Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017
Ketahanan Sosial

Rumah Nenek Umur 75 Tahun Jadi Korban Puting Beliung, Warga Gotong Royong

Home / Ketahanan Informasi / Rumah Nenek Umur 75 Tahun Jadi Korban Puting Beliung, Warga Gotong Royong
Rumah Nenek Umur 75 Tahun Jadi Korban Puting Beliung, Warga Gotong Royong Kegiatan kerka bakati warga RT 03/07 Desa Penaruban, Purbalingga di kediaman nenek Yasmuni, Minggu (19/3/2017) (Foto: FKRMP For Purbalingga TIMES)
Ketahanan Informasi Sosial

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Puluhan warga Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah, sepontan bergotong royong memperbaiki rumah nenek Yasmuni (75) atau nenek Ningkem. setelah rumahnya terkena angin puting beliung, Jumat 18 Maret 2017 lalu.

Rumah kecil semi permanen yang berukuran kurang lebih 4 x 6 meter ini, sebagian besar atap rumahnya yang berbahan seng terlepas dan membuat rumah nenek Ningkem bocor. Sebagian besar isi rumah dan perabotan miliknya juga basah.

Dengan kondisi tersebut, sebagian warga langsung berinisiatif untuk membantu dan memperbaiki rumah nenek Ningkem. Dan untuk sementara sang nenek tinggal bersama keluarga anaknya, yang kebetulan bersebelahan rumah.

Salah satu warga RT 03 RW 07 Desa Penaruban, Agus Sobari menceritakan bahwa, ada puluhan rumah yang terdampak angin kencang disertai hujan dan petir tersebut. Namun rumah nenek Janda yang tinggal sendirian ini yang paling parah.

“Alhamdulillah, kerja bakti berjalan lancar meskipun terkendala hujan. Mulai Jumat (18/3/2017) sore, dilanjutkan Sabtu setengah hari. Dan Minggu kemarin baru bisa selesai karena banyak yang membantu dan suasana juga cerah,” terang Agus.

Salah satu cucu nenek Ningkem menyampaikan terimakasih kepada segenap warga tetangga yang telah bekerja bakti.

"Terima kasih juga kepada para donator, Lazis dan Takmir Masjid Baitul Mutaqin serta teman-teman di Forum Komunikasi Remaja Masjid Penaruban (FKRMP) yang telah menjadi inisiator kegiatan ini,” kata Cahyo, kepada Purbalingga TIMES, Senin (20/3/2017).

Sementara itu, menurut cerita Ningkem, saat peristiwa terjadi pada pukul 13.20 WIB. Ia hanya bisa pasrah dan menuju salah satu pojok kamar yang tidak bocor untuk berteduh.

“Saya hanya membaca surat al ikhlas dan ayat kursi berkali-kali. Dan pasrah mohon perlindungan dari Allah SWT,” aku Ningkem.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com