Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,311 • USD → IDR Beli: 13,325
  • EUR → IDR Jual: 14,082 • EUR → IDR Beli: 14,101
  • HKD → IDR Jual: 1,715 • HKD → IDR Beli: 1,717
  • JPY → IDR Jual: 116 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 15-02-2017
Republik Netizen

Jokowi Ajak Umat Islam Perangi Hoax

Home / Peristiwa - Nasional / Jokowi Ajak Umat Islam Perangi Hoax
Jokowi Ajak Umat Islam Perangi Hoax Presiden Joko Widodo (Foto: setkab)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta agar umat Islam Indonesia bersama dengan pemerintah melawan berita-berita bohong alias hoax yang saat ini marak terutama di media sosial (Medsos).

Permintaan tersebut disampaikan oleh Joko Widodo kepada Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama Sa'id Aqil Siradj.

Demikian disampaikan Said Aqil Siradj usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Lebih lanjut Said Aqil Siradj mengatakan Presiden Joko Widodo meminta kepada umat Islam untuk kembali kepada ajaran Islam yang moderat dan toleran agar ajaran radikal tidak dapat berkembang bebas di Indonesia.

Untuk menekan pergerakan Islam radikal di dalam negeri, Nahdhatul Ulama sebagai organisasi Islam besar di Indonesia diminta untuk kembali menggalakkan peran para ulama dan kiai di tengah masyarakat.

Menurut Said Aqil Siradj, ulama memiliki peran penting sebagai pembimbing umat Islam yang merupakan umat terbesar di Indonesia serta dalam upaya penguatan Islam yang moderat dan toleran.

"Indikasi fenomena menguatnya Islam radikal, itu menjadi agenda kita bersama. Bagaimana memperkuat kembali dan harus terus memperkuat. Islam moderat harus dibangun kembali dan diperkuat lagi. Peran kiai NU harus digalakkan dalam membimbing masyarakat. Menjadi penyuluh, pembimbing, guru," kata Said.

Lebih lanjut Said Aqil Siradj mengatakan saat ini terdapat perbedaan pemahaman antara para ulama yang menyebabkan semakin besarnya peluang perkembangan ajaran radikal di Indonesia. Ia menegaskan umat Islam sebagai umat beragama terbesar di Indonesia sepatutnya menyadari prinsip ajaran Islam yang toleran sesuai dengan ajarannya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com