitnya masih terasa, ada rasa asam dan aroma jahe yang menjadikan kopi tidak monoton seperti biasanya. 

Kopi blangkon dijual dengan harga Rp 7.000 tiap cangkirnya. Selain kopi blangkon, Rismawan dan kawan-kawan juga menyajikan Kopi Ijen, Gayo, Linntong, dan kopi yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Mereka juga sedang mengusung misi membumikan kopi Bondowoso kepada kawula muda mengingat masih minimnya anak muda Bondowoso yang mencitai kopi dari daerah mereka sendiri.

"Aneh saja, sudah menjadi Republik Kopi yang kopinya sudah dipasarkan diseluruh Indonesia tapi anak Bondowoso sendiri masih suka minum kopi sachetan," pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com