Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017

Dinas Pertanian Bondowoso Minta Warga Waspada Antraks

Home / Peristiwa - Daerah / Dinas Pertanian Bondowoso Minta Warga Waspada Antraks
Dinas Pertanian Bondowoso Minta Warga Waspada Antraks Petugas memeriksa ternak sapi. (Foto: Sofya/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso menghimbau masyarakat agar mewaspadai virus antraks yang kini mulai masuk ke beberapa wilayah di Jawa Timur. 

"Sebagai daerah lumbung ternak, Bondowoso rawan terjangkit virus antraks. Hal ini harus diwaspadai mengingat penyebaran antraks di Jatim sudah terjadi dibeberapa daerah," kata drh. Cendy Hedriawan, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (17/03/2017).

Antisipasi tersebut menurut Cendy, bisa dilakukan dengan tidak membeli hewan yang berasal dari daerah yang sudah terdampak virus antraks, seperti Kabupaten Pacitan, Blitar dan Tulungagung. Selain itu, pihak Disperta juga menugaskan Petugas Pekerja Lapang (PPL) yang berada disetiap desa untuk mengawasi hewan ternak yang masuk ke daerah di Bondowoso. 

"Petugas di lapangan (PPL) sudah kami tugaskan agar mengawasi hewan ternak yang masuk ke daerah di Bondowoso. Jika kedapatan ternak yang terinveksi virus akan dikarantina sampai sehat," tambah Cendy. 

Untuk diketahui, antraks adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas. Meskipun paling sering menyerang herbivora jinak maupun liar. Penyakit ini bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.

"Ini merupakan langkah pencegahan yang kita lakukan karena Bondowoso merupakan daerah bebas antraks. Bahaya antraks ini serius, karena jika sekali terinveksi butuh ratusan tahun untuk bisa steril kembali," ucapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com