Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017

Sidak Alat Berat, Dinas PUPR Bondowoso Amankan Pekerjaan Proyek 2017

Home / Peristiwa - Daerah / Sidak Alat Berat, Dinas PUPR Bondowoso Amankan Pekerjaan Proyek 2017
Sidak Alat Berat, Dinas PUPR Bondowoso Amankan Pekerjaan Proyek 2017 Kadis PUPR Karna Suswandi saat melakukan sidak alat berat untuk mengamankan pekerjaan proyek tahun 2017. (Foto: Angga/Times Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dalam rangka mengamankan pekerjaan menjelang pelaksanaan proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun anggaran 2017, Kepala Dinas PUPR melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada alat berat yang dimiliki Dinas PUPR.

Alat berat tersebut disimpan di Kantor Workshop Dinas PUPR di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso Jawa timur. Sidak dilakukan, Kamis (16/03/2017).

Dalam sidak tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bondowoso, Karna Suswandi, disambut oleh Kepala UPT, Suparto serta beberapa staf lainnya. Di depan Karna, mereka banyak menjelaskan kondisi masing-masing alat berat dan peralatan lain yang ada.

Karna-Suswandi-sidak-alat-berattDQBw.jpg

Menurut Suparto, saat ini Dinas PUPR memiliki AMP mini. Tetapi, biaya operasional sangat tinggi. Sehingga nilai pekerjaan dengan biaya produksi menjadi sangat timpang.

"Alat ini bisa mengolah aspal yang rusak menjadi aspal lagi dan bisa digunakan untuk memperbaiki, tapi biaya produksinya sangat tinggi," katanya.

Suparto juga menunjukkan berbagai alat pendukung lainnya. Mulai dari alat pemotong kayu hingga peralatan pelengkap pekerjaan lain. Sehingga seluruh aset yang dimiliki dinas PUPR dibawah pemeliharaan Workshop Dinas PUPR.

Nantinya bisa dipetakan untuk pengambilan kebijakan lanjutan baik itu pemeliharaan maupun pengadaan baru,” ujarnya.

Karna-SuswandigDFdy.jpg

Mendengar penjelasan tersebut, Karna mengaku jika pihaknya pernah studi banding ke Klaten, Jawa Tengah. Disana, ada alat khusus yang bisa mengolah aspal dilokasi lengkap dengan alat gilas. Sehingga, ketika ditemukan ada aspal rusak langsung bisa ditangani.

"Saya akan mengecek harga alat itu. Kalau memungkinkan saya akan melakukan pengadaan agar kerusakan jalan yang sifatnya tambal sulam bisa langsung diatasi," kata Karna.

Sementyara itu, khusus mengenai peralatan pendukung, Karna juga berharap dilakukan pendataan dan identifikasi kebutuhan sesuai berbagai pekerjaan yang akan dilaksanakan tahun ini.

“Sehingga jika ada kekurangan bisa secepatnya diusulkan untuk dilakukan pengadaan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com